Efek Blog
Showing posts with label Gangguan Otak - Meningitis - Ensefalitis - Ensefalomielitis. Show all posts
Showing posts with label Gangguan Otak - Meningitis - Ensefalitis - Ensefalomielitis. Show all posts

Sunday, 22 June 2014

Observasi Perkembangan Pasien Penderita Penyakit Meningitis dari bulan ke bulan dengan Terapi Tahitian Noni Juice

Usia 1 tahun 3 bulan, kepala belum bisa diangkat, anggota tubuh juga tidak bisa diangkat, rewel karena sulit mendapatkan suplai oksigen akibat sesak dan setiap bernafas selalu ada bunyi gemuruh, scrotum besar seperti balon terlebih bila menangis, sering mengeluarkan airmata dan secret mata meski tidak menangis.

Sudah dapat tertawa, dan peka terhadap stimuus.

Dapat menggerakkan tangan serta mengangkat tangan sendiri.



BB bertambah, bentuk kepala sudah terlihat sedikit bulat dan sudah bisa mengangkat kepalanya sendiri walau masih sebentar.


  


  


Friday, 13 June 2014

Resi Pengiriman untuk Pasien Meningitis R. Prapat- Kabupaten Labuhan Batu-SUMUT

Tahitian Noni Bioactive Beverage satu produk, namun memiliki khasiat untuk semua penyakit kecuali cacat congenital (bawaan) yang berhubungan dengan organ seperti labioschizis (bibir sumbing), atresia ani (tidak ada lubang dubur) dan lain sebagainya, namun dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Tahitian Noni Bioactive Beverage, bukan sekedar obat akan tetapi dilengkapi vitamin dan mineral dan berbagai bioactive yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.
Pasien anak Given ini, menderita meningitis namun banyak komplikasi. Orangtua telah membawa pasien terapi ke dokter spesialis setiap minggu dan tiap kali membawa terapi selalu dilakukan tindakan penyedotan cairan di paru, karena nafasnya sesak, akibat adanya cairan diparu yang ditandai bunyi nafas diikuti suara riak. Kepala lebih besar, mata tampak seperti matahari yang akan tenggelam, air mata sering sekali keluar, scrotum (telur kemaluan) membesar setiap kali anak menangis, ditambah hampir setiap hari anak kena febris (demam) diikuti dengan kejang (convulsi). 

Perkembangannya pun jadi terhambat untuk anak seusianya 1 tahun 3 bulan namun memiliki berat layaknya anak usia 4 atau 5 bulan, belum bisa mengangkat kepala, kaki dan tangan kecil, rewel. 

Ikut terapi Tahitian Noni Bioactive Beverage sejak bulan Oktober 2013 dan sampai hari ini, sungguh memiliki banyak sekali perkembangan dan sangat luar biasa.
Begitupula dengan pasien meningitis pada anak remaja. Orangtua telah membawa anaknya berobat secara medis didalam Negeri dan luar Negeri, kondisinya berangsur pulih namun belum kembali pada keadaan normal. 

Dampak obat yang dikonsumsi adalah BB remaja ini terus meningkat, anak malas dan suka tidur. Pada saat Tim melakukan home visit Januari 2014, remaja ini berbicara dengan tidak jelas, cedal, kemudian susah mengartikan maksud dari pembicaraan (loadingnya lama), jawabannya satu- satu.
Sampai dengan saat ini masih mengkonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage dan perkembangannya juga sungguh menakjubkan, sedikit demi sedikit pasien sudah tidak tergantung obat- obat medis lagi, pasien sudah dapat berkonsentrasi dan mengendarai sepeda motor sendiri.

Kesabaran dan ketabahan dalam berobat dan yakin akan kesembuhan adalah hal positif yang benar- benar secara psikologis sangat membantu kesembuhan seseorang, dan tidak lupa diiringi dengan doa kepada sang pemilik kesembuhan.

semakin banyak berbagi cerita, semoga semakin banyak pula orang yang tahu keampuhan dari Tahitian Noni Bioactive Beverage.




Tuesday, 3 June 2014

Pengobatan Alternatif Radang Otak (Encephalitis)

  • Radang Otak (Enchepalitis) adalah suatu peradangan pada otak, yang biasanya disebabkan oleh virus dan dikenal sebagai ensefalitis virus.
  • Ensefalomielitis adalah suatu peradangan pada otak dan medula spinalis, yang juga disebabkan oleh virus.
  • Reaksi peradangan pada jaringan otak oleh berbagai macam penyebab seperti infeksi virus, bakteri, toksin dan autoimmun. Infeksi virus merupakan yang tersering.
  • Meningitis adalah peradangan membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.
Patofisiologi Radang Otak (Ensefalitis)

Rangkaian peristiwa yang terjadi berbeda-beda, sesuai dengan agen penyakit dan pejamu. Pada umumnya virus ensefalitis termasuk sistem limfatik, baik berasal dari menelan enterovirus akibat gigitan nyamuk atau serangga lain. Didalam sistem limfatik ini terjadi perkembangbiakan dan penyebaran ke dalam aliran darah yang mengakibatkan infeksi pada beberapa organ. Pada stadium ini (fase ekstraneural), ditemukan penyakit demam nonpleura, sistemis, tetapi jika terjadi perkembangbiakan lebih lanjut dalam organ yang terserang, terjadi pembiakan dan penyebaran virus sekunder dalam jumlah besar. Invasi ke susunan saraf pusat akan diikuti oleh bukti klinis adanya penyakit neurologis.

Kemungkinan besar kerusakan neurologis disebabkan oleh (1) invasi langsung dan destruksi jaringan saraf oleh virus yang berproliferasi aktif atau (2) reaksi jaringan saraf terhadap antigen-antigen virus. Perusakan neuron mungkin terjadi akibat invasi langsung virus, sedangkan respon jaringan pejamu yang hebat mungkin mengakibatkan demielinisasi, kerusakan pembuluh darah dan perivaskular. Kerusakan pembuluh darah mengakibatkan gangguan peredaran darah dan menimbulkan tanda-tanda serta gejala-gejala yang sesuai. Penentuan besarnya kerusakan susunan syaraf pusat yang ditimbulkan langsung oleh virus dan bagaimana menggambarkan banyaknya perlukaan yang diperantarai oleh kekebalan, mempunyai implikasi teraupetik; agen-agen yang membatasi multiplikasi virus diindikasikan untuk keadaan pertama dan agen-agen yang menekan respons kekebalan selular pejamu digunakan untuk keadaan lain (Nelson, 1992).

Pada ensefalitis bakterial, organisme piogenik masuk ke dalam otak melalui peredaran darah, penyebaran langsung, komplikasi luka tembus. Penyebaran melalui peredaran darah dalam bentuk sepsis atau berasal dari radang fokal di bagian lain di dekat otak. Penyebaran langsung dapat melalui tromboflebitis, osteomielitis, infeksi telinga bagian tengah dan sinus paranasalis.

Mula-mula terjadi peradangan supuratif pada jaringan otak. Biasanya terdapat di bagian substantia alba, karena bagian ini kurang mendapat suplai darah. Proses peradangan ini membentuk eksudat, trombosis septik pada pembuluh-pembuluh darah dan agregasi leukosit yang sudah mati. Di daerah yang mengalami peradangan tadi timbul edema, perlunakan dan kongesti jaringan otak disertai peradangan kecil. Di sekeliling abses terdapat pembuluh darah dan infiltrasi leukosit.

Penyebab Radang Otak

Berbagai macam mikroorganisme dapat menimbulkan encephalitis, umpamanya bakteri, ricketsia, mikoplasma, spirochaeta, jamur, protozoa, metazoa, jamur dan virus. Akan tetapi penyebab yang paling sering adalah virus. Yang akan dibicarakan selanjutnya yaitu viral encephalitis. Berikut beberapa virus dari kelas ARBO virus dan Enterovirus yang infeksinya berpotensi menimbulkan radang akut pada jaringan otak yaitu :
  • Japanese B encephalitis.
  • Western equine encephalitis.
  • Sint louis encephalitis.
  • Poliomyelitis.
  • Coxacki virus.
  • ECHO virus
Penyebab dari Ensefalitis bisa di klasifikasikan berdasarkan etiologi adalah sebagai berikut :
  • Enchepalitis bisa menyebar melalui Gondongan yang sering namun bersifat ringan, Campak, selain itu juga bisa melalui infeksi – infeksi Virus seperti :
  1. Kelompok Virus entero : sering pada semua umur, keadannya lebih berat pada neonates.
  2. Kelompok virus herpes : Kelompok virus poks, vaksinia dan variola; jarang tetapi dapat terjadi kerusakan SSP berat.
Penyebab lain Ensefalitis selain pengaruh dari Infeksi Virus bisa juga dari Infeksi-infeksi nonvirus seperti hal nya sebagai berikut :
  • Riketsia : komponen ensefalitik dari vaskulitis serebral
  • Mycoplasma pneumonia : terdapat interval beberapa hari antara gejala tuberkulosis dan bakteri lainnya, sering kali memiliki komponen-komponen ensefallitis
  • Bakteri tuberkulosa dan meningitis bakterial lainnya, sering kali memiliki gejala ensefalitik
  • Spirokaeta; kogenital atau akuisista; leptospirosis
  • Jamur; penderita dengan gangguan-gangguan imunologis mempunyai risiko khusus; kriptokokosis; histoplasmosis aspergilosis; mukor mikosis; moniliasis; koksidiodomikosis
  • Protozoa; Plasmodium sp.; Tripanosoma sp.; Naegleria sp.; Acanthamoeba; Toxoplasma gondii.
  • Metazoa; trikinosis; ekinokokosis; sistiserkosis; skistosomiasis
Sebagai mana disebutkan diatas penyebab terbanyak ensefalitis yaitu oleh karena virus, maka dalam literatur juga yang banyak dibahas yaitu mengenai infeksi virus ensefalitis. Di indonesia sendiri penyebab terbanyak kejadian ensefalitis yaitu virus japanese B ensefalitis.

Tanda dan Gejala Encephalitis

Infeksi otak karena virus bisa menyebabkan 3 gejala yang berbeda :
  1. Infeksi ringan, menyebabkan demam dan rasa tidak enak badan, seringkali tanpa gejala khas lainnya.
  2. Demam disertai sakit kepala, muntah, kelemahan dan kaku kuduk.
  3. Terjadi gangguan fungsi otak yang normal yang menyebabkan perubahan kepribadian, kejang, kelemahan pada satu atau lebih bagian tubuh, linglung, rasa mengantuk yang bisa berkembang menjadi koma, dan gejala meningitis lainnya.
Virus tertentu memberikan gejala tambahan lainnya. Contohnya adalah virus herpes simpleks, yang seringkali menyebabkan kejang berulang pada stadium awal ensefalitis. Selain sel darah putih, cairan serebrospinal juga mengandung sel darah merah. Virus ini juga menyebabkan pembengkakan pada lobus temporalis, yang bisa terlihat pada skening MRI.

Diagnosis Ensefalitis (Radang Otak)


Diagnosis pasti untuk ensefalitis ialah berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi jaringan otak. Secara praktis diagnostik dibuat berdasarkan manifestasi neurologik dan informasi epidemiologik (komite Medik RSUP Dr. Sadjito, 2000).

Hal-hal penting dalam menegakkan diagnosis ensefalitis adalah :
  • Panas tinggi, nyeri kepala hebat, kaku kuduk, stupor, koma, kejang dan gejala-gejala kerusakan SSP.
  • Pada pemeriksaan cairan serebro spinal (CSS) terdapat pleocytosis dan sedikit peningkatan protein (normal pada ESL).
  • Isolasi virus dari darah, CSS atau spesimen post mortem (otak dan darah)
  • Identifikasi serum antibodi dilakukan dengan 2 spesimen yang diperoleh dalam 3-4 minggu secara terpisah (Kempe, 1982).
Sebaiknya diagnosis ensefalitis ditegakkan dengan :
  • Anamnesis yang cermat, tentang kemungkinan adanya infeksi akut atau kronis, keluhan, kemungkinan adanya peningkatan tekanan intra kranial, adanya gejala, fokal serebral/serebelar, adanya riwayat pemaparan selama 2-3 minggu terakhir terhadap penyakit melalui kontak, pemaparan dengan nyamuk, riwayat bepergian ke daerah endemik dan lain-lain (Nelson, 1992)
  • Pemeriksaan fisik/neurologik, perlu dikonfirmasikan dengan hasil anamnesis dan sebaliknya anamnesis dapat diulang berdasarkan hasil pemeriksaan.
  • Gangguan kesadaran.
  • Hemiparesis.
  • Tonus otot meninggi.
  • Reflek patologis positif.
  • Reflek fiisiologis menningkat.
  • Klonus.
  • Gangguan nervus kranialis.
  • Ataksia (Komite Medik RSUP Dr. Sarjito, 2000)
Pemeriksaan Laboratorium Pada Radang Otak

Fungsi lumbal, untuk menyingkirkan gangguan-gangguan lain yang akan memberikan respons terhadap pengobatan spesifik. Pada ensefalitis virus umumnya cairan serebro spinal jernih, jumlah lekosit berkisar antara nol hingga beberapa ribu tiap mili meter kubik, seringkali sel-sel polimorfonuklear mula-mula cukup bermakna (Nelson, 1992). Kadar protein meningkat sedang atau normal, kadar protein mencapai 360 mg% pada ensefalitis yang disebabkan virus herpes simplek dan 55 mg% yang disebabkan oleh toxo cara canis . Kultur 70-80 % positif dan virus 80% positif (Komite Medik RSUP Dr. Sardjito, 2000).

Darah : 
  1. Al (angka lekosit) : normal/meninggi tergantung etiologi
  2. Hitung jenis : normal/dominasi sel polimorfenuklear; (3). Kultur : 80-90 % positif.
Pemeriksaan Pelengkap
  1. Isolasi Virus - Virus terdapat hanya dalam darah pada infeksi dini. Biasanya timbul sebelum munculnya gejala. Virus diisolasi dari otak dengan inokulasi intraserebral mencit dan diidentifikasi dengan tes-tes serologik dengan antiserum yang telah diketahui.
  2. Serologi - Antibodi netralisasi ditemukan dalam beberapa hari setelah timbulnya penyakit. Dalam membuat diagnosis perlu untuk menentukan kenaikan titer antibodi spesifik selama infeksi diagnosis serologik menjadi sukar bila epidemi yang disebabkan oleh salah satu anggota golongan serologik terjadi pada daerah dimana anggota golongan lain endemik atau bila individu yang terkena infeksi, sebelumnya pernah terkena infeksi virus arbo yang mempunyai hubungan dekat. Dalam keadaan tersebut, diagnostik etiologik secara pasti tidak mungkin dilakukan/
  3. EEG.
  4. CT Scan Kepala
Komplikasi Penyakit Radang Otak
  1. Meningitis bacterial.
  2. Tumor otak, abses ekstradural,.
  3. Abses subdural,.
  4. Infiltrasi neoplasma.
  5. Trauma kepala pada daerah epidemic.
  6. Ensefalopati, sindrom Reye (Arif, 2000).
Prognosis Ensefalitis

Prognosis bergantung pada kecepatan dan ketepatan pertolongan. Disamping itu perlu dipertimbangkan pula mengenai kemungkinan penyulit yang dapat muncul selama perawatan. Edema otak dapat sangat mengancam kehidupan penderita.

Prognosis jangka pendek dan panjang sedikit banyak bergantung pada etiologi penyakit dan usia penderita. Bayi biasanya mengalami penyulit dan gejala sisa yang berat. Ensefalitis yang disebabkan oleh VHS memberi prognosis yang lebih buruk daripada pognosis virus entero (Nelson, 1992).

Angka kematian untuk ensefalitis masih tinggi, berkisar antara 35-50%. Penderita yang hidup 20-40% mempunyai komplikasi atau gejala sisa yang melibatkan sistem saraf pusat yang dapat mengenai kecerdasan, motoris, psikiatrik, epilepsi, penglihatan atau pendengaran bahkan sampai sistem kardiovaskuler. Bayi yang menderita ensefalitis mengalami penyulit dan akibat sisa yang lebih berat. Disamping itu belum ada pengobatan yang spesifik untuk ensefalitis. Pengobatan yang dilakukan selama ini bersifat nonspesifik dan empiris yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan serta menopang setiap sistem organ yang terserang.

Gangguan Tumbuh-Kembang pada bayi yang mengalami Meningitis atau Enchepalitis

Keterlambatan perkembangan motorik bisa dilihat jika :
  • Pada usia 6 hingga 7 bulan, si anak belum bisa mengontrol kepalanya dengan sempurna atau memegang benda.
  • Kemudian pada usia 10 bulan tidak bisa merespons ke sumber suara ketika dipanggil.
  • Usia 11-12 bulan tidak dapat duduk tegak selama 5 hingga 10 menit.
  • Belum dapat berjalan sendiri atau dibantu pada usia 18 hingga 21 bulan.
  • Usia 15 bulan anak tidak mengerti kata-kata larangan seperti jangan atau tidak.
  • Usia 18 bulan tidak dapat mengucapkan 10 kata.
  • Usia 21 bulan tidak bereaksi terhadap perintah untuk duduk, dipanggil atau berdiri.
  • Usia 24 bulan tidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian tubuh, seperti mata, hidung, telinga dan mulut.
Dibutuhkan tindakan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan perkembangan saraf anak. Jika terlambat penanganan akan sulit diobati. Artinya, jika anak mengalami gangguan saraf lalu diberikan stimulus dan makanan yang baik, maka perkembangan otaknya dapat mencapai 90%. Sebaliknya, jika didiamkan saja, mungkin hanya dapat berkembang sebesar 50 %.

Berikan makanan bernutrisi tinggi dan rangsangan. Karena makanan yang baik dapat memperbaiki struktur otak. Stimulasi membuat otak aktif, berarti saraf berkembang lebih banyak dan sambungan antara sel-sel saraf menjadi baik.

Pengobatan Alami Alternatif Radang otak, Meningitis, Terapi dengan Tahitian Noni Juice


TAHITIAN NONI® merupakan pengobatan alami radang otak/meningitis, aman tanpa efek samping dalam proses penyembuhannya. TAHITIAN NONI ® tidak saja mengusir penyakit, tetapi mampu mengembalikan sistem susunan syaraf yang rusak.

TAHITIAN NONI ® mampu meningkatkan aktifitas regenerasi sel, meningkatkan asupan nutrien di dalam sel otak, mampu membuang racun (toksik), sebagai Antivirus, membantu proses perbaikan, dan meningkatkan komunikasi sel.

Takaran Konsumsi Penderita Penyakit Radang Otak
  • Pada Bayi : Dosis awal selama 3 hari 2 x BB bayi / hari, selanjutnya bisa dinaikin menjadi 3-6 x BB badan bayi.
  • Pada Dewasa : Dosis Awal 3 hari 2 x 15cc-30cc / hari, selanjutnya bisa dinaikkan menjadi 4-6 x 60cc.


  

  

http://khasiattahitiannonijuice.blogspot.com/search/label/Join%20Bisnis%20And%20Member

Saturday, 3 May 2014

Pengobatan Alternatif Meningitis (Infeksi Pada Otak)

Meningitis adalah peradangan membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan dan infeksi meninges adalah sering hidup mengancam kondisi medis seperti itu dapat mengakibatkan otak infeksi dan infeksi aliran darah atau septicaemia yang dapat berakibat fatal.

Peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri ataupun jamur yang menyebar masuk kedalam darah dan berpindah kedalam cairan otak.

Penyakit meningitis (radang selaput otak) umumnya menyerang anak-anak. Meningitis merupakan radang yang mengenai sebagian atau semua lapisan selaput otak sampai sumsum tulang belakang atau jaringan syaraf yang ada di dalam tulang belakang. Penyakit ini bisa menyerang semua usia, dari bayi hingga manula.

Penyebab Penyakit Meningitis

Umumnya penyebab adalah bakteri atau virus, kadang-kadang pula disebabkan jamur, protozoa maupun parasit. Dibandingkan dengan meningitis yang disebabkan virus, meningitis yang disebabkan bakteri agak jarang terjadi. Namun, meningitis yang disebabkan bakteri bisa mengakibatkan kondisi yang sangat serius jika tak ditangani dengan baik. Misalnya terjadi tuna ganda, seperti lumpuh dan gangguan mental.

Bakteri penyebab meningitis :

1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus)

Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus). Neisseria meningitis (meningococcus). Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae, Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk kedalam peredaran darah.

2. Haemophilus influenzae (haemophilus)

Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebabnya infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.

3. Listeria monocytogenes (listeria)

Ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis. Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi. Makanan ini biasanya yang berjenis keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).

4. Bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan meningitis adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis.

Ada berbagai macam penyebab meningitis, diantaranya dapat disebabkan karena jamur, protozoa, virus, dan bakteri. Meningitis yang disebabkan oleh jamur, protozoa, dan virus dikenal sebagai serosa. Sedangkan yang disebabkan oleh bakteri, dikenal dengan sebutan purulenta. Membedakan keduanya tergolong tidak sulit, hal itu dapat dilihat dari sumsum tulang berwarna jernih jika serosa, sedangkan pada purulenta sumsum tulang berwarna keruh.

5. Meningitis bisa juga terjadi karena adanya rambatan dari penyakit lain, misalnya infeksi pada telinga bagian dalam, radang paru, dan lain-lain. Anak-anak sangat berisiko terserang meningitis karena berkaitan dengan tingkatan higienis pribadi.

Cara Penularan Meningitis

Meningitis sangat menular, yaitu melalui cairan ludah atau ingus ketika anak bersin, bicara, tertawa maupun batuk dan terhirup oleg orang lain ketika mereka bernapas. Penularan juga dapat terjadi jika balita makan atau minum bersama penderita dari piring dan gelas yang sama. Bahkan, memakai handuk, memegang bekas tisu yang baru dipakai membersihkan hidung, juga bisa menjadi media penularan. Penderita meningitis masih akan menularkan penyakitnya selama mereka masih menunjukkan gejala penyakit tersebut. Bahkan, penderita menagitis yang penyebabnya bakteri, masih dapat menularkan penyakitnya sekitar 24 jam setelah mereka diberi antibiotik.

Masa Inkubasi

Masa inkubasi: 2-14 hari

Tanda dan Gejala Meningitis

Radang selaput otak pada anak harus diwaspadai karena gejalanya tidak jelas dan sulit dideteksi karena anak tidak bisa mengutarakan keluhannya. Hati-hati, karena penyakit ini bisa menular. Sedangkan meningitis yang terjadi pada orang dewasa biasanya terjadi akibat virus yang bernama hemophilus influenza type b (Hib), pneumococc dan meningococc.

Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari.
Tanda dan gejala lainnya adalah photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang), phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.
Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.

Gejala utamanya mencakup 3 hal, yaitu panas, kejang, dan kesadaran anak menurun. Walau hanya dua gejala saja, semisal panas dan kejang,tetap segera bawa anak ke dokter.Gejala lain, sakit kepala yang pada anak balita sulit di ketahui karena keterbatasan bicara mereka. Wujudnya, anak rewel, menangis terus, dan gelisah. Istilahnya, jadi sensitif. Kadang disertai muntah, mengantuk, dan jadi pendiam.

Gejala lain yang agak barat timbul kejang dan keadaran menurun. Misal, anak jadi diam saja, tak mau minum, kuduknya kaku tak bisa ditekuk. Bila sudah berat sekali, terjadi kejang terus-menerus, bila kelainan neurologis yang tak hilang, koma, dan jika dilakukan scanning akan ditemui letak otaknya turun kebawah (hernia otak). Ini sudah termasuk stadium akhir dari meningitis.

Jenis penyakit meningitis, tergantung penyebabnya, kendati gejalanya sama. Paling berat adalah meningitis bakterialis dan meningitis tuberkulosa.

Gejala pada bayi

Pada bayi baru lahir, kerap gejala panas tak ditemui namun biasanya ada gejala lain misal muntah, gampang mengantuk, dan rewel. Lalu bila dilihat dari riwayat persalinan ibunya, ada faktor-faktor ke arah infeksi. Umpamanya, Ketuban pecah dini atau ibunya mengalami panas tinggi. Ini menjadi petunjuk ada infeksi.

Bayi bisa terkena dan akhirnya menjadi meningitis. Pada bayi lahir cukup bulan pun meningitis tetap bisa terjadi. Mungkin karena ketularan kuman penyakit dari ayah atau ibunya yang sedang sakit, sampai radang tenggorokan, sementara daya tahan tubuh mungkin sedang rendah. Bisa pula karena lingkungan sekitar tak bersih sehingga memungkinkan terkena infeksi, entah dari bakteri atau virus.

Jadi, jika si kecil menunjukkan gejala utama tadi, kemungkinan meningitis perlu dipertimbangkan. Untuk kepastiannya, perlu dilakukan diagnosa dengan cara mengambil cairan dari sumsum tulang belakang, kemudian dibiakkan. Jika penyebabnya virus, cairan akan tampak jernih atau kekuningan. Bila bakteri, cairan akan terlihat seperti nanah dan keruh sekali.

Penularan dan Pencegahan Virus Meningitis
  • Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Maka bagi anda yang mengetahui rekan atau disekeliling ada yang mengalami meningitis jenis ini haruslah berhati-hati.
  • Penyakit ini menyerang pada anak dengan kekebalan yang tidak baik, seperti penderita malnutrisi, kegemukan, anak yang sering sakit dan sebaginya
  • Mencuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ketoilet umum, memegang hewan peliharaan.
  • Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit.
  • Pemberian Imunisasi vaksin (vaccine) Meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama didaerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis, adapun vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah :
  1. Haemophilus influenzae type b (Hib)
  2. Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)
  3. Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)
  4. Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)
Komplikasi

Meningitis termasuk penyakit berat. Apalagi bila kondisi tubuh anak sedang kurang bagus, hingga bisa saja terinfeksi dengan kuman lain, dan akhirnya terjadi komplikasi. Bila meningitis terinfeksi ke jaringan otak, misal, bisa mengakibatkan ensefalitis dan yang terkena seluruh jaringan otaknya. Jika sudah ensefalitis, komplikasinya lebih berat dan banyak, hingga bisa timbul CP. Berapa lamanya tergantung berat ringan penyakit. Jika komplikasi meningitis bisa sampai ke otak atau bahkan infeksinya menyebar ke seluruh tubuh.

Anak juga dapat mengalami gangguan keseimbangan cairan elektrolit dalam tubuh dan ada peninggian tekanan di otaknya. Ini juga yang menjadi salah satu penyebab mengapa anak jadi tak sadar. Bisa juga terjadi hidrosefalus atau kepala besar. Ini umumnya terjadi pada bayi yang ubun-ubunnya belum menutup.

Prognosis

Diperkirakan sekitar 10-20% anak telah menderita meningitis yang disebabkan oleh bakteri yang bisa bertahan hidup walau terkena berbagai macam komplikasi disepanjang sisa hidupnya. Komplikasi ini bisa berupa seringnya yang bersangkutan mengalamii kejang-kejang, kebutaan, ketulian, dan lambatnya perkembangan anak.

Bila meningitis tidak segera di obati, otak bisa membengkak. Ini biasanya terlihat dari scanning foto. Secara fisik, akan tampak dari adanya penurunan kesadaran anak. Jika matanya diperiksa, akan tampak tanda-tanda pembengkakan di pupil mata. Yang paling fatal, dapat menimbulkan kematian hanya dalam waktu 1-2 hari.

Keterlambatan perkembangan motorik bisa dilihat jika :
  • Pada usia 6 hingga 7 bulan, si anak belum bisa mengontrol kepalanya dengan sempurna atau memegang benda.
  • Kemudian pada usia 10 bulan tidak bisa merespons ke sumber suara ketika dipanggil.
  • Usia 11-12 bulan tidak dapat duduk tegak selama 5 hingga 10 menit.
  • Belum dapat berjalan sendiri atau dibantu pada usia 18 hingga 21 bulan.
  • Usia 15 bulan anak tidak mengerti kata-kata larangan seperti jangan atau tidak.
  • Usia 18 bulan tidak dapat mengucapkan 10 kata.
  • Usia 21 bulan tidak bereaksi terhadap perintah untuk duduk, dipanggil atau berdiri.
  • Usia 24 bulan tidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian tubuh, seperti mata, hidung, telinga dan mulut.
Dibutuhkan tindakan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan perkembangan saraf anak. Jika terlambat penanganan akan sulit diobati. Artinya, jika anak mengalami gangguan saraf lalu diberikan stimulus dan makanan yang baik, maka perkembangan otaknya dapat mencapai 90%. Sebaliknya, jika didiamkan saja, mungkin hanya dapat berkembang sebesar 50 %.
Berikan makanan bernutrisi tinggi dan rangsangan. Karena makanan yang baik dapat memperbaiki struktur otak. Stimulasi membuat otak aktif, berarti saraf berkembang lebih banyak dan sambungan antara sel-sel saraf menjadi baik.

Obat Herbal, Alternatif, Alami, Tahitian Noni Bioactive Beverages

Pengobatan alami radang otak/meningitis dengan TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™. TAHITIAN NONI ® merupakan pengobatan alami radangotak/meningitis, aman tanpa efek samping dalam proses penyembuhan nya. TAHITIAN NONI ® tidak saja mengusir penyakit, tetapi mampu mengembalikan sistem susunan syaraf yang rusak.

TAHITIAN NONI ® mampu meningkatkan aktifitas regenerasi sel, meningkatkan asupan nutrien di dalam sel otak, mampu membuang racun, membantu proses perbaikan, dan meningkatkan komunikasi sel.


Takaran Konsumsi Sakit Meningitis
  • Bayi dan Anak-anak : Dosis awal selama 3 hari 2 x BB bayi, selanjutnya bisa dinaikin menjadi 5-6 x BB badan bayi / hari.
  • Dewasa : Dosis awal  selama 3 hari 3 x 15ml, selanjutnya bisa ditingkatkan menjadi 4 x 60ml / hari.


  

  

http://khasiattahitiannonijuice.blogspot.com/search/label/Join%20Bisnis%20And%20Member