Efek Blog
Showing posts with label Penyakit Kanker. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Kanker. Show all posts

Wednesday, 10 December 2014

Sembuh dari leukemia- Tahitian Noni Bioactive Beverage Perpanjangan Tangan Tuhan.

Paulus Maria Bagus

NAMA SAYA Paulus Maria Bagus. Saya memiliki kesaksian, seputar pengalaman memerangi Leukimia yang saya derita sejak 2005 silam. Doa saya selama 3 tahun yang mengharapkan agar Tuhan YME, menyembuhkan penyakit Leukimia, akhirnya terjawab. Tahitian Noni Juice menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam pemberian berkat dan kesehatan bagi saya.

Ceritanya berawal pada bulan Agustus 2005. Saya merasa heran terhadap penyusutan berat badan saya. Lemas dan kurang nafsu makan menjadi pelengkap penderitaan saya. Anehnya saya tidak merasakan sakit di tubuh maupun organ dalam saya. Merasa aneh, saya memeriksakan darah saya ke sebuah laboratorium, pada 6 September 2005. Sore hari saya mengambil hasil laboratorium tes darah saya. Betapa kagetnya saat saya membaca bahwa Leukosit saya berada di angka 22.222, yang seharusnya normalnya berada dikisaran 4.000 – 10.000. saat itu menjadi momentum terberat bagi saya. Saya memutuskan untuk berobat secara medis. Menurut Dokter penyakit saya bisa disembuhkan, dengan catatan meminum obat setiap hari seumur hidup. Bayangkan saya harus minum obat yang sebutirnya berharga Rp 250.000,- dan saya harus meminumnya sehari 4 kali.

Suatu hari saat diadakan reuni jemaat pasca kepergian ke Israel, ada seorang jemaat yang menilai bahwa wajah saya semakin pucat dan badan terlihat kurus. Akhirnya saya ceritakan mengenai penyakit saya. Kemudian ia memberikan sebotol Tahitian Noni Juice untuk mengatasi masalah kesehatan saya. Dengan dosis 1 x 30cc sehari dan dibarengi dengan konsumsi obat medis, saya merasakan perubahan dalam tubuh saya. Hasil laboratorium saya kembali normal dan membaik. Stamina prima, dan napsu makan meningkat, Saya yakin bahwa TNJ benar-benar perpanjangan Tangan Tuhan dalam kesembuhan saya. Saya sarankan TNJ menjadi alternatif solusi masalah kesehatan yang bisa diandalkan.
 

Sembuh dari Sakit Leukimia Akut atau Myeloid Leukimia Acute (Testimoni)

I Gusti Ngurah Suamba

Tanggal 1 Januari 2011 tepatnya setahun yang lalu, saat bertugas di daerah Carribean-Belize, I Gusti Nurah Suamba yang berusia 34 tahun mengalami demam tinggi disertai dengan migren yang menyebabkan pendarahan di otak kiri.

Dari hasil pemeriksaan lab, diketahui trombositnya turun sekitar 13 sehingga langsung dirujuk ke ICU Miami Hospital. Dari hasil pemeriksaan diketahui ia menderita Myeloid Leukimia Acute dan harus menjalani kemoterapi secepatnya, tetapi kendala pada saat itu terjadi pendarahan di otak kiri dan harus segera di operasi.

Pasca operasi I Gusti malah lupa ingatan, namanya sendiripun ia lupa. Akhirnya tim Dokter dan keluarga memutuskan untuk dikirim pulang ke Bali-Indonesia dengan rujukan ke Prima Medika Hospital, saat itu kondisi trombositnya rendah. Sesampainya di Bali, tanggal 21 Januari 2011 langsung dilakukan operasi ke dua.

Setelah di operasi, I Gusti Ngurah Suamba langsung menjalani kemoterapi selama 9 hari. Pada hari terakhir kemoterapi, 30 Januari 2011, ia mengalami drop, kejang dan pendarahan di kepala, nilai PLT nya 10 (kritis) normalnya 150- 450 sehingga harus kembail ke ICU.

Ternyata terjadi lagi pendarahan di otak kiri, operasi kembali dilakukan. Diperlukan darah sebanyak 50 kantong untuk transfusi darah. Setelah transfusi, tanggak 1 Februari 2011 PLT nya bisa naik sampai 22. Tapi 2 hari kemudian tanggal 3 Februari 2011 turun lagi PLT nya hingga 12 dinyatakan koma di ICU.

Setelah dipindahkan ke ruang perawatan pada tanggal 9 sampai 12 Februari 2011 nilai PLT nya bertahan di 16. Melihat kondisi yang tidak stabil, naik turun, tidak dapat menggerakan tubuh bagian kanan dan berbicara pelo, DR menyarankan transplantasi sumsum tulang belakang namun pihak keluarga tidak menyetujuinya.

Saat itulah Tahitian Noni Bioactive Beverage mulai diperkenalkan oleh Ibu Monica. Awalnya hanya diberikan diberikan dosis perkenalan dengan takaran sendok makan. Dengan dosis perkenalan PLT empat naik menjadi 23 di tanggal 13 Februari 2011, namun kembali menjadi 16.

Pada titik ini, masih diinfus dan transfuse trombosit 8 kantong. Dalam kondisi yang memprihatinkan saat itu, tanggal 15 Februari 2011, Jam 12 siang, Ibu Monica Diana dibantu Ibu Lili mulai memberikan Tahitian Noni Bioactive Beverage tiap 2 jam 100 ml atau kurang lebih 500 ml atau ½ liter perharinya. Setelah 3 hari mulai terlihat perubahan. PLT nya 104, pengunjung tidak perlu memakai masker, latihan berjalan, BAB lancar dan air seni bening karena sebelumnya berwarna keruh.

Yang paling membahagiakan tanggal 20 Februari 2011 nilai PLT 249, bersama istri sudah sampai berjalan ke ruang tunggu pasien dan sudah mulai belajar berbicara.

Dokterpun tidak percaya dengan perkembangan ini, sehingga dokterpun mengecek ulang keesok harinya hingga dokter bertanya pada istrinya apa yang diberikan kepada IGN Suamba. Setelah istrinya menjawab diberikan Tahitian Noni Bioactive Beverage dan akhirnya dokterpun menyarankan untuk meneruskan mengonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB)

Beberapa hari kemudian PLT nya menjadi 363 bahkan pernah sampai 400 setelah hari ke 17 minum Jus Tahitian Noni atau TNBB, dan saat menjalani kemotrapi efek buruknya tidak dirasakan.

Pada tanggal 9 Maret 2011 dokter menyatakan darah bapak I Gusti Ngurah Suamba normal dan sudah tidak terdektesi adanya sel kanker, karenanya tanggal 10 Maret 2011 Pak Suamba dinyatakan boleh pulang dan harus melakukan cek up yang dilakukan setiap bulannya hingga 5 tahun kedepan bebas kanker.

Hampir setahun bapak I Gusti Ngurah Suamba mengenal Jus Tahitian Noni atau TNBB serta kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
 
Tiga Komponen Penting Tahitian Noni 
dalam Pemberantasan Kanker


Alizarin : Pemutus hubungan pembuluh darah & Nutrisi ke Sel Kanker/Tumor
[Jaringan kanker akan kering/luruh dan mati]

Damnacanthal : Anti Kanker dan Anti Biotik alami
[ menjaga organ tubuh yg belum terserang kanker utk menolak kanker ]

Proxeronine : Meregenerasi Sel yang rusak pada pada organ yang hancur karena kanker sehingga pulih kembali


Saturday, 9 August 2014

Pengobatan Herbal Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma) Alami

Akhir-akhir ini insiden kanker sebagai salah satu jenis penyakit tidak menular semakin meningkat. Menurut WHO jumlah penderita kanker di dunia setiap tahun bertambah sekitar 7 juta orang, dan dua per tiga diantaranya berada di negara-negara yang sedang berkembang. Jika tidak dikendalikan, diperkirakan 26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta meninggal karena kanker pada tahun 2030. Ironisnya, kejadian ini akan terjadi lebih cepat di negara miskin dan berkembang (International Union Against Cancer /UICC, 2009).
Di Indonesia, tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahunnya. Sejalan dengan itu data empiris juga menunjukkan bahwa kematian akibat kanker dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2007, sekitar 5,7 % kematian semua umur disebabkan oleh kanker ganas. Menurut Prof. Tjandra Yoga, di Indonesia prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal, dan DM (Riskesdas, 2007).
Sedangkan berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%).
Faktor risiko yang menyebabkan tingginya kejadian kanker di Indonesia yaitu prevalensi merokok 23,7%, obesitas umum penduduk berusia ≥ 15 tahun pada laki-laki 13,9% dan pada perempuan 23,8%. Prevalensi kurang konsumsi buah dan sayur 93,6%, konsumsi makanan diawetkan 6,3%, makanan berlemak 12,8%, dan makanan dengan penyedap 77,8%. Sedangkan prevalensi kurang aktivitas fisik sebesar 48,2% (data Riskesdas tahun 2007).
Tingginya tingkat kematian akibat kanker terutama di Indonesia antara lain disebabkan karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya kanker, tanda-tanda dini dari kanker, faktor-faktor resiko terkena kanker, cara penanggulangannya secara benar serta membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Tidak sedikit dari mereka yang terkena kanker, datang berobat ketempat
yang salah dan baru memeriksakan diri ke sarana pelayanan kesehatan ketika stadiumnya sudah lanjut sehingga biaya pengobatan lebih mahal.
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengupayakan penanggulangan kanker dengan mengadakan berbagai program dan kegiatan dibidang promotif, preventif, kuratif dan suportif serta menekankan pentingnya deteksi kanker secara dini.
Saat ini ada 10 jenis kanker yang menjadi prioritas garapan dari program dan kegiatan YKI yaitu :
1.    Kanker Payudara (Breast Cancer/ Ca Mammae)
2.    Kanker Leher Rahin (Ca Cervix)
3.    Kanker Paru
4.    Kanker kolorektal
5.    Kanker Nasofaring
6.    Kanker Hati
7.    Kanker Kulit
8.    Limfoma malignum atau Kanker kelenjar getah bening
9.    Kanker sel darah (Leucemia)
10.    Kanker Prostat

Limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah sejenis kanker pada sistem limfatik yang tumbuh akibat mutasi (terjadinya perubahan) sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal menjadi abnormal dan ganas.
Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limfa, sum-sum tulang, darah maupun organ lainnya.
Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengalir ke seluruh tubuh dan berguna untuk melawan virus, bakteri dan jamur, yang dapat mengakibatkan timbulnya infeksi didalam tubuh kita.

Jenis Kanker Limfatik
Ada dua jenis kanker sistim limfatik yaitu :
1.    Penyakit Hodgkin
2.    Limfoma non-hodgkin (NHL)

Sistim Limfatik
Jenis tertentu sel darah putih, yang disebut limfosit, sangat penting untuk ketahanan tubuh Anda terhadap penyakit. Sel-sel ini terkena berbagai substansi bahkan tubuh dalam upaya untuk membangun kekebalan. Pada tempat-tempat tertentu sel-sel ini berkumpul untuk menyaring substansi-substansi yang disebut kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening ditemukan di mana saja dalam tubuh, terutama di leher, ketiak, selangkangan, di atas jantung, di sekitar pembuluh darah besar dalam perut. Limfosit juga berkelompok bersama pada limpa, tonsil, dan timus. Limfoma adalah jenis kanker yang berkembang pada limfosit pada daerah tersebut.
Cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibody yang memusnahkan bakteri. Gejala yang menyerang penyakit ini sangat banyak sekali, di bawah ini ada macam-macam gejalanya.
Jenis limfoma yang paling umum diketemukan adalah Limfoma Non- Hodgkin (LNH). LNH merupakan keganasan yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel kelenjar getah bening secara tidak terkontrol. LNH dibedakan lagi menjadi tipe LNH indolen (low grade) yang berkembang secara perlahan dan LNH agresif (high grade) yang berkembang lebih cepat. Klasifikasi LNH ini membantu dokter untuk menentukan terapi yang tepat. Limfoma agresif sangat sensitif terhadap terapi sehingga memiliki potensi yang lebih besar untuk disembuhkan.

Patofisiologi Kanker Kelenjar Getah Bening
Proliferasi abmormal tumor dapat memberi kerusakan penekanan atau penyumbatan organ tubuh yang diserang. Tumor dapat mulai di kelenjar getah bening (nodal) atau diluar kelenjar getah bening (ekstra nodal).
Gejala pada Limfoma secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal, mudah digerakkan (pada leher, ketiak atau pangkal paha). Pembesaran kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan, demam, keringat malam. Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfoma. Namun tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa.
Beberapa penderita mengalami demam Pel-Ebstein, dimana suhu tubuh meninggi selama beberapa hari yang diselingi dengan suhu normal atau di bawah normal selama beberapa hari atau beberapa minggu. Gejala lainnya timbul berdasarkan lokasi pertumbuhan sel-sel limfoma. Terdapat 3 gejala spesifik pada Limfoma antar lain :
1.    Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 380C
2.    Sering keringat malam
3.    Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)
Banyak para penderita kanker kelenjar getah bening yang tak sadar dirinya terkena kanker kelenjar getah bening, dan akan sadar setelah masuk dalam stadium lanjut dengan kondisi yang lebih parah tentunya. Adapun penyebab kanker kelenjar getah bening adalah :
1.    Faktor keturunan
2.    Sistim Kekebalan tubuh yang lemah
3.    Toksin lingkungan atau makanan yang banyak mengadung herbisida serta pengawet makanan dan juga pewarna kimia.
4.    Kurang berolahraga
5.    Minum- minuman yang mengandung alcohol
6.    Kurang Minum air putih
7.    Merokok serta gaya hidup yang tidak sehat

Beberapa penyebab yang lainnya adalah :
1.    Infeksi => Mekanisme pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi adalah dengan cara peningkatan jumlah sel darah putih (limfosit) dengan cara multiplikasi sebagai respons atas adanya zat asing ke dalam tubuh (antigen)
2.    Virus => Reaksi pertahanan terhadap infeksi yang umum diakibatkan oleh virus biasanya berupa demam yang menyertai pembengkakan kelenjar getah beningnya.
3.    Peradangan => Mekanisme peradangan terjadi selama infeksi kelenjar getah bening oleh zat-zat asing. Peradangan merupakan suatu bentuk sel darah putih yang mati oleh zat asing.
4.    Kanker => Mekanisme penyusupan sel-sel kanker pada kelenjar getah bening juga sering menyebabkan pembengkakan. Bahkan, kelenjar getah bening yang bengkak bisa menjadi keras dan bisa menyebar ke kelenjar getah bening di tempat-tempat yang lain.
5.    Kanker darah => Kanker darah mungkin tidak terlihat seperti kanker biasa yang membuat kelenjar getah bening bengkak. Akan tetapi, pada kanker darah, produksi limfosit di kelenjar getah bening sangat banyak dan tidak terkontrol. Keadaan ini kita sebut sebagai limfoma atau leucemia

Tanda dan Gejalan Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)
1.     Pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah leher, ketiak atau pangkal paha
2.     Penurunan berat badan secara drastis
3.     Rasa lelah yang terus menerus
4.     Batuk-batuk dan sesak napas
5.     Gatal-gatal
6.     Demam tanpa sebab
7.     Keringat dingin pada malam hari

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening berdasarkan Jenisnya :
1.    Hodgkin’s
Merupakan jenis limfoma yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limfa tanpa disertai rasa sakit. Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abnormal sel terjadi secara cepat.
Faktor risiko menderita penyakit kanker kelenjar getah bening jenis ini adalah :
a.     Pria atau wanita usia 15-38 tahun dan usia di atas 50 tahun.
b.     Mempunyai kelainan dalam fungsi sistem kekebalan seluler tubuh (sel-T) meskipun produksi antibodi normal.

Gejala- gejalanya adalah :
Pembengkakan menyeluruh kelenjar getah bening di sekujur tubuh: Leher, ketiak, dan lipat paha (tidak terasa nyeri).
Demam, berkeringat pada malam hari, kurang nafsu makan, dan berat badan turun.
Pada beberapa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan pernafasan.
Semakin berkembang, sel-sel abnormal akan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati, dan organ-organ abdominal (perut)

2.    Non Hodgkin
Merupakan kanker ganas yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfa lainnya.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening Non Hodgkin adalah :
a.       Pembesaran kelenjar getah bening.
b.       Pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya menjadi kemerahan.
c.        Limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari, lelah, dan berat badan menurun.
Limfoma jenis ini lebih sering terjadi pada pria terutama pada usia di atas 50 tahun. Semakin tua usia seseorang semakin tinggi resiko terkena limfoma.

Stadium Limfoma
Penyebaran Limfoma dapat dikelompokkan dalam 4 stadium. Stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut.
1.    Stadium I : Penyebaran Limfoma hanya terdapat pada satu kelompok yaitu kelenjar getah bening.
2.    Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, serta pada seluruh dada atau perut.
3.    Stadium III : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, serta pada dada dan perut.
4.    Stadium IV : Penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak

Diagnosis
Tes Diagnostik
Kondisi jinak juga dapat menyebabkan pembengkakan, sehingga diagnosis limfoma dibuat hanya setelah biopsi (pengangkatan sepotong jaringan) pembengkakan jaringan dilakukan dan diperiksa oleh ahli patologi (dokter yang memeriksa jaringan di bawah mikroskop).
Setelah limfoma dipastikan, pemeriksaan lebih lanjut, seperti scan, biopsi sumsum tulang dan tes darah mungkin diperlukan untuk melihat jangkauan limfoma tersebut. Tes fungsi jantung juga mungkin diperlukan untuk melihat apakah seseorang sehat untuk menjalani terapi.

Pengobatan Medis (Konvensional)
Pengobatan pada Limfoma Non Hodgkin dapat dilakukan melalui beberapa cara, sesuai dengan diagnosis dari beberapa faktor seperti apakah pernah kambuh, stadium berapa, umur, kondisi badan, kebutuhan dan keinginan pasien. Secara garis besar penyembuhan terjadi sekitar 93%, membuat penyakit ini sebagai salah satu kanker yang paling dapat disembuhkan. Penatalaksanaan Berdasarkan Tipe Keganasan dan Stadium.

Prognosis
Pemeriksaan klinis, sinar X dan laporan patologi usia dan status kesehatan keseluruhan dari pasien membantu tim medis untuk memutuskan kemungkinan perkembangan kasus individu Limfoma. Kemudian, tentu saja pengobatan yang sesuai akan dilakukan. Strategi pengobatan bervariasi dari orang ke orang. Dengan pengobatan yang tepat dan sesuai, hasil seseorang dengan Limfoma adalah baik.

Pengobatan Alternatif Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma) dengan Tahitian Noni Bioactive Beverage
Mekanisme Kerja TNBB (Tahitian Noni Bioactive Beverage)
Mekanisme kerja secara ilmiah mampu bekerja di tingkat molekular untuk :
1.    Meningkatkan dan merevitalisasi sistem kerja tubuh (self healing), bekerja melindungi, memperbaiki, mengaktifkan, meremajakan dan meregenerasi sel secara optimal.
2.    Memberikan efek manfaat yang optimal serta aman dikonsumsi baik oleh wanita hamil, menyusui, bayi, anak-anak hinggak orang dewasa, yang mencakup segala kondisi kesehatan.






 



Thursday, 19 June 2014

Testimoni Anang Budi Prasetyo - Penyakit Tumor Kelenjar Getah Bening


"Langkah medis merupakan pintu masuk untuk mengetahui penyakit apa yang kita derita. Namun jangan abaikan juga solusi alternatif seperti mengkonsumsi

Tahitian Noni Bioactive Beverage".

Munculnya benjolan di leher, mendorongnya untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter mendiagnosa Anang menderita Tumor Kelenjar getah bening, sehingga jalan satu-satunya penyembuhan adalah dengan operasi.

“Demi kesembuhan, walau dengan berat hati, akhirnya operasi itu harus saya jalani” tukas ayah dua anak ini. Pasca operasi ternyata menimbulkan masalah baru bagi Anang. Bekas jahitan yang terdapat di leher membuat Anang tidak bebas saat menggerakkan kepalanya. Parahnya lagi, setelah kurun waktu antara 7 hingga 8 bulan, benjolan itu timbul kembali. Bahkan dua benjolan tumor kelenjar getah bening sekaligus.

Hasil pengobatan medis yang tidak sempurna membuat Anang kecewa. Rasa antipati terhadap langkah medis sudah tumbuh mengakar dalam dirinya. Sampai ia hanya ingin menjalani pengobatan alternatif saja. Tepat Februari 2007 lalu, Anang mulai mengonsumsi Tahitian Noni secara teratur.

Hasilnya, benjolan di lehernya berangsur mengecil pada bulan pertama. Bahkan bekas jahitan sewaktu operasi dulu tak lagi membatasi kebebasan gerak lehernya. Di bulan ketiga, tepatnya April 2007 kedua benjolan lenyap tanpa bekas. Walau merasa antipati terhadap langkah medis. Anang tetap menyarankan agar langkah itu tidak diabaikan, karena medis menjadi pintu masuk untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab sakit yang kita derita. Solusinya, jalani dengan keihlasan dan kesabaran tanpa mengurangi ikhtiar secara medis dan alternatif.


  


  

Thursday, 29 May 2014

Pengobatan Alternatif Kanker Vagina

Kejadian kanker vagina primer sangatlah jarang terlihat. Terhitung sekitar keganasan alat kelamin perempuan adalah 1% karsinoma sel skuamosa, rambut kanker epitel seperti adenokarsinoma, sarkoma dan tumor melanoma. Kanker vagina sekunder lebih umum terlihat. Jadi setiap adanya kasus kanker vagina, harus dipertimbangkan apa yang menjadi kanker primernya.

Tingkat kekerapan kanker vagina primer sangat jarang, tapi kanker vagina yang disebabkan oleh adanya penyebaran dari kanker lain. Kanker vagina biasanya terjadi pada 1/3 dari dinding vagina. Pengobatan menggunakan radioterapi sangatlah sulit.

Di Amerika Serikat, kanker vagina dua kali lebih sering terjadi pada wanita kulit hitam dibandingkan dengan wanita kulit putih. Meskipun tidak ada data kuat selain dari AS, diperkirakan bahwa angka kejadian kanker vagina di negara berkembang jauh lebih tinggi daripada di AS.

Kanker vagina primer jarang terjadi, kira-kira 1-2 % dari seluruh kanker ginekologi. kontinuitas jaringan antara vagina dan serviks menyebabkan insiden kanker vagina sulit dikenali. Insiden yang dilaporkan sangat sedikit. Antara tahun 1985-1994 terjadi 4.885 kasus kanker vagina yang dilaporkan. Sebanyak 2.100 kasus dilaporkan ACS untuk tahun 2001.

Kanker vagina adalah keganasan berupa kanker yang timbul di vagina, tidak meliputi serviks dan vulva. Vagina terletak antara vulva sampai awal serviks uteri. Kasus harus diklasifikasikan sebagai karsinoma vagina bila lokasi primer pertumbuhannya adalah vagina.

Vagina adalah saluran yang berhubungan langsung dengan bagian terendah dari rahim, yaitu leher rahim. Dinding vagina yang dilapisi oleh epithelium yang terbentuk dari sel-sel skuamosa memiliki banyak lipatan yang membantu agar vagina tetap terbuka selama hubungan seksual atau proses persalinan berlangsung.

Vagina merupakan lokasi tersering terjadinya metastatis dari keganasan serviks dan endometrium sehingga semakin sulit untuk menentukan lokasi utama keganasannya.

Kanker atau tumor ganas biasanya ditemukan di dalam saluran menuju leher rahim atau pada dinding vagina. Kanker ini tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang selama bertahun-tahun. Kanker yang muncul pada vagina akan menyebabkan kerusakan atau luka pada lapisan vagina yang bisa menimbulkan pendarahan dan infeksi.

Penyebab Kanker Vagina
  1. Meningkatnya usia : Risiko kanker vagina meningkat seiring usia. Kebanyakan wanita yang didiagnosis dengan kanker vagina yang lebih tua dari 50 tahun. Sel atipikal dalam vagina disebut neoplasia intraepitel vagina. Wanita dengan intraepithelial neoplasia vagina memiliki peningkatan risiko kanker vagina. Sejumlah kecil wanita dengan neoplasia intraepitel vagina akhirnya akan mengembangkan kanker vagina, meskipun dokter tidak yakin apa yang menyebabkan beberapa kasus untuk berkembang menjadi kanker. Wanita yang berusia diatas 60 tahun umumnya menderita kanker vagina dengan jenis karsinoma skuamosa dan kanker vagina itu sendiri menyerang wanita yang berusia sekitar 50-70 tahun.
  2. DES : Suatu jenis obat hormonal yang dahulu banyak digunakan untuk mencegah keguguran pada wanita hamil. Apabila DES ini dikonsumsi oleh wanita hamil ketika masa kehamilan memasuki usia 16 minggu akan beresiko tinggi pada keguguran. Untuk mengkonsumsi DES ini harus melalui petunjuk dokter. Selain itu dari kasus yang terjadi 1 diantara 1000 wanita yang mengkonsumsi DES adalah mereka yang menderita adenokarsinoma yang menyerang sel bersih pada vagina maupun serviks.
  3. Adenosis vagina : Sekitar 40 % wanita yang telah mengalami merasa menstruasi, umumnya pada vagina akan ditemukan daerah-daerah tertentu yang dilapisi dengan sel gepeng yang disebut dengan sel skuamosa. Sel ini hampir ditemukan di dalam kelenjar rahim bagian bawah dan lapisan rahim. Umumnya terjadi pada wanita yang terpapar oleh DES selama perkembangan janin.
  4. Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) : Infeksi virus ini merupakan infeksi yang banyak terjadi dan merupakan virus penyebab yang banyak ditularkan melalui hubungan intim. HPV ini juga disebut sebagai virus penyebab kutil pada kelamin.
  5. Hubungan intim yang dilakukan saat usia dini.
  6. Sering melakukan hubungan intim dengan pasangan berbeda.
  7. Menderita kanker serviks sebelumnya : Hal ini disebabkan kaitan antara kanker vagina dengan HPV yang juga sangat berkaitan dengan kanker serviks. Sebanyak 85% dari kanker vagina prekursor VAIN berkaitan dengan HPV. Lesi prakanker yang berdiferensiasi baik atau VAIN dapat ditemukan pada kanker serviks. Secara histologi, VAIN digradasi dengan cara yang sama dengan serviks dan vulva yang dibagi ke dalam kategori I, II, dan III mengikuti derajat lesinya. VAIN III juga disebut CIS, VAIN I adalah ringan, dan VAIN II adalah sedang. Meskipun kanker invasif vagina lebih banyak terjadi pada wanita usia 60-an, VAIN berlangsung lebih awal antar 20-50 tahun.
  8. Vagina yang terinfeksi atau teriritasi.
  9. Merokok
Jenis Kanker Vagina

Kanker vagina dibagi menjadi berbagai jenis berdasarkan jenis sel di mana kanker dimulai. Jenis kanker vagina meliputi :
  1. Skuamosa vagina karsinoma sel, yang dimulai di sel skuamosa tipis. Sel datar yang melapisi permukaan vagina dan merupakan jenis yang paling umum. Ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 60 atau lebih. 
  2. Vaginal adenocarcinoma, yang dimulai dalam sel-sel kelenjar di permukaan vagina : Adenocarcinoma ini lebih mungkin daripada kanker sel skuamosa menyebar ke paru-paru dan getah bening. Ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 30 atau lebih muda. Juga terdapat dalam persen kecil dari wanita yang lahir antara tahun 1938 dan 1971 yang terkena obat dietilstilbestrol (DES). DES diresepkan untuk 5-10 juta ibu di waktu itu untuk mencegah kemungkinan keguguran dan kelahiran prematur. Biasanya, pasien hadir dengan adenocarcinoma sebelum usia 30, tetapi meningkatkan bukti menunjukkan efek di tahun-tahun juga. Terkena DES pasien juga mungkin menderita berbagai Kemandulan dan komplikasi kehamilan juga.
  3. Vaginal melanoma, yang berkembang dalam sel yang memproduksi pigmen (melanosit) dari vagina.
  4. Vaginal sarcoma, yang berkembang pada sel atau jaringan ikat halus otot sel di dinding vagina.
Gejala Kanker Vagina 
Organ reproduksi wanita rentan sekali dengan berbagai resiko penyakit. Vagina merupakan salah satu organ yang mudah terinfeksi oleh suatu mikroorganisme yang ditimbulkan oleh diri sendiri atau oleh pasangannya. Kanker vagina menyebabkan kerusakan pada lapisan vagina dan menyebabkan terbentuknya luka terbuka yang dapat mengakibatkan perdarahan dan vagina terinfeksi.

Seseorang yang menderita kanker vagina mungkin akan mengalami perdarahan melalui vagina atau keluar cairan encer dari vagina yang umumnya timbul usai melakukan hubungan intim. Jika ukuran kanker vagina memasuki stadium lanjut dengan ukuran kanker yang besar dapat mempengaruhi fungsi dari kandung kemih dan rektum, kemudian mengalami urgensi atau kesulitan untuk berkemih dan ketika berkemih terasa sakit dan nyeri.

- Gejala Primer
  • Pendarahan abnormal, pendarahan setelah berhubungan., pendarahan setelah menopause, keputihan dan keluar cairan dari vagina, pendarahan yang berbau. Bila kankernya sudah menyebar, gejala-gejala seperti nyeri pinggang dan abdominal dan gangguan pada sfinkter (seperti sering kencing, hematuria, disuria, darah dalam tinja, sembelit, dll); Di stadium lanjut, kondisi pasien bertambah parah, gejala-gejala seperti vesico-vaginal fistula atau rectovaginal fistula, disfungsi ginjal, anemia dapat terlihat.
- Gejala sekunder
  • Seperti batuk, batuk darah (bila sudah menyebar ke paru-paru), pembengkakan kelenjar getah bening. Bentuk kanker vagina biasanya menyerupai kembang kol, dan lama kelamaan bisa menjadi berbisul.
Gejala lainnya yang mungkin timbul dan dirasakan adalah :
  • Dari vagina keluar cairan dalam jumlah banyak seperti keputihan atau terkadang seperti darah (bukan darah menstruasi).
  • Merasakan seperti adanya benjolan atau ada sesuatu yang menganjal di dalam vagina.
  • Rasa nyeri ketika melakukan hubungan intim.
  • Jika sudah memasuki stadium lanjut, akan mengalami kesulitan dalam berkemih, rasa sembelit dan nyeri panggul yang tertahankan.
Penanganan Kanker Vagina

Sama seperti kanker serviks, mengubah perilaku seks dapat menurunkan resiko paparan terhadap HPV sekaligus menurunkan insiden kanker vagina. Karena adanya kaitan antara HPV dan kanker vagina, maka diharapkan dapat dicegah dengan memberikan vaksin profilaktik HPV.

Pencegahan kanker vagina meliputi diagnosis dan terapi yang tepat pada lesi prematur atau VAIN. Pasien dengan hasil tes Pap yang abnormal harus menjalankan pemeriksaan vagina secara keseluruhan (selain dari pemeriksaan serviks dan vulva). Seperti pada kanker serviks, lesi displasia vagina berubah menjadi putih dengan pemberian asam asetat 4%.

Lesi yang mencurigakan akan diperiksa dengan kolposkopi dan selanjutnya dilakukan biopsi. Secara kebetulan, kelainan hanya dapat ditemukan pada vagina, tetapi biasanya multifokal. Karena kurang adanya petunjuk yang jelas mengenai pengobatan untuk keadaan di atas, terapi harus dilakukan per individu.

Stadium Kanker Vagina
Tahapan berikut digunakan untuk kanker vagina :
  • Stadium 0 (karsinoma in situ) : Pada tahap 0, kanker sel skuamosa ditemukan dalam jaringan yang melapisi bagian dalam vagina. Stadium 0 kanker juga disebut karsinoma in situ.
  • Stadium I : Pada stadium I, kanker hanya ditemukan di vagina.
  • Stadium II : Pada stadium II, kanker telah menyebar dari vagina ke jaringan sekitar vagina.
  • Tahap III : Pada stadium III, kanker telah menyebar dari vagina ke kelenjar getah bening di panggul atau pangkal paha, atau panggul, atau keduanya.
  • Tahap IV : Stadium IV dibagi menjadi tahap IVA dan stadium IVB :
  1. Tahap IVA: kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul atau pangkal paha dan telah menyebar ke satu atau kedua bidang berikut : Lapisan kandung kemih atau rektum. Melewati batas panggul.
  2. Tahap IVB: kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang tidak dekat vagina, seperti paru-paru. Kanker juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening. kanker vagina Berulang
Kanker vagina berulang adalah kanker yang telah terulang (kembali) setelah telah diobati. Kanker mungkin datang kembali di vagina atau di bagian lain dari tubuh.
Prognosis Kanker Vagina
  • Para stadium kanker (apakah itu di vagina saja atau telah menyebar ke daerah lain).
  • Ukuran tumor.
  • Nilai dari sel tumor (betapa berbedanya mereka dari sel normal).
  • Dimana kanker berada dalam vagina.
  • Apakah ada gejala.
  • Pasien usia dan kesehatan umum.
  • Apakah kanker baru saja didiagnosis atau sudah berulang (kembali).
Pilihan pengobatan tergantung pada berikut :
  • Tahap, ukuran, dan lokasi kanker.
  • Apakah sel tumor sel skuamosa atau adenokarsinoma.
  • Apakah pasien memiliki rahim atau telah menjalani histerektomi.
  • Apakah pasien memiliki pengobatan radiasi masa lalu untuk panggul.
Angka five years survival rate (rata-rata kemampuan hidup dalam 5 tahun setelah terdeteksi adanya kanker adalah 50 % sama dengan kanker serviks).
Terapi Alami Penyembuhan Kanker Vagina Kanker

Baik tindakan operasi maupun terapi radiasi tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk dilakukan. Lagipula, resiko dari terapi tersebut cukup besar, apalagi untuk terapi radiasi, karena dapat menimbulkan berbagai macam efek samping yang malah sangat menyakitkan bagi penderitanya. Perlu para pembaca sekalian ketahui bahwasanya terapi kanker serviks juga dapat dilakukan dengan cara yang lebih aman dan murah, yakni dengan melakukan cara terapi alternatif. Hari ini mode terapi alternatif menjadi trend yang selalu dicari para penderita penyakit berbahaya, termasuk kanker serviks. Meski terapi alternatif kadang-kadang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat, terutama oleh mereka yang berasal dari kalangan atas. Namun jika Anda tahu, sebenarnya dengan terapi alternatif yang tepat, berbagai macam penyakit berbahaya bisa disembuhkan dengan cara yang lebih nyaman dan murah.

Dari riset seorang pakar DR. R.M Heinicke pada tahun 1972 an, yang menemukan kandungan yang mampu meregenerasi sel-sel tubuh manusia yang sudah rusak sekaligus membangun kemampuan melawan pertumbuhan sel-sel kanker, termasuk kanker serviks. Kandungan yang lebih bersifat enzime tersebut adalah Xeronine.

“Xeronine memiliki kemampuan untuk memodifikasi struktur molekul protein dan ini memang merupakan mekanisme sangat penting untuk mayoritas kegiatan biologi. Pengikatan senyawa protein dalam tubuh kita membutuhkan kekhususan supaya bisa bekerja secara efisien. Peran xeronine adalah untuk mendorong protein dalam tubuh kita membentuk formasi yang tepat sehingga bekerja dengan benar. Hal ini bisa didapat dengan meningkatkan asupan buah mengkudu Tahiti yang mengandung pro-xeronine, yang terbukti memberi banyak manfaat kesehatan dan membantu memperbaiki protein yang memiliki formasi yang bermasalah (Wang et al., 2002)

Sejak saat itu dimulailah perburuan mendapatkan zat Xeronine. Namun karena ukurannya yang begitu kecil, menjadi kendala menjadikannya feasible /layak dalam skala pengembangan.

Kabar baik itu datang dari sebuah pulau kecil ditengah Samudra Atlantic, Hawai. Telah ditemukan precursor Xeronine, yaitu ProXeronine didalam tubuh manusia Proxeronine diproses menghasilkan xeronine, riset selanjutnya proxeronine luar biasa banyak ditemukan didalam buah Noni alias mengkudu dan hanya mengkudu dari Hawai (Tahitian Noni). Belum ada kandungan pernah ditemukan kandungan ProXeronine didalam tumbuhan lain, sebanyak yang ditemukan didalam Tahitian Noni (mengkudu dari pulau Hawai).

Inilah yang menjadi alasan kenapa terapi kanker serviks alternatif dengan menggunakan Jus Tahitian Noni terbukti sangat efektif. Efektifitas jus Tahitian Noni sebagai obat herbal yang mujarap dalam terapi kanker serviks telah dibuktikan oleh banyak sekali orang yang berhasil sembuh dengan menikmati saripati dalam bentuk jus buah secara tepat dan teratur.

Sebenarnya Apakah Jus Tahitian Noni itu?

Jus Tahitian Noni adalah saripati yang terbuat seutuhnya dari bahan-bahan herbal alami yang berkhasiat tinggi. Telah dibuktikan secara medis bahwa buah Noni Tahiti, yang merupakan bahan utama pembuatan obat herbal Tahitian Noni, mengandung nutrisi-nutrisi penting yang dapat menyehatkan tubuh sekaligus melawan sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh. Dengan fakta tersebut, terapi kanker serviks menggunakan obat herbal Tahitian Noni adalah sebuah tindakan yang sangat tepat. Selain itu terapi dengan Tahitian Noni tidak akan menimbulkan efek samping apapun karena memang ramuan ini terbuat dari 100% bahan-bahan alami, tanpa campuran obat kimia.

Telah ditemukan “ProXeronine” dalam buah noni tahiti, mampu menghentikan penyebaran kanker serviks, serta menyembuhkannya tanpa operasi dan akan membuat hidup anda menjadi lebih panjang.

Ratusan riset ilmiah telah di lakukan para saintis bidang kesehatan untuk mendapatkan kandungan Proxeronine dan mereka menemukannya dalam buah Noni Tahiti, Zat tersebut berhasil merevitalisasi & meregenerasi Sel yang telah mati hingga berfungsi lagi, secara alami mampu meningkatkan sistim kekebalan tubuh seseorang, meningkatkan fungsi dari sel dan memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh, baik yang diakibatkan berbagai penyakit atau proses penuaan. Mampu melawan kanker ganas dan berfungsi sangat baik dalam penyembuhannya termasuk dalam terapi kanker serviks.

Tahitian Noni Juice bermanfaat untuk kanker karena Tahitian Noni Juice bekerja ditingkat selular. Lebih jauh lagi dipercaya bahwa Tahitian Noni Juice meningkatkan struktur selular yang di hancurkan oleh kanker.

Beberapa penelitian lain telah dilakukan di laboratorium-laboratorium untuk menegaskan kemampuan Tahitian Noni Juice untuk melawan kanker serviks. Mengulang informasi penelitian saripati tahitian noni melawan sel kanker pada tikus, dimana empat orang ilmuwan dari Jepang menyuntikkan sel ras (sel yang menjadi pemicu bagi pertumbuhan yang merusak) dengan substansi yang disebut damnacanthal yang ditemukan dalam Tahitian Noni Juice.

Damnachantal adalah salah satu kandungan didalam Tahitian Noni Juice yang di percaya sebagai agen anti kanker. Dipercaya juga bahwa Tahitian Noni Juice mempunyai fungsi pencegahan dan perlindungan terhadap kanker pada tahap inisisasi, yang merupakan fase pertama pada pembentukan kanker. Tikus yang diberi Tahitian Noni Juice mempunyai 50% bercak DNA lebih sedikit di paru-paru, 60% lebih sedikit di jantung, 70% lebih sedikit di lever, dan 90% lebih sedikit di ginjal. Tahitian Noni Juice telah terbukti memiliki kemampuan anti oksidan. Radikal bebas dapat merusak sel dan membentuk sel kanker.


  

  

http://khasiattahitiannonijuice.blogspot.com/search/label/Join%20Bisnis%20And%20Member