Efek Blog

Tuesday, 25 November 2014

HIV Tanpa Gejala- Obat Herbal HIV-AIDS


Apakah Anda curiga telah terinfeksi HIV/AIDS? Atau apakah Anda sedang khawatir menanti gejala HIV/AIDS ?

Tidak semua gejala HIV terlihat dan terasa oleh penderita, hanya pemeriksaan Laboratorium yang dapat menunjukkannya...akan tetapi jangan terlena dengan fenomena ini...Kebanyakan dari penderita HIV memang mengalami tanpa gejala disebut Latent Periode, berlangsung 4 bulan- 10 Tahun, namun biasanya terjadi hanya sampai 5 tahun. Selanjutnya, memasuki tahap akhir dari perjalanan virus yaitu AIDS dimana kondisi pasien sudah sangat parah yang menunjukkan gejala- gejala penyakit oportunistik...

Oleh karena itu, kami menghimbau, memberi saran kepada Anda, Sahabat semua bahwa bila :

1. Melakukan hubungan sexual (free sex/ paid sex)

2. Kontak darah dari luka dengan orang yang sudah terpapar dengan HIV

3. Menggunakan jarum suntik/tindik secara bersama- sama dengan orang yang sudah terinfeksi khususnya pengguna NAPZA

4. dari Ibu hamil kepada janin yang dikandungnya

Maka, kondisi diatas menunjukkan berisikonya seseorang tertular penyakit ini. Anda harus melakukan pemeriksaan Laboratorium sesegera mungkin. Konsultasikan dengan dokter Anda, dan Anda juga dapat melakukan konsultasi kepada kami untuk penggunaan produk kami sebagai pendamping obat- obat medis. 
Ada beberapa cara untuk mendapatkan produk kami :
1. Beritahukan lokasi Anda (karena kami berada di kota Pekanbaru), kami bisa melakukan cek PUC terdekat dari kota tempat tinggal Anda. Pada saat membeli sendiri berikan no ID kami 3710019 sebagai sponsore Anda. Hal ini penting karena selama konsumsi obat maka kami merupakan konsultan pribadi Anda

2. Bila Anda ingin membelinya dari kami, maka Anda harus melakukan transaksi terlebih dahulu sehingga kemudian kami bisa memproses pengiriman
Segeralah Bebaskan diri Anda dari cengkraman Mematikan Virus ini...hubungi kami Ibu Noni/ 082187741616.

Sunday, 23 November 2014

Obat Herbal Alami Radang Tenggorokan pada Anak/ Pharyngitis


Radang tenggorokan dan infeksi amandel memang banyak dialami anak-anak usia sekolah. Sekitar 85% radang tenggorokan pada anak disebabkan infeksi virus batuk-pilek atau virus lain. Penyebab lainnya adalah alergi dan bakteri streptokokus grup A atau bakteri lain.

Radang Tenggorokan atau FARINGITIS adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan dari faring (terletak dibagian belakang tenggorokan), yang biasanya menyebabkan rasa sakit ketika menelan.

Epidemiologi Radang Tenggorokan
Anak rata-rata terdapat 5 kali infeksi saluran pernafasan bagian atas dan pada orang dewasa hampir separuhnya. Kasus Faringitis akut di Rumah Sakit Panti Rapih tahun 2010 sebesar 5.305 kasus. Di USA, faringitis terjadi lebih sering terjadi pada anak-anak daripada pada dewasa. 

Sekitar 15 – 30 % faringitis terjadi pada anak usia sekolah, terutama usia 4 – 7 tahun, dan sekitar 10% nya diderita oleh dewasa. 

Patofisiologi Radang Tenggorokan/ Faringitis 
Pada faringitis yang disebabkan infeksi, bakteri ataupun virus dapat secara langsung menginvasi mukosa faring menyebabkan respon inflamasi lokal. Kuman menginfiltrasi lapisan epitel, kemudian bila epitel terkikis maka jaringan limfoid superfisial bereaksi, terjadi pembendungan radang dengan infiltrasi leukosit polimorfonuklear. Pada stadium awal terdapat hiperemi, kemudian edema dan sekresi yang meningkat. Eksudat mula-mula serosa tapi menjadi menebal dan kemudian cendrung menjadi kering dan dapat melekat pada dinding faring. Dengan hiperemi, pembuluh darah dinding faring menjadi lebar. Bentuk sumbatan yang berwarna kuning, putih atau abu-abu terdapat dalam folikel atau jaringan limfoid. Tampak bahwa folikel limfoid dan bercak-bercak pada dinding faring posterior, atau terletak lebih ke lateral, menjadi meradang dan membengkak. Virus-virus seperti Rhinovirus dan Coronavirus dapat menyebabkan iritasi sekunder pada mukosa faring akibat sekresi nasal. Infeksi streptococcal memiliki karakteristik khusus yaitu invasi lokal dan pelepasan extracellular toxins dan protease yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang hebat karena fragmen M protein dari Group A streptococcus memiliki struktur yang sama dengan sarkolema pada myocard dan dihubungkan dengan demam rheumatic dan kerusakan katub jantung. Selain itu juga dapat menyebabkan akut glomerulonefritis karena fungsi glomerulus terganggu akibat terbentuknya kompleks antigen-antibodi.
Penyebab Radang Tenggorokan/ FaringitisRadang tenggorokan dan infeksi amandel memang banyak dialami anak-anak usia sekolah. Sekitar 85% radang tenggorokan pada anak disebabkan infeksi virus batuk-pilek atau virus lain. Penyebab lainnya adalah alergi dan bakteri streptokokus grup A merupakan penyebab terbanyak pada anak usia 5 – 15 tahun atau bakteri lain.

Gejala Pharyngitis/ Radang Tenggorokan
Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. Gejala lainnya adalah :

  1. Demam 
  2. Pembesaran kelenjar bening
  3. Peningkatan jumlah sel darah putih
Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri. Kenali gejala umum radang tenggorokan akibat infeksi virus sebagai berikut :
  1. Rasa Pedih atau gatal dan kering 
  2. Batuk dan bersin
  3. Sedikit demam atau tanpa demam
  4. Suara serak atau parau
  5. Hidung meler dan adanya cairan dibelakang hidung
Cara Penularan Radang Tenggorokan/ Faringitis
Bila disebabkan virus, perpindahan virus bisa terjadi melalui percikan air liur penderita yang berada di sekeliling kita. Bakteri bisa masuk ke dalam tenggorokan melalui makanan, alat makan, atau tangan yang kotor.

Penatalaksanaan/ Cara Perawatannya
Banyak minum. Minuman hangat akan memberi rasa nyaman pada tenggorokan. Jika anak demam atau merasa tidak nyaman, berikan parasetamol. Kalau hidung tersumbat, berikan tetes hidung NaCl (bisa dibeli di apotik) dan menghirup uap air panas. Pengobatan dengan antibiotika hanya diperlukan bila radang disebabkan bakteri streptokokus atau bakteri lainnya; serta tidak untuk mengatasi virus.
Penicillin benzathine; diberikan secara IM dalam dosis tunggal. Penicillin; diberikan secara oral · Eritromisin, Penicillin profilaksis, yaitu penicillin benzathine G; diindikasikan pada pasien dengan risiko demam reumatik berulang Sedangkan, pada penyebab virus, penatalaksanaan ditujukan untuk mengobati gejala, kecuali pada penyebab virus influenza dan HSV. Beberapa obat yang dapat digunakan yaitu: · Amantadine. Rimantadine
, Oseltamivir. Zanamivir; dapat digunakan untuk penyebab virus influenza A dan B · Asiklovir; digunakan untuk penyebab.

Komplikasi Faringitis/ Radang Tenggorokan

  1. Penyumbatan jalan nafas 
  2. Demam scarlet, yang ditandai dengan demam dan bintik kemerahan ·Demam reumatik, yang dapat menyebabkan inflamasi sendi atau kerusakan pada katup jantung. Pada negar berkembang, sekitar 20 juta orang mengalami demam reumatik akut yang mengakibatkan kematian.Demam reumatik merupakan komplikasi yang paling sering terjadi dari faringitis.
  3. Glomerulonefritis; Komplikasi berupa glomerulonefritis akut merupakan respon inflamasi terhadap protein M spesifik. Kompleks antigen-antibodi yang terbentuk berakumulasi pada glomerulus ginjal yang akhirnya menyebabkan glomerulonefritis ini.
  4. Abses peritonsilar biasanya disertai dengan nyeri faringeal, disfagia, demam, dan dehidrasi.
  5. Shok
Pencegahan Faringitis/ Radang Tenggorokan
Menghindari kontak dengan penderita batuk-pilek, influenza, atau infeksi streprokokus, banyak minum, serta meningkatkan stamina dengan istirahat dan makan dengan baik.

Prognosis Pharyngitis
Umumnya prognosis pasien dengan faringitis adalah baik. Pasien dengan faringitis biasanya sembuh dalam waktu 1-2 minggu.
Tips untuk Bunda : Konsultasikan ke dokter jika anak demam di atas suhu 39°C, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur, tampak bintik putih atau luka pada tenggorokan yang tampak merah, nyeri pada leher, dan suara serak yang berlangsung selama 2 minggu. 
Obat Tradisional Radang Tenggorokan/ Faringitis/ Pharyngitis dengan Tahitian Noni Bioactive Beverage
Tahitian Noni Bioactive Beverage bisa dikombain dengan obat medis namun diberikan jarak 1 jam antara pemberian Tahitian Noni Bioactive Beverage dengan obat medis seperti pada pasien kami. Memberikan obat medis :
  • Cefadroxil Dry Syrup 2 x 2.5 ml
  • Starmuno Kids Sirup 2 x 5 ml
  • Celestamine Syrup 2 x 5 ml
  • Bufect Forte 3.5 ml tiap 6 jam
  • Ataroc Syirup 2 x 2.5 ml
  • Racikan Puyer 3 x 1 sachet
Tahitian Noni aman :
Aman Berdasarkan Standar Global
European Food Safety Authority (EFSA) dalam laporan ilmiah yang diberikan kepada European Commission – Scientific Committee on Food (BPOM Eropa) tertanggal 01 September 2006 aman dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya.
Berikut ini adalah hasil-hasil uji klinik TAHITIAN NONI Juice karya para  penelitu Departemen R&D Tahitian Noni International Inc. (mencapai 58 topik publikasi uji klinik):
• TAHITIAN NONI Bioactive Beverage Sumber Antioksidan Superior
Guna Membantu Tubuh mengatasi Radikal Bebas Berbahaya. Uji klinik pada  manusia double-blind dilakukan terhadap 68 perokok aktif. Hasilnya, efek  mengkonsumsi TAHITIAN NONI Bioactive Beverage (2 oz/hari) selama 1 bulan signifikan  mereduksi radikal bebas plasma untuk jenis SAR (27%) dan LPO (23%)  dibamdingkan plasebo (Wang, min-Yang et al. XI Biennial Meeting of the  Society for Free Radical Research International, 2002).
• TAHITIAN NONI Bioactive Beverage Meningkatkan Energi dan Kekuatan Fisik.
Uji klinik pada manusia dilakukan terhadap 40 atlet terlatih  pemeriksaan treadmili dan darah. Hasilnya, efek mengkonsumsi TAHITIAN  NONI Bioactive (100 mL) selama 3 minggu meningkatkan time exhaustion (21%),  dan menurunkan semiluminesen darah (25%) (Palu, Afa K. et al. Journal of  Medicinal Plant Research, 2008).

• TAHITIAN NONI Bioactive Beverage Meningkatkan Fungsi Sistem Imun.
Uji  klinik pada manusia dilakukan terhadap 12 relawan yang sehat. Hasilnya,  efek mengkonsumsi TAHITIAN NONI Bioactive (330 mL) selama 8 minggu  signifikan mereduksi MDA, meningkatkan aktivitas IL-2 dan sel NK, tanpa  memicu efek samping.
Selain uji klinik yang resmi diprogramkan Tahitian Noni International  Inc., efikasi Morinda citrifolia L. juga cukup menarik perhatian para  ilmuan biomedik dari berbagai negara. Misalnya, Departemen Kesehatan  Amerika menghibahkan dana penelitian untuk uji klinik fase- 1 mengenai  toleransi dosis dan toksisitas produk olahan Morinda citrifolia L. 2000  mg selama 28 hari.
Dosis ini terus ditingkatkan dengan penambahan 2000 mg selama 28 hari.  Dosis ini terus ditingkatkan dengan penambahan 2000 mg/hari, sampai  tercapai dosis maksimal 10 gram per hari (Isset et al. Qual Life Res,  2005). Dosis aman ini setara dengan 200 mL (secangkir) TAHITIAN NONI Bioactive. Berdasarkan uji klinik tahap- 1, maka jus noni dikategorikan aman  dijadikan sumber nutrisi untuk meningkatkan kualitas kesehatan.
Dan masih banyak lagi riset tentang Morinda citrifolia L. sebagai produk  naturaseutikal atau etnomedika terpopuler di dunia. Sampai akhir tahun  2008 saja diperkirakan lebih dari 300 Jurnal internasionlal telah  mempublikasikan keunggulan efek terapeutik Morinda citrifolia L.  sementara itu jus noni sebagai produk komersil nutrisi atau suplemen  dilaporkan telah memecahkan rekor penjualan tertinggi di Amerika, dan  dalam dua dekade terakhir tercatat sebagai produk botani yang paling  laris di dunia (News, Alternative Medicine, 2007). Jadi, sangat wajar  terjadi ledakan riset Morinda cifitrolia L. karena produk komersilnya  benar-benar digandrungi masyarakat global.
Terakhir, di bawah ini akan disarikan hasil-hasil riset biomolekuler  tentang Morinda cifitrolia L. (noni) karya para peneliti lintas negara  yang dipublikasikan melalui aneka jurnal internasional.
• Puree buah Morinda cifitrolia L. berfungsi sebagai imunomodulator atau alternatif antibiotik nenatal.
Penelitian in vivo memakai uji bakterisida pada lembu neonatal yang  diminumkan puree Morinda cifitrolia L. sebanyak 25 mL dua kali dalam  sehari (pengganti susu) memperlihatkan signifikasi efek letal terhadap  Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis pada hari ke-14  dibandingkan kontrol (Schafer et al. 2007).

Saturday, 25 October 2014

Mata Berair dan Belekan pada Anak/ Gangguan pada Mata

Orangtua sering mengeluhkan gangguan mata bayinya yang tak kunjung sembuh berupa mata belekan dan air mata berlebihan yang lebih sering pada satu sisi. Bayi yang baru lahir dan bayi yang lebih muda umumnya memiliki beberapa gangguan pada mata yang sering masih belum jelas penyebabnya. Gangguan mata pada bayi tersebut adalah Sumbatan Ductus Nasolacrimalis, Epiphora, Hordeolum dan Pink Eye. 

Sampai saat ini masih banyak kontroversi yang terjadi antara beberapa dokter dalam memastikan penyebabnya. Selama ini sumbatan tersebut sering dianggap karena infeksi dan harus diberi antibiotika tetes mata. Ternyata berbagai laporan ilmiah kasus menunjukkan bahwa gangguan tersebut berkaitan dengan alergi. Saat dilakukan terapi dengan pemijatan, obat tetes antibiotika dan bahkan dengan operasi juga tidak membaik. Tetapi saat dilakukan penanganan alergi dengan melakukan eliminasi provokasi gangguan tersebut dapat membaik dengan cepat tanpa dilakukan pengobatan atau operasi.

Gangguan Mata Yang Sering Dikaitkan
  1. Dengan Alergi pada Bayi : Sumbatan Ductus Nasolacrimalis. Mata bayi tampak selalu berair (belekan), karena saluran air mata dari mata ke hidung tersumbat. Meskipun sering sulit dibedakan dengan Pink Eye, lebih sering disebabkan oleh saluran air mata tersumbat atau dacryostenosis. Saluran air mata tersumbat terjadi ketika saluran nasolacrimal yang mengeluarkan air mata dari mata ke dalam hidung, tersumbat karena berbagai hal mekanisme inflamasi seperti allergi, infeksi dan trauma. Diperkirakan hingga 30 persen bayi baru lahir dilahirkan dengan saluran air mata tersumbat. Beberapa dokter biasanya memberi obat tetes antibiotik untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi, dan orang tua diajari memijit-mijit pangkal hidung secara rutin setiap hari untuk membantu ‘membuka’ sumbatan. Jika masih tersumbat juga, kemungkinan dilakukan operasi kecil untuk membuka sumbatan tersebut. Kebanyakan sumbatan akan membuka spontan sebelum anak berusia 7 bulan. Apabila setelah dilakukan pijatan sumbatan menetap hingga anak berusia 12-18 bulan, perlu dilakukan tindakan yang lebih invasif menggunakan selang logam untuk mendorong sumbatan, atau dengan implan saluran air mata buatan yang disebut “Jonas tube”. Ternyata gangguan mata tersebut tidak banyak perbaikan dan manfaat pemberian antibiotika tetes mata dan pemijatan tidak terlalu bermakna. Bahkan setelah pemberian antibiotika dan pemijatan tidak membaik dilakukan operasi. Tetapi setelah dilakukan operasi gangguan membaik sesaat tetapi beberapa saat kemudian gangguan tersebut timbul lagi. Tetapi setelah dilakukan pengamatan bayi dengan gangguan tersebut juga mempunyai tanda dan gejala alergi lainnya. Saat dilakukan intervensi eliminasi provokasi makanan ternyata gangguan tersebut dapat hilang tanpa operasi. 
  2. Epiphora, dimana mata terus berair akibat air mata yang keluar berlebihan. Berkat adanya sistem lakrimal, kedua mata kita mata dipertahankan untuk selalu basah, tetapi bagaimana bila mata menjadi terlalu basah sehingga tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Sistem lakrimal terdiri atas kelenjar lakrimal dan saluran lakrimal. Kelenjar lakrimal terletak di antara alis dan sudut mata bagian luar, sedangkan saluran lakrimal ditemukan di sudut mata dalam dekat hidung. Epiphora juga dapat terjadi pada 5-6% anak. Namun 60-90% nya dapat sembuh spontan dalam satu tahun kehidupan .
  3. Pink Eye. Gangguan lain berupa mata sedikit merah dan belekan paling sering dialami oleh bayi sering disebut Pink Eye. Pink eye atau conjungtivitis adalah kemerahan dan bengkak pada selaput mata yang menutupi putih mata dan selaput pada bagian dalam kelopak mata. Pink Eye seringkali disebabkan karena virus, alergi atau iritasi. Paling kasus infeksi virus, sering gangguan ini disertai infeksi saluran napas atas lainnya seperti Common Cold, Flu atau Influenza. Pada penyakit flu yang sering mengalami tampilan gangguan mata seperti ini sering disebabkan karena virus berjenis norovirus. Ketika mata bayi atau anak belekan dan sedikit merah di ujungnya, meski ringan seringkali membuat orangtua panik. Tidak tanggung-tanggung selain dokter anak juga dikonsultasikan ke dokter ahli mata. Akhirnya ke dua dokter memberi obat yang berbeda. Sedangkan orangtua yang memperhitungkan biaya dalam menangani kesehatan anak, hanya membeli obat tetes mata antibiotika sendiri langsung ke apotik. Padahal sebagian besar kasus infeksi mata tersebut adalah “Pink Eye” yang bisa disebabkan alergi, iritasi atau virus flu yang menyertai gangguan saluran napas dan tidak memerlukan pengobatan khusus seperti antibiotika tetes mata atau antibiotika minum per oral. Penanganan Pink Eye pada umumnya cukup dibersihkan kapas atau kain basah hangat yang bersih bila timbul kotoran mata. 
  4. Hordeolum (stye/ bintitan atau timbilan). Hordeolum selamai ini masih dianggap karena infeksi atau peradangan pada kelenjar di tepi kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri, biasanya oleh kuman Stafilokokus (Staphylococcus aureus). Hordeolum dapat timbul pada 1 kelenjar kelopak mata atau lebih. Kelenjar kelopak mata tersebut meliputi kelenjar Meibom, kelenjar Zeis dan Moll. Berdasarkan tempatnya, hordeolum terbagi menjadi 2 jenis, (1) Hordeolum interna, terjadi pada kelenjar Meibom. Pada hordeolum interna ini benjolan mengarah ke konjungtiva (selaput kelopak mata bagian dalam). (2)Hordeolum eksterna, terjadi pada kelenjar Zeis dan kelenjar Moll. Benjolan nampak dari luar pada kulit kelopak mata bagian luar (palpebra). Tanda-tanda hordeolum sangat mudah dikenali, yakni nampak adanya benjolan pada kelopak mata bagian atas atau bawah, berwarna kemerahan. Adakalanya nampak bintik berwarna keputihan atau kekuningan disertai dengan pembengkakan kelopak mata. Pada hordeolum interna, benjolan akan nampak lebih jelas dengan membuka kelopak mata. Keluhan yang kerap dirasakan oleh penderita hordeolum diantaranya rasa mengganjal pada kelopak mata, nyeri takan dan makin nyeri saat menunduk. Kadang mata berair dan peka terhadap sinar. Hordeolum dapat membentuk abses di kelopak mata dan pecah dengan mengeluarkan nanah. Pada penelitian Judarwanto W, pada 33 kasus penderita hordeolum yang datang ke Children Allergy Clinic telah mengalami keluhan lebih dari 2 minggu. Dari sebagian penderita tersebut sebelum datang ke klinik 60% sudah diberikan antibiotika tetes dan salep mata, 10% dioperasi dan 30 % belum diobati. Pada pasien yang dioperasi semua penderita mengalami kekambuhan hordolum tempat yang sama atau di sekitarnya, bahkan terdapat 2 pasien yang sudah dioperasi 2 kali. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan mengetahui riwayat kesehatan sebelumnya ternyata semua pasien mengalami gejala dan tanda alergi. Saat dilakukan penanganan alergi dengan melalui eliminasi provokasi makanan tanpa pemberian obat 88% atau 29 penderita terdapat perbaikkan tanpa pemberian obat dan operasi selama 3 minggu. Sedangkan 5 penderita keluar dari penelitian karena tidak dapat memtuhi prosedur eliminasi provokasi makanan dengan disiplin.

Pengobatan Alamiah untuk Kesehatan Mata 
dengan Tahitian Noni Bioactive Beverage

Hak Paten dari USPTO dan WIPO yang setiap tahun terus bertambah. Bahkan Ratusan Hak Paten Efek Terapeutik TAHITIAN NONI Juice itupun merupakan Hasil Riset yang Berkesinambungan.
Program Riset Berkesinambungan adalah KOMITMEN UTAMA Tahitian Noni International Inc. Untuk terus mengeksplorasi rahasia etnomedika warisan nenek bangsa Polinesia dan mempersembahkan produk olahan Morinda citrifolia L. Yang TERBAIK untuk MASYARAKAT DUNIA (Global). Hal ini terbukti dengan terjadinya peningkatan statistik publikasi riset tahunan tentang Morinda citrifolia L. Pasca berdirinya Tahitian Noni International.

Sejauh ini hasil-hasil riset Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) telah dipublikasikan dalam sejumlah jurnal internasional. Banyaknya publikasi ini mengisyaratkan komunitas ilmiah internasional telah mengakui eksitensiTahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) pada khususnya, dan etnomedika Morinda citrifolia L. pada umumnya.

Noni, sebagai “tanaman untuk efek terapi” (medical plant), menurut penelitian telah ditemukan kandungan bioaktif dan ketersediaan hayati di dalamnya. Kandungan tersebut dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Sedangkan efektifitas dari “medical plant” yang terdapat dalam noni adalah luar biasa.

Seperti halnya vitamin dan mineral, bioaktif adalah senyawa kimia yang menghasilkan aktifitas biologi dalam tubuh. Sedang kan noni mengandung bioaktif yang beragam dan luar biasa, seperti iridoit, lignin, coumarin, polisakarida, flavonoid, dan asam lemak.

Bioavailability noni, menggambarkan jumlah suatu komposisi/senyawa yang mencapai system sirkulasi dan sel.
Sejumlah faktor mempengaruhi “bioavailability” dari suatu substansi, termasuk kest abilan dan kelarutan.
Semakin stabil suatu komposisi/senyawa, semakin baik ketahanan formasi molekulnya walaupun terekspos cahaya, panas, udara, penyimpanan dll.
Komposisi berdaya larut tinggi dengan cepat dibawa oleh aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga lebih mudah diserap sel.

Tujuh manfaat jus noni
  1. Pendorong kekebalan: Noni dianggap sebagai salah satu buah yang paling bergizi. Banyak nutrisi yang dikenal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. 
  2. Pencernaan: Jus Noni secara tradisional telah digunakan sebagai obat cuci perut. 
  3. Anti- oksidan: Penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan Noni juice mempunyai peran yang lebih baik daripada ekstrak biji anggur dan pycnogenol. 
  4. Analgesik: Noni pohon juga tahu sebagai ‘ Painkiller dan Headache tree ‘. Dalam kandungan Noni telah ditemukan morfin sulfat yang bekerja efektif dapat mengurangi rasa nyeri sekitar 75 % tanpa efek samping. 
  5. Antibakteri, antijamur dan antiparasit: Dengan adanya senyawa aktif seperti antrakuinon, skopoletin dan terpene, Noni sangat efektif mengendalikan bakteri dan jamur. 
  6. Anti- inflamasi: Jus Noni telah menunjukkan hasil yang mirip dengan over-the -counter obat-obat baru anti – inflamasi, yang disebut obat anti – inflamasi non-steroid ( NSAID ). 
  7. Anti- tumor / anti- kanker: Jus Noni mengandung noni – ppt, yang telah menunjukkan aktivitas anti – tumor.

 

Saturday, 4 October 2014

Diit/ Makanan untuk Penderita Tifus

Diet demam thypoid adalah diet yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan makan penderita thypoid dalam bentuk makanan lunak rendah serat. Tujuan utama diet demam thypoid adalah memenuhi kebutuhan nutrisi penderita demam thypoid dan mencegah kekambuhan. Penderita penyakit demam Tifoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain:
  • Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin & protein,
  • Tidak mengandung banyak serat,
  • Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas,.
  • Makanan lunak diberikan selama istirahat.
Makanan dengan rendah serat dan rendah sisa bertujuan untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna. Pemberian bubur saring, juga ditujukan untuk menghindari terjadinya komplikasi perdarahan saluran cerna atau perforasi usus. Syarat-syarat diet sisa rendah adalah:
  1. Energi cukup sesuai dengan umur, jenis kelamin dan aktivitas,
  2. Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total,
  3. Lemak sedang, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total,
  4. Karbohidrat cukup, yaitu sisa kebutuhan energi total,
  5. Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8 gr/hari. Pembatasan ini disesuaikan dengan toleransi perorangan,
  6. Menghindari susu, produk susu, daging berserat kasar (liat) sesuai dengan toleransi perorangan,
  7. Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam dan berbumbu tajam,
  8. Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan dingin,
  9. Makanan sering diberikan dalam porsi kecil 10. Bila diberikan untuk jangka waktu lama atau dalam keadaan khusus, diet perlu disertai suplemen vitamin dan mineral, makanan formula, atau makanan parenteral.

Tabel 1. Diit yang dianjurkan untuk penderita Thypus Abdominalis
NO
Sumber makanan
Jenis Makanan
1
Karbohidrat
Beras dibubur/tim, roti bakar, kentang rebus, krakers, tepung-tepungan dibubur atau dibuat puding
2
Protein Hewani
Daging empuk, hati, ayam, ikan direbus, ditumis, dikukus,diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman; susu maksimal 2 gelas per hari  
3
Protein Nabati
Tahu, tempe ditim, direbus, ditumis; pindakas; susu kedelai
4
Sayur-sayuran
Sayuran berserat rendah dan sedang seperti kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel  direbus, dikukus, ditumis
5
Buah-buahan
Semua sari buah; buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti pepaya , pisang, jeruk, alpukat
6
Lemak Nabati
Margarin, mentega, dan minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup
7
Minuman
Teh encer
8
Bumbu
Garam, vetsin, gula, cuka, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas 
9
Tahitian Noni JuiCe
Hak Paten Tahitian Noni Bioactive Beverage untuk Penyembuhan Tifus

Hak Paten (WO 03/099310 A1) – 4 Desember 2003
"ANTIFUNGAL EFFECTS OF MORINDA CITRIFOLIA"

      Morinda citrifolia L. memiliki banyak komponen antimikrobial diantaranya etanol, metanol, dan etil asetat ekstrak Morinda citrifolia L. yang terbukti memiliki aktivitas antimikrobial ketika diuji melawan  bakteri dan jamur patogen (S. aureus, E. coli, C. albicans, T. Mentagrophytes, dan A. Niger).
       Hasil penelitian uji mikrobiologi memakai kultur mikroorganisme Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Salmonella choleraesuis seroti enteriditas, Listeria monocytogenes, Candida albicans, dan Sterptococcus mutans, memperlihatkan kapasitas inhibisi (MIC) oleh neutralisasi Morinda citrifolia L. terjadi dalam konsentrasi 1:2 dan pemulihan neutralisasinya mencapai 40%-97%.
       Efek antimikrobial Morinda citrifolia L. signifikan hampir pada semua mikroba.

Hak Paten (USPTO 7,048,952) – 23 Mei 2006
"Formulation For Inhibiting Fungal and Microbial Growth Comprising Morinda Citrifolia Puree Juice"
Jamur patogen diantaranya Trichophyton mentagrophytes, Aspergillus Niger dan Candida albicans. Ketiganya dapat menyebabkan infeksi mikosis pada manusia seperti kasus kandidiasis ditandai infeksi endogen, infeksi primer pada mukosa dan kulit dengan diseminasi sekunder; kasus aspergilosis ditandai infeksi pada saluran respirasi, endoftalmitis, infeksi sistem saraf pusat, dan septik aspergilosis; dermatomikosis ditandai dermatofit filamentosa, infeksi terjadi melalui kontak secara langsung maupun tidak pada spesies antrofilik, zoofilik dan geofilik. Infeksi mikosis (oportunis dan kutanus) umumnya pada pasien imunokompromis, sehingga naturaseutikal Morinda citrifolia L. sangat potensial untuk membangkitkan respon imun seluler maupun humoral yang akan berfungsi sebagai efektor terhadap infeksi jamur.
      Bakteri patogen diantaranya Staphylococcus aureus (penyebab infeksi pada jerawat, folikel rambut, abses, infeksi luka/bedah, serta bakterimia endokarditis dan meningitis) dan Escherichia  coli (penyebab diare).


Tabel 2. Diit yang tidak dianjurkan untuk penderita Thypus Abdominalis
NO
Sumber makanan
Jenis Makanan
1
Karbohidrat
Beras ketan, beras tumbuk/merah, roti whole wheat, jagung, ubi, singkong, talas, tarcis, dodol dan kue-kue lain yang manis dan gurih
2
Protein Hewani
Daging berserat kasar (liat), serta daging, ayam, ikan diawetkan, telur mata sapi, didadar
3
Protein Nabati
Kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tolo
4
Sayur-sayuran
Sayuran yang berserat tinggi seperti : daun singkong, daun katuk, daun pepaya, daun dan buah melinjo, oyong,timun serta semua sayuran yang dimakan mentah
5
Buah-buahan
Buah-buahan yang dimakan dengan kulit seperti apel, jambu biji,   jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti durian dan nangka
6
Lemak Nabati
Minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan
7
Minuman
Kopi dan teh kental; minuman yang mengandung soda dan alkohol
8
Bumbu
Cabe dan merica