Efek Blog

Sunday, 10 August 2014

Obat Herbal untuk Penanganan Persalinan Prematur


Kelahiran prematur adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu ( antara 20 – 37 minggu ) atau dengan berat janin kurang dari 2500 gram.

Insidensi Kelahiran Prematur
Kejadian kelahiran prematur terdapat pada sekitar lima persen kehamilan.

Penyebab Kelahiran Prematur
Setengah dari kejadian bayi lahir prematur tidaklah diketahui secara pasti penyebab mereka lahir terlalu cepat

Faktor Risiko Kelahiran Bayi Prematur
Faktor risiko, seperti merokok, obesitas, penyakit yang diderita ibu (diabetes, hipertensi, infeksi saluran kemih), rahim yang tidak normal, dan pernah melahirkan prematur sebelumnya.
Kehamilan di usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun), pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur, golongan sosial-ekonomi rendah dan penyalahgunaan obat, keadaan gizi yang kurang atau anemia. Kondisi lain seperti janin dengan kelainan kongenital atau produksi cairan amnion berlebihan dapat merangsang ke persalinan yang lebih awal. Masalah pada ibu yang menjadi penyebab terjadinya prematuritas dapat berupa riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya, kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak diketahui, penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi selaput ketuban), kelainan pada rahim atau leher rahim, ketuban pecah sebelum waktunya, plasenta previa, pre-eklamsi (suatu keadaan yang biasa terjadi pada trimester kedua kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, adanya protein dalam air kemih, dan pembengkakan pada tungkai), penyakit jantung dan diabetes melitus.

Tanda- tanda Persalinan Prematur
Tanda-tanda persalinan prematur, yaitu:
Kram seperti ketika datang bulan atau rasa sakit pada punggung. Kram perut, dengan atau tanpa diare. Kontraksi rahim yang teratur dengan jarak waktu sepuluh menit atau kurang dan kontraksi ini tidak harus terasa sakit. Rasa tertekan pada perut bagian bawah, terasa berat atau seperti bayi yang mendorong ke bawah. keluar air atau cairan lainnya dari vagina.

Diagnosis Persalinan Prematur
Beberapa kriteria yang dipakai sebagai diagnosis ancaman persalinan preterm :
1. Kontraksi yang berulang sedikitnya tiap 7-8 menit sekali atau 2-3 kali dalam 10 menit
2. Nyeri Punggung bawah (Low Back Pain)
3. Perdarahan bercak
4. Perasaan menekan daerah servik
5. pemeriksaan servik menunjukkan telah terjadi pembukaan sedikitnya 2 cm, dan penipisan hingga 80%
6. Presentasi janin rendah sampai mencapai spina ischiadica
7. Selaput ketuban pecah dapata merupakan tanda awal terjadinya persalinan preterm
8. Terjadi pada usia kehamilan 22-37 minggu
Berbagai Indikator telah dikemukakan untuk pengenalan dini resiko terjadinya persalinan preterm antara lain 
Indikator klinik.
1. Timbulnya kontraksi dan pemendekan servik (secara manual atau USG)
2. Terjadi ketuban pecah dini
Indikator laboratorium. :
1. leukosit dalam air ketuban (20/ml atau lebih)
2. C-Reactive Protein lebih dari 0.7 mg /ml
3. Leukosit dalam serum ibu lebih dari 13.000/ml
Indikator Biokimia.
  1. Fibronektin janin : Kadar meningkat pada vagina, serviks, air ketuban memberikan indikasi adanya gangguan pada hubungan antara korion dan desidua. Pada kehamilan ≥ 24 minggu, kadar fibronektin janin ≥ 50 ng/ml mengindikasikan resiko preterm
  2. Corticotropin Releasing Hormon : Kasus-kasus persalinan preterm yang berkaitan dngan stress akan disertai dengan peningkatan kadar CRH pada serum ibu. Peningkatan dini / pada trimester kedua merupakan indikator kuat terjadinya persalinan preterm
  3. Sitokin inflamasi : Seperti IL-1β, IL-6, IL-8 dan TNFα telah di teliti sebagai indikator yang makin berperan pada PGE. IL-6 merupakan sitokin yang paling dominan diekspresikan dalam air ketuban. dengan nilai batas (cutoff) 3000pg/ml IL-6 dalam air ketuan akan beresiko untuk terjadinya persalinan preterm.
  4. Isoferitin Plasenta : Isoferritin Plasenta adalah protein yang diekspresi oleh sel limnfosit T (T-Cell/CD-4) pada plasenta. Penurunan kadar isoferritin dalam serum kurang dari 15,8 ± 15,7 U/ml akan beresiko untuk terjadinya persalinan preterm dengan nilai prediksi positip 59%
Bahaya/ Komplikasi Persalinan Prematur
Bahaya dari kelahiran prematur adalah lahirnya bayi yang belum sempurna pertumbuhannya dan beresiko tinggi untuk mengalami komplikasi. Sekitar 10% dari semua kehamilan berakhir dengan kelahiran prematur. Dan sekitar 60% komplikasi serius atau kematian bayi terjadi akibat kelahiran prematur.

Komplikasi Persalinan Prematur
Adapun komplikasi yang mungkin terjadi 10
o  Mengalami Kelainan Jangka Pendek
     -  RDS (Respiratory Distress Syndrom)
     -  Perdarahan Intra/periventrikuler
     -  NEC (Necrotizing Entero Cillitis)
     -  Displasi bronko pulmonar
     -  Sepsis
     -  Paten Ductus Arteriosus
o Mengalami Kelainan Jangka Panjang
     - Cerebral Palsy
     -  Retinopati
     -  Retardasi Mental
     -  Disfungsi Neurobehavioral dan prestasi sekolah yang kurang baik
o  Kematian Perinatal
Pencegahan Persalinan Prematur
Pada umumnya pencegahan persalinan prematur dapat dilakukan melalui tiga jenis upaya yaitu pencegahan primer, pencegahan sekunder dan pencegahan tersier'
Pencegahan primer : pencegahan melalui pendekatan pada faktor resiko untuk terjadinya persalinan prematur, faktor yang sering menimbulkan resiko kejadian persalinan prematur adalah merokok, mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol, serta faktor nutrisi
Pencegahan sekunder : pada tahap gejala klinis belum tampak nyata, tetapi proses secara patologis sudah berjalan, upaya pencegahan pada tahap ini dapat menghambat atau menghentikan proses patologis supaya tidak berkembang
Pencegahan tersier  : upaya pencegahan persalinan prematur pada saat gejala secara klinis sudah nyata didapatkan. tahap ini ditujukan untuk memperpanjang masa kehamilan dengan maksud memberikan kesempatan untuk memperbaiki kualitas janin dan mempersiapkan persalinan yang memadai.
Upaya historis telah dilakukan terutama ditujukan untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan kesehatan bayi prematur (tersier intervensi). Namun upaya-upaya tersebut tidak mengurangi kejadian kelahiran prematur. Peningkatan  intervensi utama yang diarahkan pada semua wanita, dan intervensi sekunder untuk mengurangi resiko yang ada, dipandang perlu sebagai langkah-langkah untuk dikembangkan dan dilaksanakan guna mencegah masalah kesehatan bayi prematur dan anak-anak.
Prakonsepsi
Meningkatkan kesadaran publik dan profesional mengenai ruang lingkup masalah dan maknanya sebagai penyumbang utama kematian bayi merupakan awal untuk mengurangi faktor risiko dapat dihindari. Di antara mereka adalah kebutuhan untuk mengurangi instrumentasi rahim berulang (yaitu bedah aborsi berulang) dan untuk menghindari pilihan yang berisiko dalam perawatan infertilitas. Adopsi kebijakan profesional tertentu dapat mengurangi risiko kelahiran prematur sebagaimana pengalaman dalam penangan kasus  reproduksi terbatas. Banyak negara telah membentuk program khusus untuk melindungi wanita hamil dari berbahaya terkait shift malam. pekerjaan, menyediakan mereka dengan waktu untuk kunjungan prenatal dan dibayar kehamilan-pergi. Penelitian menunjukkan bahwa kelahiran prematur tidak berhubungan dengan jenis pekerjaan, tapi untuk bekerja berkepanjangan (lebih dari 42 jam per minggu) atau berdiri terlalu lama (lebih dari 6 jam per hari). Juga, kerja malam telah dikaitkan dengan kelahiran prematur. Kebijakan kesehatan yang memperhitungkan hal ini dapat diharapkan untuk mengurangi tingkat kelahiran prematur. Penting menghindari berat badan ekstrim dan dukungan nutrisi yang baik.
Meskipun studi gagal untuk menunjukkan bahwa persiapan multivitamin diambil sebelum konsepsi mengurangi risiko kelahiran prematur, asupan asam folat prakonsepsi dianjurkan untuk mengurangi cacat lahir. Ada bukti yang signifikan bahwa jangka panjang (> satu tahun) penggunaan suplemen asam folat dapat mengurangi preconceptionally kelahiran prematur. Mengurangi merokok diharapkan dapat memberikan manfaat pada wanita hamil dan keturunan mereka.
Selama kehamilan
Intervensi yang seharusnya telah dimulai sebelum kehamilan masih dapat lakukan selama kehamilan, termasuk penyesuaian nutrisi, penggunaan suplemen vitamin, dan berhenti merokok, suplemen Kalsium serta asupan suplemen vitamin C dan E. Tidak dapat ditampilkan untuk mengurangi kelahiran prematur tarif. Strategi yang berbeda digunakan dalam administrasi perawatan prenatal, dan studi masa depan perlu untuk menentukan apakah harus fokus pada skrining bagi perempuan berisiko tinggi, atau melebar dukungan untuk perempuan berisiko rendah, atau untuk apa gelar pendekatan ini harus digabung. Sementara infeksi periodontal telah dikaitkan dengan kelahiran prematur, percobaan acak tidak menunjukkan bahwa perawatan periodontal selama kehamilan mengurangi tingkat kelahiran prematur
Screening perempuan berisiko rendah
Skrining untuk bakteriuria asimtomatik diikuti dengan pengobatan yang tepat mengurangi pielonefritis dan mengurangi risiko lahir prematur. studi ekstensif telah dilakukan untuk menentukan apakah bentuk lain dari skrining pada wanita berisiko rendah diikuti dengan intervensi yang tepat yang bermanfaat, termasuk: Skrining untuk. dan pengobatan Ureaplasma urealyticum, streptokokus grup B, Trichomonas vaginalis, dan vaginosis bakteri tidak mengurangi tingkat kelahiran prematur. USG rutin pemeriksaan dari panjang serviks mengidentifikasi pasien pada risiko,. tapi cerclage tidak terbukti berguna, dan penerapan progesteron yang berada di bawah studi. Skrining untuk kehadiran fibronektin dalam cairan vagina tidak dianjurkan saat ini pada wanita berisiko rendah.
Perawatan diri
Perawatan diri merupakan metode untuk mengurangi risiko kelahiran prematur meliputi nutrisi yang tepat, menghindari stres, mencari perawatan medis yang tepat, menghindari infeksi, dan kontrol faktor risiko kelahiran prematur (misalnya bekerja berjam-jam sambil berdiri, paparan karbon monoksida, kekerasan dalam rumah tangga , dan faktor lainnya). Pemantauan diri pH vagina diikuti dengan pengobatan yoghurt atau pengobatan klindamisin jika pH terlalu tinggi semua tampaknya efektif untuk mengurangi risiko lahir prematur 
Wanita diidentifikasi berada pada peningkatan risiko untuk lahir prematur berdasarkan riwayat masa lalu kandungan mereka atau adanya faktor risiko yang diketahui. Prakonsepsi intervensi dapat membantu pada pasien yang dipilih dalam beberapa cara. Pasien dengan anomali uterus tertentu mungkin memiliki koreksi bedah (pengangkatan yaitu dari septum uterus), dan mereka dengan masalah medis tertentu dapat dibantu dengan mengoptimalkan medis sebelum konsepsi, baik untuk asma, diabetes, hipertensi dan lain-lain
Bed Rest (istirahat)
Pengurangan dalam kegiatan ibu meliputi pengistirahatan panggul, kerja terbatas, istirahat di tempat tidur - sering dianjurkan meskipun tidak ada bukti yang jelas dari kemanjurannya. Juga, meningkatkan perawatan medis dengan kunjungan yang lebih sering dan lebih banyak pendidikan belum menunjukkan penurunan tingkat kelahiran prematur.  Penggunaan suplemen gizi seperti omega-3 asam lemak tak jenuh ganda didasarkan pada pengamatan bahwa populasi yang memiliki asupan tinggi agen tersebut berada pada risiko rendah untuk kelahiran prematur, mungkin sebagai agen-agen menghambat produksi sitokin pro inflamasi. Sebuah uji coba secara acak menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat kelahiran prematur,  dan studi lebih lanjut dalam pembuatan.
Antibiotik
Studi memeriksa penggunaan antibiotik telah memberi hasil beragam, sebuah tinjauan Cochrane dari 15 percobaan menunjukkan tidak ada manfaat besar, kontras review oleh Lamont menyarankan bahwa pengobatan vaginosis bakteri jika dimulai sebelum usia kehamilan 20 minggu menguntungkan. Ia telah mengemukakan bahwa kehadiran korioamnionitis kronis tidak mungkin dapat digunakan untuk antibiotik, sehingga kesulitan untuk menunjukkan efektivitas mereka.
Pada Ibu dengan ancaman persalinan prematur dan terdeteksi adanya vaginosis bakterial, pemberian klindamisin (2x300mg perhari selama 7 hari) atau Metronidazol (2x500mg perhari selama 7 hari) akan bermanfaat bila diberikan pada usia kehamilan <32 div="" minggu.="">
Progesteron
Progesteron, sering diberikan dalam bentuk 17-hidroksiprogesteron caproate, melemaskan otot-otot rahim, mempertahankan panjang serviks, dan memiliki sifat anti-inflamasi, dan dengan demikian diberikannya kegiatan diharapkan akan bermanfaat dalam mengurangi kelahiran prematur. Dua meta-analisis menunjukkan pengurangan dalam risiko kelahiran prematur pada wanita dengan kelahiran prematur berulang oleh 40-55%. Namun, progesteron tidak efektif dalam semua populasi, sebagai studi yang melibatkan kehamilan kembar gagal untuk melihat manfaat apapun.
Cerclage serviks
Dalam persiapan untuk persalinan, leher rahim wanita lebih pendek. Serviks memendek dikaitkan dengan kelahiran prematur dan dapat dideteksi dengan ultrasonografi. Cerclage serviks adalah intervensi bedah yang menempatkan jahitan sekitar leher rahim untuk mencegah pemendekan dan melebar. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menilai nilai cerclage serviks dan prosedur muncul membantu terutama untuk wanita dengan leher rahim pendek dan riwayat lahir prematur. Alih-alih cerclage profilaksis, wanita berisiko bisa dimonitor selama kehamilan oleh sonografi , dan ketika pemendekan serviks diamati, cerclage dapat dilakukan.
Hidrasi dan Sedasi
Hidrasi oral maupun intravena sering dilakukan untuk mencegah persalinan prematur. Mekanisme biologisnya belum diketahui pasti. Berdasarkan percobaan pada binatang menunjukkan bahwa hidrasi menghambat hormon antidiuresis (ADH) dan ekspansi volume plasma, karena pada ibu dengan ancaman persalinan prematur sering didapatkan  hipovolemi.  Hidrasi yang berlebihan disertai dengan pemberian tokolitik betamimetik dapat menimbulkan edema paru
Inhibisi kontraksi dengan tokolitik
Pencegahan tersier adalah intervensi yang dilakukan apabila persalinan prematur tidak dapat dicegah lagi. Tujuannya adalah untuk menurunkan morbiditasdan mortalitas akibat persalinan prematur dengan cara merujuk ibu dalam kehamilan ke tempat persalinan yang lebih baik
Obat-obatan tokolitik yang dimaksud antara lain
  1. Beta2-sympathomimetics : Preparat yang biasa dipakai adalah ritodrine, terbutaline, salbutamol, isoxsuprine, fenoterol dan hexoprenaline. Kontraindikasi pemberian adalah penyakit jantung pada ibu, hipertensi atau hipotensi, hipertiroid, diabetes. Efek samping yang dapat terjadi yaitu; palpitasi, mual, sakit kepala, nyeri dada, hipotensi, aritmia jantung, edema paru, hiperglikemi dan hipokalemi. Efek samping pada janin antara lain; fetal takhikardia, hipoglikemik, hipokalemi, hipotensi.
  2. Indomethacin : Indomethacin adalah golongan antiinflamasi nonsteroid yang akan menghambat enzym COX (cyclo-oxygenase) sehingga mempengaruhi metabolisme prostaglandin. Indomethacin jarang menyebabkan efek samping pada ibu hamil, namun apabila terjadi, efek samping dapat berupa ulkus peptikum, perdarahan gastrointestinal, trombositopeni, reaksi alergi, gagal ginjal dan hipertensi berat bia dipakai bersama betablockers.
  3. 3.  COX (cyclo-oxygenase)-2 inhibitors: Merupakan enzim spesifik yang berperan pada mekanisme persalinan prematur dan efek sampingnya akan lebih ringan dibandingkan dengan inhibitor COX yang tidak spesifik seperti indomethacin.
  4. Atosiban : Atosiban adalah suatu analog oksitosin yang bekerja pada reseptor oksitosin dan vasopresin. Diberikan secara parenteral. Meskipun lebih mahal dibandingkan nifedipin, namun lisensinya yang diperuntukkan pencegahan prematur dan keamanan pada ibu menyebabkan obat ini dipakai sebagai tokolitik lini pertama.
  5. Nifedipin : Nifedipin adalah antagonis kalsium yang diberikan peroral dan harganya murah. Menurut analisis Cochrane yang membandingkan nifedipin dengan tokolitik yang lain, juga membuktikan hambatan terhadap persalinan dan berkurangnya persalinan prematur < 34 minggu. Dosis yang diberikan 3x10mg per hari. Efek samping yang muingkin terjadi yaitu edema paru akut.
  6. Magnesium Sulfat : Magnesium sulfat dipakai sebagai tokolitik yang diberikan secara parenteral di USA. Mekanismenya belum jelas mungkin terlibat dalam kompetisi antara kalsium intraseluler dengan hiperpolarisasi membran sel. Terdapat berbagai macam efek samping yang ditemui seperti; sakit kepala, nistagmus, rasa kering pada mulut, rasa lelah dan pada pasien dengan gangguan ginjal dapat terjadi gangguan neuromuskuler.
Prognosis (Prediksi) Persalinan Prematur
Pada kehamilan umur 32 minggu dengan berat bayi > 1500 gr keberhasilan hidup sekitar 85%, sedang dengan berat bayi < 1500gr keberhasilan sekitar 80%. Pada Kehamilan umur < 32 minggu dengan berat bayi < 1500gr angka keberhasilan hanya 59%.
Penatalaksanaan Persalinan Prematur secara Medis
Beberapa langkah yang dapat dilakukan pada persalinan preterm, terutama mencegah morbiditas dan mortalitas neonatus preterm adalah7,8,9:
1. menghambat proses persalinan preterm dengan pemberian tokolisis
2. pematangan surfaktan paru janin dengan kortikosteroid
3. pencegahan terhadap infeksi dengan pemberian antibiotik
4. Emergency cerclage
5. Perencanaan persalinan
Pengobatan Alternatif/ Herbal Mencegah Persalinan Prematur atau Meningkatkan Harapan Hidup Neonatus/ Bayi (Bila Terjadi Persalinan Prematur) 
Manfaat Tahitian Noni Juice
1.Tahitian Noni Bioactive Beverage dapat meningkatkan system imunitas tubuh karena TNBB mengandung bioactive antraquinon dan terpenoidcompund (betacarotene)
2. Tahitian Noni Bioactive Beverage dapat menghambat radikal bebas karena TNBB berperan sebagai super antioksidan
3. Tahitian Noni Bioactive Beverage dapat menghambat proses aromaterase. Aromaterase adalah proses perubahan androgen adrenal menjadi estrogen sehibgga kadar estrogen didalam darah meningkat. Dengan dihambatnya proses aromaterase, maka kadar estrogen di dalam darah tidak meningkat.
4. Tahitian Noni Bioactive Beverage mengandung iridoid Aglikon yang dapat memulihkan fungsi dan struktur sel dengan cara menaktifkan dan meningkatkan fungsi berbagai protein seluler

Tahitian Noni Bioactive Beverage Kaya akan Vitamin dan Mineral  yang sangat bermanfaat untuk calon Ibu Hamil atau Ibu Hamil
Bagi ibu hamil bisa minum Tahitian Noni Original dan Maxidoid sebagai tambahan perlindungan bagi si bayi, dan nutrisi yang terkandung di dalam minuman ini sebanyak 230 macam, ikut mambantu kebutuhan nutrisi ibu maupun si bayi. Kandungan iridoid didalamnya  melindungi dari kerusakan DNA (lembar cetak tubuh kita) dari perusak atau radikal bebas. 

Tahitian Noni Menyembuhkan Asam Urat Dan Infertilitas (Testimoni Koko Dan Lala)

Koko dan Lala (Infertilitas, Alergi dan Asam Urat)

Koko adalah penggemar udang, namun ia tidak mampu menikmati kegemarannya itu. “Jika saya mengkonsumsi lebih dari 1 udang galah berukuran 10-15 cm pasti kaki ini akan snut-snut,”ceritanya. Obat Herbal Penyakit Asam Urat Pernah suatu ketika Koko membandel dan makan sampai 2 ekor udang, hasilnya kaki membengkak. Koko sadar betul mengenai pola makan yang ia jalani tidaklah sehat, terlebih seafood yang dikonsumsi berlebihan. Karenanya tingkat Kolesterol dalam tubuh Koko cukup tinggi dan ia juga mengidap Asam Urat. Pernah suatu ketika pada Desember 2007, ia dan istri diundang seorang rekan ke Tenggarong. Jamuan mewah pun tersedia, sayangnya jamuan mewah itu kebanyakan makanan laut. “Mau tidak mau saya harus makan,”ujarnya.

Hari ketiga Koko mulai mempersiapkan mental sampai ia berpesan pada istrinya agar menyimpan sepatunya ke dalam koper dan menyiapkan sandal. “Persiapan kaki yang bengkak’” katanya. Tetapi yang dikhawatirkan tidak terjadi, Koko bersyukur. Pertanyaan besar timbul pada diri Koko. Selama ini memang Koko selalu diberikan Tahitian Noni Bioactive Beverage oleh istrinya setiap pagi dan sore, tapi Koko tidak pernah bertanya juice apa ini, “Saya tinggal minum aja, wong rasanya enak, ”ujar Koko. Dari situlah istrinya mulai menjelaskan bahwa juice yang ia minum selama ini mempunyai khasiat yang luar biasa.

Kejutan berikutnya datang 3 bulan yang lalu saat ini ditulis 6 Juni 2008, Koko dikejutkan dengan berita bahagia. Kali ini sang istri telat datang bulan, artinya Lala hamil. “Langsung saya sujud syukur. ”Koko mendapatkan anugerah besar dari Allah SWT. Penantiannya selama 6 tahun untuk mendapatkan keturunan akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT. “Berkat Tahitian Noni Bioactive Beverage sebagai Obat Kolesterol dan Obat Asam Urat saya, ikhtiar saya menjadi sempurna,”kata Koko.

Kini Koko hanya ingin membantu mensyiarkan Tahitian Noni Bioactives Beverages sebagai Obat Kolesterol dan Obat Asam Urat serta pengobatan lainnya agar menjadi jalan dalam menyempurnakan usaha positif yang diharapkan. “Janganlah berpikir tentang bisnis dulu, tapi niatkan bahwa produk bagus ini bisa membantu kesulitan orang banyak. Tanamkan itu pada diri anda, Insya Allah, Allah SWT akan membayarnya dengan berbagai macam kebahagiaan, ”terangnya. La’Orana.




      



Saturday, 9 August 2014

Obat Herbal Gagal Ginjal Kronis


Rudi pria kelahiran Selat Panjang, Bengkalis-Riau ini memiliki pengalaman yang sangat memilukan. Vonis gagal ginjal kronis harus ia terima saat usianya masih sangat muda, saat tenaganya masih banyak untuk dikeluarkan demi keluarga dan masa depannya. Tapi apa mau dikata, Allah SWT berkehendak beda. “Langkah medis sudah saya jalani hingga kehabisan uang. Karena saya harus cuci darah setiap dua minggu sekali. Beruntung ada tetangga yang memberikan saya Tahitian Noni Bioacvtive Beverage. Katanya jus ini berkhasiat untuk kesehatan.”, ceritanya. Mukjijat Allah SWT menghampiri Rudi melalui Tahitian Noni Bioactive Beverage.

Sebelum divonis gagal ginjal kronis oleh dokter. Rudi adalah pemuda yang gigih mendulang rezeki demi keluarga dan masa depannya. Ia pandai memanfaatkan waktu luangnya di tengah-tengah kesibukannya menuntut ilmu di perguruan tinggi dengan mengajar dan bekerja serabutan seperti mengojek bahkan menjadi marbot masjid. Semua ia jalani dengan sukacita tanpa beban.

Suatu ketika, Rudi merasakan demam dan panas yang tinggi, nafsu makannya pun berkurang. Ia pun memeriksakan diri ke rumah sakit. Rudi kaget mendengar vonis gagal ginjal kronis oleh pihak RSUD Pekanbaru kepadanya. “Saya berpikir bahwa biaya untuk kesembuhannya pasti akan banyak. Apalagi dokter sudah memvonis bahwa saya harus cuci darah setiap dua minggu sekali.”, ceritanya.

Mendengar Rudi mengalami penyakit yang menghawatirkan, Pak Sugiyanto yang telah mengenal dan merasakan manfaat Tahitian Noni Bioactive Beverage bagi kesehatannya, merekomendasikan Rudi untuk mengonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage. “Awalnya saya ragu karena harga Tahitian Noni Bioactive Beverage yang wah. Beruntung pak Sugiyanto memberikan keringanan dalam pembayaran Tahitian Noni Bioactive Beverage . Saya bisa cicil.”, katanya. Alhamdulillaah Tahitian Noni Bioactive Beverage menjadi solusi derita sakit Rudi. “Walau awalnya terasa sakit saat meminum pertama kali, namun efeknya sungguh di luar dugaan saya, keluarga, dan dokter yang menangani saya.”, katanya. Kini Rudi siap menghadapi hari-hari sibuknya tanpa keluhan. “Terima Kasih Tahitian Noni Bioactive Beverage.”

Obat Penyakit TB (TUBERCULOSIS) USUS Herbal Alami

Artikel ini dibuat, karena terinspirasi dari pengalaman merawat pasien yang menderita TB Paru yang tdak mendapatkan pengobatan maksimal karena dianggap hanya batuk biasa, kemudian berniat berobat ketika paru- paru sudah dianggap sangat sempit untuk bernafas. Pasien dan istri ketemu tim dan berdiskusi untuk mendapatkan pengobatan dengan Tahitian Noni Bioactive Beverage. Dari gejala- gejala yang diberitahu oleh istri pasien, pasien potensial mengalami TB Paru. Tim menginstruksikan pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bahwa penderita positif menderita TB Paru mengingat pasien dan istri belum pernah berobat ke dokter spesialis. Tim juga menanyakan apakah sebelumnya pasien pernah mengalami penyakit lainnya ??? Istri menjawab hanya menderita sakit maag saja. Tim menjelaskan bahwa selama mengkonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage, pasien akan mengalami detoksifikasi (pembuangan racun/ pembersihan sel- sel tubuh dari zat- zat berbahaya) dan menimbulkan beberapa ketidaknyamanan seperti diare, mual, muntah, pusing, batuk- batuk, sesak dan lain sebagainya. Namun ketidaknyamanan tersebut memang akan muncul diakibatkan karena sel tubuh sedang sakit, ketidaknyamanan tersebut tidak akan dirasakan apabila sel- sel tubuh sehat. Bila penderita memiliki penyakit yang lain maka pasien akan merasakan kembali rasa sakit berhubungan dengan penyakit tersebut.
Beberapa hari kemudian, istri membawa suaminya untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, namun sayang mereka salah mengikuti antrian….mereka mengikuti antrian untuk berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Sebelum mendiagnosa, dokter tersebut melakukan pemeriksaan X-Ray. Lalu dokter menyatakan bahwa pasien wajib rawat inap karena menderita TB. Paru. Karena niatan pasien dan istri hanya untuk cek saja, maka mereka tidak melakukan hal tersebut. Lalu, kembali mendiskusikan kondisi pasien kepada tim dan akhirnya sepakat mengkonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage. Tim menyarankan ada baiknya pasien dirawat mengingat kondisi dalam keadaan lemah. Namun dengan mempertimbangkan beberapa hal, pasien dan istri tidak mau dirawat. Hanya dalam waktu 2 minggu TRUAGE Score pasien adalah 5, lewat dari 2 minggu konsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage pasien mengalami diare, kembung dan nafsu makan benar- benar menurun. Tim menginstruksikan pasien untuk berobat kedokter, tetapi diare hanya berhenti sampai sebatas obat saja. Jalan ke- 3 minggu batuk dan sesak hamper tidak ada lagi namun diare terus menerus, kondisi lemah, pucat karena nafsu makan menurun, ditambah terjadi haemorrhoid. Lalu istripun mengatakan bahwa sebelumnya pasien juga pernah mengalami hal ini. Akhirnya tim kembali menganjurkan pasien untuk benar- benar melakukan pengobatan. Dan pasienpun dirawat, setelah dilakukan pemeriksaan darah diagnose pasien TB Paru dan akan dilanjutkan pemeriksaan biakan sputum, tapi tenakes heran karena pasien tidak ada mengalami batuk ataupun sesak. Kemudian dilakukan pemeriksaan endoscopy lalu diagnosa TB Usus tegak.
Dari kisah nyata diatas, bahwa sebenarnya tidak ada sakit yang tidak didahului oleh tanda- tanda…ketika tanda- tanda sakit itu dating, apalagi tidak sembuh selama berbulan- bulan bahkan bertahun…maka hendaknya kita segera mencari pengobatan sebelum terlambat. Tidak ada kata tidak Mampu, kenapa kebanyakan kita MAMPU ketika penyakit sudah bermetastase dan sulit untuk disembuhkan ???  
Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

    Prevalensi
Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.
Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang 2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Laporan tersebut juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.

Berdasarkan Tempat TB
Penyakit tuberkulosis bisa terjadi baik di paru maupun di luar paru. Tuberkulosis di luar paru bisa terjadi di tulang, selaput otak, di usus atau selaput usus yang disebut peritoneum. Walaupun jarang, tuberkulosis bahkan juga bisa terjadi di kulit. 
Tuberkulosis pada umumnya disebabkan oleh kuman Mycobacterim tuberculosis. Penderita paru yang tak diobati bisa mengeluarkan butiran ludah (droplet) yang mengandung kuman tuberkulosis. Butiran tersebut bisa terhirup orang lain dan masuk ke dalam paru-paru. Kuman akan bersarang di sana dan kemudian juga bisa menyebar melalui kelenjar bening dan darah. Penyebaran melalui darah memungkinkan terjadinya tuberkulosis di luar paru seperti peritonitis tuberkulosa (radang selaput usus karena tuberkulosis).

Penyebab TB Usus
Mendengar istilah penyakit TBC usus, orang sering mengaitkan nya dengan penyakit TBC yang banyak di idap anggota masyarakat TB Paru yang menyerang paru-paru. Memang TBC pada organ utama pernapasan itu erat sekali kaitannya dengan penyakit TB Usus. Malahan kuman – kuman dari TBC paru disinyalir sebagai penyebab utama munculnya penyakit TBC usus itu. Penyakit TB usus di perkirakan oleh serangan kuman TBC.
Seperti yang terjadi pada pasien kami, yang mengalami TB Usus namun sebelumnya telah menderita TB Paru.

Kuman ini bisa berasal dari penyakit TBC aktif di paru-paru dan darah yang mengandung kumah TBC lalu masuk ke dalam lambung. Kemudian terbawa ikut masuk ke usus halus dan berkembang biak di tempat yang baru. kuman di usus dan bagian – bagian lain pada saluran pencernaan juga selaput penutup usus di rongga perut.
Penyakit TB usus ini menimbulkan gejala berupa perut terasa kembung, muntah dan mencret disertai rasa sakit di perut. Akibat yang lebih berat lagi adalah adanya sumbatan usus atau pembesaran di bagian usus tertentu dan teraba sebagai tumor di perut bagian kanan bawah. Pada TB usus sering pula usus tidak di temukan sama sekali penyakit nya.

Gejala Umum
Gejala umum peritonitis tuberkulosa yaitu tuberkulosis pada dinding perut (peritoneum). Gejala ini hampir sama pada penyakit tuberkulosa di paru yaitu :
1.    Demam,
2.    Nafsu makan berkurang,
3.    Berat badan turun, 
4.    Merasa nyeri di perut.
5.    Selain itu, juga akan terdapat gejala khusus yang berkaitan dengan gangguan fungsi usus seperti nyeri perut, ada benjolan di perut atau gangguan buang air besar. Pada keadaan akut bisa terjadi peritonitis tuberkulosa yang disangka appendicitis (radang usus buntu). Pada operasi akan didapati usus buntu namun terdapat bercak putih pada selaput dinding perut yang menyerupai keju.

Diagnosis
Diagnosis peritonitis tuberkulosa lebih sulit ditegakkan daripada tuberkulosis paru. Di samping pemeriksaan klinis diperlukan juga pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan ultrasonografi, CT Scan abdomen, bahkan mungkin pemeriksaan laparaskopi. Oleh karena itu, memang biasanya diagnosis agak lambat. Untunglah, terapi peritonitis tuberkulosa pada prinsipnya sama dengan tuberkulosis paru. Hasil pengobatan juga baik namun diperlukan kepatuhan minum obat. Setelah dua minggu minum obat biasanya gejala mulai berkurang, nafsu makan membaik, dan kemudian pasien merasa sehat. Berat badan juga akan meningkat. Meski sudah merasa sehat namun jangan sampai obat tuberkulosis dihentikan. Berkonsultasilah dengan dokter dan pahami obat-obat yang digunakan serta berapa lama obat tersebut perlu digunakan.
Obat tuberkulosis dewasa ini umumnya jarang menimbulkan efek samping. Jika terjadi efek samping biasanya ringan. Karena itu jangan sampai menghentikan obat sendiri jika terjadi efek samping. Segeralah berkonsultasi dengan dokter agar bisa dicarikan obat pengganti atau obat yang sama akan tetap diberikan namun dalam dosis bertahap.
Penularan tuberkulosis biasanya melalui butiran ludah seperti dikemukan sebelumnya. Pada umumnya seseorang yang mengalami peritonitis tuberkulosa, setelah kuman tuberkulosa di udara terhirup masuk ke paru, kemudian kuman tersebut akan menyebar ke luar paru. Namun ada beberapa faktor yang memudahkan penularan kuman tuberkulosis yaitu lingkungan udara yang pengap, adanya sumber penularan berupa penderita tuberkulosis paru yang tidak diobati, atau diobati namun tidak tuntas, serta orang sekitar yang kekebalan tubuhnya rendah misalnya karena kurang gizi. Karena itu tuberkulosis lebih banyak dijumpai di permukiman padat, kumuh dengan penduduk yang kekebalan tubuhnya rendah.
Perbaikan lingkungan serta keadaan kesehatan penduduk yang baik akan mampu mengurangi penularan tuberkulosis. Salah satu usaha terpenting adalah menemukan penderita tuberkulosis paru dan mengobatinya sehingga tidak lagi menjadi sumber penularan. Selain itu, keadaan lain yang juga perlu diperhatikan adalah gejala batuk. Jika batuk lebih dari dua minggu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar bisa dilakukan evaluasi, apakah batuk tersebut memang disebabkan oleh tuberkulosis paru. Peritonitis tuberkulosa jika tidak diobati, bisa menimbulkan komplikasi serius, misalnya perlengketan usus yang bisa menyebabkan usus menjadi tersumbat.
Menjaga kesehatan pada umumnya, seperti: gizi yang baik, istirahat yang cukup, serta lingkungan sekitar dengan udara yang bersih merupakan hal yang harus dilakukan untuk menjaga agar keluarga Anda tidak tertular tuberkulosis. Imunisasi untuk mencegah penularan tuberkulosis diberikan pada semua anak dalam bentuk program imunisasi nasional melalui penyuntikan BCG.

VII. Pengobatan TRADISIONAL ALAMI PENYAKIT TB USUS dengan Tahitian Noni Bioactive Beverage
Mekanisme Kerja TNBB (Tahitian Noni Bioactive Beverage)
Mekanisme kerja secara ilmiah mampu bekerja di tingkat molekular untuk :
1.    meningkatkan dan merevitalisasi sistem kerja tubuh (self healing), bekerja melindungi, memperbaiki, mengaktifkan, meremajakan dan meregenerasi sel secara optimal.
2.    Memberikan efek manfaat yang optimal serta aman dikonsumsi baik oleh wanita hamil, menyusui, bayi, anak-anak hinggak orang dewasa, yang mencakup segala kondisi kesehatan.

Produk Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) BUKAN Untuk DICOBA tapi Sudah TERBUKTI. Bahkan Sudah Ribuan Pasien di Indonesia bahkan Jutaan Pasien di Dunia telah TERTOLONG dan BEBAS dari Masalah PENYAKIT Yang Di derita selama Berbulan-bulan bahkan ada yang sudah Bertahun-tahun.

Ketika Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) dinyatakan sebagai Produk Nutraseutikal yang AMAN, EKSOTIK dan TERUJI;
maka sesungguhnya pernyataan klaim ini berdasarkan RISET Yang BERKESINAMBUNGAN. Bertahapnya Anugrah Hak Paten dari USPTO (United States Patent Application) dan WIPO (World Intellectual Property Organization) yang setiap tahun terus bertambah. Bahkan Ratusan Hak Paten Efek  Terapeutik TAHITIAN NONI Juice itupun merupakan Hasil Riset yang  Berkesinambungan.

Program Riset Berkesinambungan adalah KOMITMEN UTAMA Tahitian Noni International Inc.
Untuk terus mengeksplorasi rahasia etnomedika warisan nenek bangsa  Polinesia dan mempersembahkan produk olahan Morinda citrifolia L. Yang TERBAIK untuk MASYARAKAT DUNIA (Global). Hal ini terbukti dengan terjadinya peningkatan statistik publikasi  riset tahunan tentang Morinda citrifolia L. Pasca berdirinya Tahitian  Noni International.

Sejauh ini hasil-hasil riset Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) telah dipublikasikan  dalam sejumlah jurnal internasional. Banyaknya publikasi ini  mengisyaratkan komunitas ilmiah internasional telah mengakui eksitensiTahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB)  pada khususnya, dan etnomedika Morinda citrifolia  L. pada umumnya.

Pengobatan alami Tuberkulosis Usus dengan TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™. TAHITIAN NONI ® merupakan pengobatan alami Tuberkulosis Usus, aman tanpa efek samping dalam proses penyembuhan nya.
1.    Adapun konsentrasi ekstrak dari Tahitian Noni® Bioactive Beverage™ mampu membunuh 89% pathogen yang menyebabkan tuberkolosis (anti bakteri).
2.    Tahitian Noni® Bioactive Beverage™ mengandung iridoid sebagai anti inflamasi yang baik dan bersifat sebagai adaptogen.
3.    Tahitian Noni® Bioactive Beverage™ sebagai imunomudulator sehingga dapat meningkatkan imunitas kesehatan tubuh dan memulihkan kesehatan penderita Tuberculosis
4.    Tahitian Noni® Bioactive Beverage™ sebagai sumber energi yang kaya akan vitamin dan mineral serta asam amino untuk pemulihan kondisi penderita TBC.

"Jangan Sampai Terbiarkan, Sehingga Nyawa Yang Tersayang Melayang"











Pengobatan Herbal Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma) Alami

Akhir-akhir ini insiden kanker sebagai salah satu jenis penyakit tidak menular semakin meningkat. Menurut WHO jumlah penderita kanker di dunia setiap tahun bertambah sekitar 7 juta orang, dan dua per tiga diantaranya berada di negara-negara yang sedang berkembang. Jika tidak dikendalikan, diperkirakan 26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta meninggal karena kanker pada tahun 2030. Ironisnya, kejadian ini akan terjadi lebih cepat di negara miskin dan berkembang (International Union Against Cancer /UICC, 2009).
Di Indonesia, tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahunnya. Sejalan dengan itu data empiris juga menunjukkan bahwa kematian akibat kanker dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2007, sekitar 5,7 % kematian semua umur disebabkan oleh kanker ganas. Menurut Prof. Tjandra Yoga, di Indonesia prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal, dan DM (Riskesdas, 2007).
Sedangkan berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%).
Faktor risiko yang menyebabkan tingginya kejadian kanker di Indonesia yaitu prevalensi merokok 23,7%, obesitas umum penduduk berusia ≥ 15 tahun pada laki-laki 13,9% dan pada perempuan 23,8%. Prevalensi kurang konsumsi buah dan sayur 93,6%, konsumsi makanan diawetkan 6,3%, makanan berlemak 12,8%, dan makanan dengan penyedap 77,8%. Sedangkan prevalensi kurang aktivitas fisik sebesar 48,2% (data Riskesdas tahun 2007).
Tingginya tingkat kematian akibat kanker terutama di Indonesia antara lain disebabkan karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya kanker, tanda-tanda dini dari kanker, faktor-faktor resiko terkena kanker, cara penanggulangannya secara benar serta membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Tidak sedikit dari mereka yang terkena kanker, datang berobat ketempat
yang salah dan baru memeriksakan diri ke sarana pelayanan kesehatan ketika stadiumnya sudah lanjut sehingga biaya pengobatan lebih mahal.
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengupayakan penanggulangan kanker dengan mengadakan berbagai program dan kegiatan dibidang promotif, preventif, kuratif dan suportif serta menekankan pentingnya deteksi kanker secara dini.
Saat ini ada 10 jenis kanker yang menjadi prioritas garapan dari program dan kegiatan YKI yaitu :
1.    Kanker Payudara (Breast Cancer/ Ca Mammae)
2.    Kanker Leher Rahin (Ca Cervix)
3.    Kanker Paru
4.    Kanker kolorektal
5.    Kanker Nasofaring
6.    Kanker Hati
7.    Kanker Kulit
8.    Limfoma malignum atau Kanker kelenjar getah bening
9.    Kanker sel darah (Leucemia)
10.    Kanker Prostat

Limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah sejenis kanker pada sistem limfatik yang tumbuh akibat mutasi (terjadinya perubahan) sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal menjadi abnormal dan ganas.
Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limfa, sum-sum tulang, darah maupun organ lainnya.
Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengalir ke seluruh tubuh dan berguna untuk melawan virus, bakteri dan jamur, yang dapat mengakibatkan timbulnya infeksi didalam tubuh kita.

Jenis Kanker Limfatik
Ada dua jenis kanker sistim limfatik yaitu :
1.    Penyakit Hodgkin
2.    Limfoma non-hodgkin (NHL)

Sistim Limfatik
Jenis tertentu sel darah putih, yang disebut limfosit, sangat penting untuk ketahanan tubuh Anda terhadap penyakit. Sel-sel ini terkena berbagai substansi bahkan tubuh dalam upaya untuk membangun kekebalan. Pada tempat-tempat tertentu sel-sel ini berkumpul untuk menyaring substansi-substansi yang disebut kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening ditemukan di mana saja dalam tubuh, terutama di leher, ketiak, selangkangan, di atas jantung, di sekitar pembuluh darah besar dalam perut. Limfosit juga berkelompok bersama pada limpa, tonsil, dan timus. Limfoma adalah jenis kanker yang berkembang pada limfosit pada daerah tersebut.
Cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibody yang memusnahkan bakteri. Gejala yang menyerang penyakit ini sangat banyak sekali, di bawah ini ada macam-macam gejalanya.
Jenis limfoma yang paling umum diketemukan adalah Limfoma Non- Hodgkin (LNH). LNH merupakan keganasan yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel kelenjar getah bening secara tidak terkontrol. LNH dibedakan lagi menjadi tipe LNH indolen (low grade) yang berkembang secara perlahan dan LNH agresif (high grade) yang berkembang lebih cepat. Klasifikasi LNH ini membantu dokter untuk menentukan terapi yang tepat. Limfoma agresif sangat sensitif terhadap terapi sehingga memiliki potensi yang lebih besar untuk disembuhkan.

Patofisiologi Kanker Kelenjar Getah Bening
Proliferasi abmormal tumor dapat memberi kerusakan penekanan atau penyumbatan organ tubuh yang diserang. Tumor dapat mulai di kelenjar getah bening (nodal) atau diluar kelenjar getah bening (ekstra nodal).
Gejala pada Limfoma secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal, mudah digerakkan (pada leher, ketiak atau pangkal paha). Pembesaran kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan, demam, keringat malam. Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfoma. Namun tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma. Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa.
Beberapa penderita mengalami demam Pel-Ebstein, dimana suhu tubuh meninggi selama beberapa hari yang diselingi dengan suhu normal atau di bawah normal selama beberapa hari atau beberapa minggu. Gejala lainnya timbul berdasarkan lokasi pertumbuhan sel-sel limfoma. Terdapat 3 gejala spesifik pada Limfoma antar lain :
1.    Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 380C
2.    Sering keringat malam
3.    Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)
Banyak para penderita kanker kelenjar getah bening yang tak sadar dirinya terkena kanker kelenjar getah bening, dan akan sadar setelah masuk dalam stadium lanjut dengan kondisi yang lebih parah tentunya. Adapun penyebab kanker kelenjar getah bening adalah :
1.    Faktor keturunan
2.    Sistim Kekebalan tubuh yang lemah
3.    Toksin lingkungan atau makanan yang banyak mengadung herbisida serta pengawet makanan dan juga pewarna kimia.
4.    Kurang berolahraga
5.    Minum- minuman yang mengandung alcohol
6.    Kurang Minum air putih
7.    Merokok serta gaya hidup yang tidak sehat

Beberapa penyebab yang lainnya adalah :
1.    Infeksi => Mekanisme pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi adalah dengan cara peningkatan jumlah sel darah putih (limfosit) dengan cara multiplikasi sebagai respons atas adanya zat asing ke dalam tubuh (antigen)
2.    Virus => Reaksi pertahanan terhadap infeksi yang umum diakibatkan oleh virus biasanya berupa demam yang menyertai pembengkakan kelenjar getah beningnya.
3.    Peradangan => Mekanisme peradangan terjadi selama infeksi kelenjar getah bening oleh zat-zat asing. Peradangan merupakan suatu bentuk sel darah putih yang mati oleh zat asing.
4.    Kanker => Mekanisme penyusupan sel-sel kanker pada kelenjar getah bening juga sering menyebabkan pembengkakan. Bahkan, kelenjar getah bening yang bengkak bisa menjadi keras dan bisa menyebar ke kelenjar getah bening di tempat-tempat yang lain.
5.    Kanker darah => Kanker darah mungkin tidak terlihat seperti kanker biasa yang membuat kelenjar getah bening bengkak. Akan tetapi, pada kanker darah, produksi limfosit di kelenjar getah bening sangat banyak dan tidak terkontrol. Keadaan ini kita sebut sebagai limfoma atau leucemia

Tanda dan Gejalan Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)
1.     Pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah leher, ketiak atau pangkal paha
2.     Penurunan berat badan secara drastis
3.     Rasa lelah yang terus menerus
4.     Batuk-batuk dan sesak napas
5.     Gatal-gatal
6.     Demam tanpa sebab
7.     Keringat dingin pada malam hari

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening berdasarkan Jenisnya :
1.    Hodgkin’s
Merupakan jenis limfoma yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limfa tanpa disertai rasa sakit. Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abnormal sel terjadi secara cepat.
Faktor risiko menderita penyakit kanker kelenjar getah bening jenis ini adalah :
a.     Pria atau wanita usia 15-38 tahun dan usia di atas 50 tahun.
b.     Mempunyai kelainan dalam fungsi sistem kekebalan seluler tubuh (sel-T) meskipun produksi antibodi normal.

Gejala- gejalanya adalah :
Pembengkakan menyeluruh kelenjar getah bening di sekujur tubuh: Leher, ketiak, dan lipat paha (tidak terasa nyeri).
Demam, berkeringat pada malam hari, kurang nafsu makan, dan berat badan turun.
Pada beberapa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan pernafasan.
Semakin berkembang, sel-sel abnormal akan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati, dan organ-organ abdominal (perut)

2.    Non Hodgkin
Merupakan kanker ganas yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfa lainnya.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening Non Hodgkin adalah :
a.       Pembesaran kelenjar getah bening.
b.       Pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya menjadi kemerahan.
c.        Limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari, lelah, dan berat badan menurun.
Limfoma jenis ini lebih sering terjadi pada pria terutama pada usia di atas 50 tahun. Semakin tua usia seseorang semakin tinggi resiko terkena limfoma.

Stadium Limfoma
Penyebaran Limfoma dapat dikelompokkan dalam 4 stadium. Stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut.
1.    Stadium I : Penyebaran Limfoma hanya terdapat pada satu kelompok yaitu kelenjar getah bening.
2.    Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, serta pada seluruh dada atau perut.
3.    Stadium III : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, serta pada dada dan perut.
4.    Stadium IV : Penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak

Diagnosis
Tes Diagnostik
Kondisi jinak juga dapat menyebabkan pembengkakan, sehingga diagnosis limfoma dibuat hanya setelah biopsi (pengangkatan sepotong jaringan) pembengkakan jaringan dilakukan dan diperiksa oleh ahli patologi (dokter yang memeriksa jaringan di bawah mikroskop).
Setelah limfoma dipastikan, pemeriksaan lebih lanjut, seperti scan, biopsi sumsum tulang dan tes darah mungkin diperlukan untuk melihat jangkauan limfoma tersebut. Tes fungsi jantung juga mungkin diperlukan untuk melihat apakah seseorang sehat untuk menjalani terapi.

Pengobatan Medis (Konvensional)
Pengobatan pada Limfoma Non Hodgkin dapat dilakukan melalui beberapa cara, sesuai dengan diagnosis dari beberapa faktor seperti apakah pernah kambuh, stadium berapa, umur, kondisi badan, kebutuhan dan keinginan pasien. Secara garis besar penyembuhan terjadi sekitar 93%, membuat penyakit ini sebagai salah satu kanker yang paling dapat disembuhkan. Penatalaksanaan Berdasarkan Tipe Keganasan dan Stadium.

Prognosis
Pemeriksaan klinis, sinar X dan laporan patologi usia dan status kesehatan keseluruhan dari pasien membantu tim medis untuk memutuskan kemungkinan perkembangan kasus individu Limfoma. Kemudian, tentu saja pengobatan yang sesuai akan dilakukan. Strategi pengobatan bervariasi dari orang ke orang. Dengan pengobatan yang tepat dan sesuai, hasil seseorang dengan Limfoma adalah baik.

Pengobatan Alternatif Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma) dengan Tahitian Noni Bioactive Beverage
Mekanisme Kerja TNBB (Tahitian Noni Bioactive Beverage)
Mekanisme kerja secara ilmiah mampu bekerja di tingkat molekular untuk :
1.    Meningkatkan dan merevitalisasi sistem kerja tubuh (self healing), bekerja melindungi, memperbaiki, mengaktifkan, meremajakan dan meregenerasi sel secara optimal.
2.    Memberikan efek manfaat yang optimal serta aman dikonsumsi baik oleh wanita hamil, menyusui, bayi, anak-anak hinggak orang dewasa, yang mencakup segala kondisi kesehatan.