Efek Blog

Friday, 30 May 2014

Pengobatan Alternatif Alami Darah Rendah (Hipotensi)

Hipotensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun di bawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Tekanan darah rendah berarti kondisi dimana kurangnya hantaran nutrisi dan oksigen ke dalam sel-sel tubuh.

Patofisiologi Darah Rendah

Hipotensi timbul akibat penurunan curah jantung atau penurunan resitensi perifer. Penurunan curah jantung terjadi pada penyakit Addison, miokarditis, infrak miokard, dan perikarditis dengan efusi, tekanan darah rendah juga dapat terjadi setelah perdarahan.

Penurunan tekanan darah yang menyolok yang terjadi pada efusi perikardium merupakan tanda prognosis yang serius dan merupakan petunjuk untuk dilakukan perikardiosentesis.

Penurunan resistensi perifer yang mendadak (kolaps vasomotor) dapat terjadi pada pneumonia, septikemia, insufisiensi adrenal akut (sindroma Watrehouse-Priedrichsen) dan keracunan obat-obatan.

Penurunan tekanan darah pada saat berdiri mungkin cukup besar untuk menimbulkan iskemia otak dan sinkop. Hipotensi ortostatik ini sering kita jumpai pada penderita anemia berat dan pada orang yang telah berusia lanjut yang menderita arteriosklerosis parah yang tidak dapat memberi respon yang cepat atas perubahan posisi tubuh yang mendadak. Hipotensi mungkin merupakan tanda gangguan pengatauran otonom pada sindroma Shy-Drager.

Penyebab Darah Rendah (Hipotensi)
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan tensi darah :

- Kurangnya pemompaan darah dari jantung

Semakin banyaknya darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya, maka semakin tinggi juga tekanan darahnya. Selain itu, seseorang yang memiliki kelainan atau penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung, maka akan berdampak juga pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh tubuh.
  • Tekanan darah rendah akibat penyakit jantung : Otot jantung yang melemah. Ini bisa terjadi karena matinya sejumlah otot jantung akibat serangan jantung. Selain itu obat tertentu yang melemahkan kemampuan pompa jantung bersifat toksik untuk jantung, infeksi otot jantung oleh virus (myokarditis) serta penyakit katup jantung seperti aorta stenosis.
  • Perikarditis. Perikarditis merupakan peradangan pada kantong penutup jantung yang bisa mengakibatkan cairan terakumulasi di perikardium dan menekan jantung, mengurangi kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah.
  • Emboli pulmoner, dimana gumpalan darah pada vena yang kemudian lepas dan masuk ke jantung atau paru. Gumpalan atau bekuan darah besar bisa menyumbat aliran darah dari paru ke ventrikel kiri yang akan mengurangi kemampuan jantung memompa darah. Emboli paru merupakan keadaan yang mengancam jiwa.
  • Denyut jantung yang lambat (bradikardi) bisa menurunkan jumlah darah yang dipompa oleh jantung. Denyut jantung yang normal pada orang dewasa adalah 50-100 kali/menit. Bradikardia tidak selamanya menyebabkan tekanan darah rendah. Pada atlet bahkan bisa ditemukan 40 dan 50 x/menit tanpa menimbulkan keluhan apapun. Pada pasien secara umum, bradikardi bisa mengakibatkan tekanan darah rendah, pusing, dan tak sadar. Penyebab umum bradikardi antara lain: keracunan obat, blokade jantung (heart block) dan sindrom penyakit sinus (sick sinus syndrome).
  • Takikardi atau denyut jantung cepat yang abnormal bisa mengakibatkan tekanan darah rendah. Contohnya adalah fibrilasi atrium. Ini merupakan gangguan jantung ditandai dengan kontraksi ventrikel yang cepat dan tidak teratur. 
- Pendarahaan yang hebat
  • Menyebabkan jumlah darah berkurang, diare yang tidak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan juga menjadi faktor terjadinya penurunan tensi darah.
- Pelebaran pembuluh darah
  • Menyebabkan turunnya tekanan darah. Situasi ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obatan vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).
Obat seperti ca-channel blocker, beta blocker dan digoksin bisa memperlambat kontraksi jantung. Termasuk antara lain obat seperti ACE inhibitor dan angiotensin receptor blocker yang bisa menurunkan secara cepat tekanan darah. Diuretik seperti Lazix (HCT) bekerja menurunkan volume darah dengan cara meningkatkan pengeluaran urin.

Obat-obatan untuk mengatasi depresi seperti amitriptylin, penyakit parkinson seperti levodopa, disfungsi ereksi seperti sildenafil (viagra) saat digunakan bersamaan dengan nitrogliserin dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Selain itu alkohol dan narkotik bisa juga menyebabkan tekanan darah rendah.
Keadaan lainnya yang bisa mengakibatkan tekanan darah rendah adalah: reaksi vasopagal, hipotensi ortostatik, micturition syncope, insufficiency adrenal, septikemia dan syok anafilaksis.

Beberapa faktor penyebab terjadi rendahnya tekanan darah, yaitu :
  • Dehidrasi, umum ditemukan pada pasien dengan muntah lama, mual dan diare. Penyebab lain dehidrasi termasuk olahraga, keringat banyak, demam dan panas. Dehidrasi ringan ditandai dengan rasa haus dan mulut kering sedangkan dehidrasi sedang dan berat bisa mengakibatkan hipotensi ortostatik. Dehidrasi yang berkepanjangan akan mengakibatkan syok, gagal ginjal, koma, asam berlebih dalam tubuh sampai kematian.
  • Perdarahan sedang atau berat dapat secara cepat mengurangi darah tubuh mengakibatkan tekanan darah rendah atau hipotensi ortostatik. Perdarahan ini bisa diakibatkan oleh gangguan gastrointestinal seperti ulser, tumor atau divertikulosis. Perdarahan dapat menjadi parah misalnya pada ruptur aneurisma aorta yang mengakibatkan syok dan kematian segera.
  • Radang parah pada organ seperti pankreatitis akut bisa mengakibatkan hipotensi. Pada pankreatitis akut, cairan meninggalkan pembuluh darah dan masuk ke jaringan yang meradang, menyebabkan konsentrasi darah dan mengurangi volume darah.
Menentukan Tekanan Darah
Tekanan darah ditentukan oleh dua faktor antara lain: jumlah darah yang dipompa oleh ventrikel kiri jantung ke dalam arteri dan tahanan terhadap laju darah yang diakibatkan oleh dinding arteri kecil (arteriole). Biasanya tekanan darah cenderung tinggi jika lebih banyak darah dipompa ke dalam arteri atau jika arteriole sempit atau kaku. Arteriole yang kaku atau sempit meningkatkan tahanan laju darah yang meningkatkan tekanan darah. Arteriole ini bisa menjadi sempit saat otot yang mengelilinginya berkontraksi dan bisa menjadi kaku dan sempit saat terjadi proses atherosklerosis yang biasanya pada pasien usia tua. Sebaliknya, tekanan darah akan cenderung rendah bila darah yang dipompa ke dalam arteri kurang atau jika arteriole lebih besar dan lebih fleksibel sehingga tahanan lebih kurang terhadap laju darah.

Untuk menjaga tekanan darah tetap normal tubuh kita sudah dibekali dengan kemampuan untuk menjaga tekanan darah dan laju aliran darah. Terdapat sensor yang mendeteksi tekanan darah pada dinding arteri dan mengirimkan sinyal ke jantung, arterioles, vena dan ginjal yang kemudian mengatur apakah tekanan darah ditingkatkan atau diturunkan. Tubuh mampu menyesuaikan tekanan darah dengan cara mengatur jumlah darah yang dipompa oleh jantung ke arteri (cardiac output), mengatur jumlah darah yang terdapat pada vena, resistensi arteriolar dan volume darah. Jantung bisa berkontraksi lebih cepat yang meningkatkan laju darah ke dalam arteri dan meningkatkan tekanan darah, vena serta arteriole bisa melebar dan menyempit serta ginjal yang bisa merespon perubahan tekanan darah dengan meningkatkan atau menurunkan jumlah urin yang diproduksi.

Kita bisa ambil contoh, misalnya pada perdarahan yang mengakibatkan volume darah berkurang (bisa diakibatkan perdarahan akibat radang lambung atau luka robek) yang menyebabkan tekanan darah rendah (hipotensi). Tubuh akan berespon dengan sigap untuk menjaga tekanan darah tetap normal dengan cara:
  • Kecepatan pompa dan kontraksi jantung akan ditingkatkan, darah yang dipompa jantung menjadi lebih banyak.
  • Vena menyempit untuk mengembalikan lebih banyak darah ke jantung untuk dipompa.
  • Aliran darah ke ginjal menurun untuk mengurangi pembentukan urin yang selanjutnya meningkatkan volume darah di arteri dan vena.
  • Arteriole menyempit untuk meningkatkan tahanan laju aliran darah.

 
Jenis Hipotensi
- Hipotensi Postural (Postural Hypotension)/ Hypotensi Ortostatik

Pada jenis hipotensi ini, tekanan darah mungkin turun mendadak karena perubahan posisi tubuh, biasanya saat sedang berdiri dari posisi duduk atau dari posisi berbaring. Orang yang mengalami perasaan seperti mau pingsan, pusing dan pandangan kabur setiap kali ia berdiri dari posisi duduk atau dari posisi berbaring, mungkin mengalami hipotensi postural. Biasanya tubuh mengkompensasi penarikan darah ke arah bawah karena gaya grafitasi dengan cara meningkatkan laju detak jantung untuk memastikan distribusi darah ke otak dalam jumlah cukup. Pada hipotensi postural, tekanan darah turun karena jantung tidak memompa cukup darah sehingga terjadi kekurangan oksigen di otak, yang menyebabkan timbulnya gejala rasa pusing bahkan pingsan.

Orang lanjut usia biasanya mengalami hipotensi postural, khususnya mereka yang berusia diatas 60 tahun. Namun hipotensi ini juga dapat terjadi pada orang muda, tanpa bahaya tertentu karena sirkulasi darah yang kurang lancar akibat terlalu lama duduk atau jongkok. Dehidrasi, temperatur panas, kehamilan, saat-saat badan capek juga dapat menyebabkan hipotensi postural. Kadangkala obat-obat yang ditelan untuk mengontrol hipertensi (tekanan darah tinggi) seperti beta blocker dan diuretic juga dapat menjadi salah satu penyebab hipotensi.

- Hipotensi Postprandial (Postprandial Hypotension)
Hipotensi postprandial adalah turunnya tekanan darah secara mendadak setelah mengkonsumsi makanan. Setelah makan, darah mengalir cepat ke saluran pencernaan, dan untuk mengkompensasi penurunan mendadak dalam pembuluh, laju detak jantung meningkat dan beberapa pembuluh darah menyempit. Ini merupakan respon yang otomatis, namun bagi sebagian orang dengan kelainan syarat tertentu seperti pada penderita penyakit Parkinson, tubuhnya tidak dapat segera mengatasi aliran darah mendadak ke perut. Akibatnya orang tersebut akan mengalami pusing dan kadang-kadang pingsan.
Seseorang yang mengalami hipotensi postprandial harus makan makanan dalam porsi-porsi yang sedikit supaya tidak memicu terjadinya penurunan tekanan darah secara mendadak. Kadang-kadang pengobatan hipertensi juga dapat menyebabkan hipotensi postprandial, sehingga dosis obat hipertensi perlu dikurangi agar kondisi tubuh membaik.

- Hipotensi Karena Syaraf (Neurally Mediated Hypotension)

Dalam kondisi normal, jika anda berdiri atau berjalan selama jangka waktu tertentu, gaya gravitasi menarik darah ke ujung-ujung bagian bawah tubuh anda, yang menyebabkan tekanan darah turun. Tubuh mengkompensasinya dengan meningkatkan laju detak jantung dan memompa lebih banyak darah untuk mensuplai otak dan organ-organ lainnya. Pada sebagian orang suplai darah tidak dapat terpenuhi karena adanya masalah komunikasi pada sistem syaraf yang menyampaikan perintah dari otak kepada jantung, sehingga jantung tidak segera meningkatkan laju detaknya dan terjadilah ketidak-seimbangan sirkulasi darah dan menyebabkan pusing bahkan pingsan.

Jika anda sering mengalami hipotensi, hal ini bisa jadi merupakan tanda adanya penyakit serius, sehingga anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan. Turunnya tekanan darah secara mendadak bukanlah kondisi yang baik bagi kesehatan dan dapat beresiko fatal sehingga perlu mendapat perhatian segera.

- Multiple systems atrophy with orthostatic hypotension (Shy-Drager)

Sindrom ini menyebabkan kerusakan agresif pada sistem saraf yang berfungsi mengendalikan tekanan darah, detak jantung, fungsi bernafas, dan pencernaan. Kondisi ini terbukti fatal dalam tujuh sampai 10 tahun setelah terdiagnosis.

Gejala Darah Rendah (Hipotensi)
  1. Bernafas dengan cepat.
  2. Kelelahan.
  3. Kulit yang dingin dan berkeringat.
  4. Kulit yang pucat.
  5. Memiliki kesulitan untuk berkonsentrasi.
  6. Mual.
  7. Penglihatan kabur.
  8. Pusing.
  9. Rasa haus yang meningkat 

Pemeriksaa Penunjang Darah Rendah
Pada beberapa orang yang sehat, gejala yang ditemukan seperti kelemahan, pusing dan hilangnya kesadaran meningkatkan kecurigaan adanya tekanan darah rendah. Pada orang lain biasanya dihubungkan dengan kejadian yang bisa mengakibatkan tekanan darah rendah contohnya serangan jantung.

Tahap awal untuk menentukan tekanan darah rendah adalah dengan mengukur tekanan darah saat baring dan berdiri. Pada orang dengan tekanan darah rendah yang bergejala kadang ditandai dengan tekanan darah yang turun pada saat berdiri bahkan bisa mengalami gejala ortostatik. Biasanya denyut jantung meningkat drastis. Setelah didapatkan adanya tekanan darah rendah tujuan berikutnya adalah menentukan apa penyebabnya. Biasanya penyebabnya sudah muncul duluan seperti hilangnya darah karena trauma, syok setelah mendapat radiasi, dll. Pada beberapa kasus mesti diperiksa antara lain:
  • Darah lengkap, ini bisa mengungkap anemia dari berkurangnya komponen darah atau peningkatan sel darah putih (leukosit) akibat infeksi.
  • Elektrolit darah. Ini untuk membantu menentukan adanya dehidrasi dan hilangnya mineral tertentu, termasuk adanya gagal ginjal dan asidosis. 
  • Kortisol, diperiksa untuk mendianosa insufficiency adrenal dan penyakit Addison’s. 
  • Kultur darah dan urin untuk diagnosa septikemia dan infeksi kandung kemih. 
  • Pemeriksaan radiologi. Seperti foto rontgen x-rays, USG abdominal dan CT-scan untuk mendeteksi adanya pneumonia, gagal jantung, pankreatitis, dll. 
  • EKG. Ini untuk mendeteksi abnormalitas pada denyut jantung, perikarditis dan kerusakan otot jantung baik akibat serangan jantung sebelumnya atau berkurangnya suplai darah ke jantung yang belum mengakibatkan serangan jantung.
Pemeriksaan lain juga kadang diperlukan seperti Holter monitor recording, Patient-activated event recorder, Echocardiogram, Tilt-Table test dan pemeriksaan lainnya.

Penanganan Hipotensi

Pertolongan Pertama jika mengalami Hipotensi :
  • Berbaring secara perlahan untuk mengurangi tekanan gravitasi, agar aliran darah ke otak.
  • Posisikan kaki lebih tinggi daripada jantung agar darah mengalir ke tubuh bagian atas. Buka mata untuk mencegah pingsan.
  • Pemijatan perlahan dari arah kaki ke betis, paha, perut dan seterusnya, agar darah mengalir ke arah kepala.
  • Konsumsi kalori, seperti minum teh manis atau roti.
  • Penderita hipotensi dianjurkan menambah konsumsi garam dapur, termasuk makanan asin. Asupan garam sehari untuk penderita hipotensi adalah 10-20 gram (1-2 sendok makan rata).
  • Tekanan darah rendah juga dapat diatasi dengan mengkonsumi kopi, bayam, cabe, coklat, lada, hati ayam kampung/sapi/kambing, susu, mentega, keju dan jahe merah. Hindari makanan yang pahit, asam dan mentimun.
"Secara medis, tekanan darah rendah tidak memerlukan pengobatan dan nyaris belum ada obat untuk menyembuhkannya", namun Hipotensi dapat dicegah dengan cara :
  • Minum air putih 8-10 gelas per hari. Sesekali minum kopi untuk memacu/meningkatkan degup jantung, sehingga tekanan darah meningkat.
  • Olah raga ringan yang teratur seperti jalan kaki selama 30 menit, minimal 3 kali seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.
  • Dianjurkan mengenakan stocking elastis,khususnya bagi wanita. Guna stocking ini untuk memperlancar aliran balik darah ke jantung terutama pada bagian tungkai bawah. Sehingga, darah yang dipompakan ke seluruh tubuh mencukupi, dan tekanan darah dalam batas normal.
  • Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Biasanya dokter hanya memberikan vitamin (support/placebo) serta beberapa saran agar penderita terhindar dari serangan hipotensi.
Karena obatnya tidak ada, maka penyembuhan Hipotensi ini tergantung dari penyebab hipotensi. Yang harus diperbaiki adalah kondisi yang menyebabkan turunnya tekanan darah, seperti :
  1. Jika penurunan tekanan darah akibat kadar Hemoglobin [Hb] rendah, maka yang harus diperbaiki adalah mengupayakan untuk meningkatkan kadar Hemoglobin hingga batas normal.
  2. Jika akibat dehidrasi, maka diberikan asupan cairan yang cukup.
  3. Jika akibat pemberian obat hipertensi, maka dosis dan pemilihan obat-obatan diatur kembali.
Dengan menangani kondisi sesuai dengan penyebabnya, diharapkan gangguan akibat penurunan tekanan darah dapat segera diatasi.

Terapi Herbal noni Juice Pada Penyakit Darah Rendah Hipotensi 

Prinsip kerjanya adalah meningkatkan sistem imun dan memperbaiki kerusakan sel langsung pada sasarannya.

  

  

Testimoni Aminuddin - Tahitian Noni Tuntaskan Penyakit Diabetes Alami

Saya Bisa Makan Bebas Lagi !  
Usia senja menjadi momok bagi sebagian orang terhadap kesehatan mereka. Begitu pula yang dialami oleh Aminudin, 66 tahun. Menginjak masa tua Aminudin mulai khawatir akan tingkat kesehatan yang semakin menurun, “Bertambahnya usia bukan berarti bertambah pula nikmat yang diberikan Allah SWT,” tegasnya.

Sejak usia 50 tahun, Aminudin mengalami penurunan nikmat sehat yang diturunkan Allah SWT, mulanya, Aminudin menderita Hipertensi. Ia pun diminta dokter untuk mengurangi makanan yang berpotensi memicu tekanan darahnya. Belum lagi fungsi jantungnya yang semakin tahun semakin menurun kinerjanya. “Saya sempat dioperasi akibat penyumbatan pada jantung,” cerita Aminudin. Saat usianya menginjak 65 tahun Aminudin divonis dokter mengidap penyakit gula, gula darahnya mencapai lebih dari 220.

Tingginya penyakit gula Aminudin membuatnya mudah terserang Penyakit Kulit. Karenanya Aminudin harus menjalani diet ketat untuk mengontrol gula darahnya. “Inilah puncak penderitaan saya, saya tidak bisa makan bebas,” katanya.

Agustus silam, saat Aminudian menghadiri pengajian di dekat rumahnya, oleh tuan rumah Aminudin di kenalkan Tahitian Noni Juice untuk mengatasi penyakit gula nya. “Saya penasaran dan mencobanya, sehari saya minum 2 x 30 cc,” ungkapnya. Ketika ia mendengarkan pemaparan Dr. Amarullah tentang dosis yang diperlukan untuk penyakit gula, Aminudian melipatgandakan dosis konsumsi Tahitian Noni Juice.

Dalam waktu 3 bulan, penyakit gula yang ia derita berangsur-angsur membaik, bahkan dokter yang merawat Aminudian sempat bingung dengan hasil medisnya. penyakit gula Aminudian kembali normal, fungsi jantung serta penyumbatan jantung semakin membaik. “Alhamdulillah Allah SWT telah mengutus Tahitian Noni Juice sebagai obat alami untuk kesehatan saya,” ujarnya senang.


  

  

Obat Herbal Alami Atasi Mual Muntah Berlebihan Selama Hamil (Hyperemesis Gravidarum)

Komplikasi Kehamilan ( Hyperemesis Gravidarum)
Mual dan muntah merupakan hal yang umum dalam kehamilan. Sekitar 50%-90% kehamilan disertai dengan mual dan muntah yang dikenal sebagaiemesis gravidarum (Niebyl, 2010). Wanita yang mengalami emesis gravidaru atau morning sickness 2% mengalami mual di pagi hari dan 80% mual sepanjanghari. Kondisi ini biasanya ringan, dapat hilang sendiri dan puncak keluhan padasekitar 9 minggu kehamilan. Usia kehamilan 20 minggu biasanya gejala berhentinamun pada 13% kehamilan, mual dan muntah dapat bertahan hingga 20 minggukehamilan (Mylonas, 2007, Sheehan, 2007).
  • Emesis gravidarum adalah gejala yang wajar atau sering terdapat pada kehamilan trimester pertama. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi ada yang timbul setiap saat dan malam hari.
  • Hyperemesis Gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan selama masa kehamilan karena intensitasnya melebihi muntah yang normal dan berlangsung selama kehamilan trimester I (0- 3 bulan) (Varney, 2006).
Dikatakan berlebihan apabila :
  1. Frekwensi muntah lebih 10 kali/ sehari.
  2. Waktu : sepanjang trimester I bahkan ada yang melebihi.
  3. Mengganggu aktivitas dan mempengaruhi kondisi kesehatan
Pada umumnya hiperemesis gravidarum terjadi pada minggu ke 6-12 masa kehamilan, yang dapat berlanjut sampai minggu ke 16-20 masa kehamilan.

Insidensi Mual Muntah Saat Hamil

Insidensi hiperemesis gravidarum bervariasi antara 0,3 – 1,5% kelahiran hidup.

Patofisiologi Hyperemesis Gravidarum

Patofisiologi hyperemesis gravidarum dapat disebabkan karena peningkatan Hormone Chorionic Gonodhotropin (HCG) dapat menjadi factor mual dan muntah. Peningkatan kadar hormone progesterone menyebabkn otot polos pada sistim gastro intestinal mengalami relaksasi sehingga motilitas menurun dan lambung menjadi kosong.
Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi ibu hamil muda bila terjadi terus menerus dapat mengakibatkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit serta dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi (Winkjosastro, 2007).

Pada beberapa kasus berat, perubahan yang terjadi berhubungan dengan malnutrisi dan dehidrasi yang menyebabkan terdapatnya non protein nitrogen, asam urat, dan penurunan klorida dalam darah, kekurangan vitamin B1, B6, B12, dapat mengakibatkan terjadinya anemia (Mitayani, 2009 hal 56).

Penyebab Mual Muntah Selama Hamil 
Etiologi hyperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. Dulu penyakit ini dikelompokkan kedalam penyakit toksemia gravidarum karena diduga adanya semacam “racun” yang berasal dari janin atau kehamilan. Penyakit ini juga digolongkan ke dalam gestosis bersama pre-eklampsi dan eklampsi. Nama gestosis dini diberikan untuk hiperemesis gravidarum dan gestosis lanjut untuk hipertensi (pre-eklampsi dan eklampsi) dalam kehamilan (Runiari, 2010). Runiari (2010) dan Guyton (2004) menjelaskan beberapa teori penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum namun tidak ada satupun yang dapat menjelaskan proses terjadinya secara tepat. Teori tersebut antara lain adalah (Runiari, 2010).

- Teori Endokrin
  • Teori endokrin menyatakan bahwa peningkatan kadar progesteron, estrogen, dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dapat menjadi faktor pencetus mual muntah. Peningkatan hormone progesteron menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi, hal itu mengakibatkan penurunan motilitas lambung sehingga pengosongan lambung melambat. Refleks esofagus, penurunan motilitas lambung dan penurunan sekresi dari asam hidroklorid juga berkontribusi terhadap terjadinya mual dan muntah.

    Selain itu HCG juga menstimulasi kelenjar tiroid yang dapat mengakibatkan mual dan muntah. Hormon progesteron ini dihasilkan oleh korpus luteum pada masa awal kehamilan dan mempunyai fungsi menenangkan tubuh ibu hamil selama kehamilan, termasuk saraf ibu hamil sehingga perasaan ibu hamil menjadi tenang. Hormon ini berfungsi untuk membangun lapisan di dinding rahim untuk menyangga plasenta di dalam rahim. Hormon ini juga dapat berfungsi untuk mencegah gerakan kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim. Hormon ini dapat "mengembangkan" pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah, itu penyebab mengapa Ibu sering pusing saat hamil. Hormon ini juga membuat sistem pencernaan jadi lambat, perut menjadi kembung atau sembelit. Hormon ini juga mempengaruhi perasaan dan suasana hati ibu meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan pernafasan, mual, dan menurunnya gairah berhubungan intim selama hamil. Seseorang dalam kondisi stress akan meningkatkan aktifitas saraf simpatis, untuk melepaskan hormon stress berupa adrenalin dan kortisol (Guyton, 2004 hal 46).

    Sistem imun merupakan komponen penting dan responden adaptif stress secara fisiologis. Stress menggunakan adrenalin dalam tubuh untuk meningkatkan kepekaan, prestasi dan tenaga. Peningkatan adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah terial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah (Guyton, 2004). Tekanan darah yang tinggi dan peningkatan denyut jantung akan dapat meningkatkan HCG. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) adalah hormone yang dihasilkan selama kehamilan, yang dapat dideteksi dari darah atau air seni wanita hamil sesudah kurang lebih 10 hari sesudah pembuahan. HCG ini dapat menstimulasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil (Guyton, 2004).
- Teori Metabolik
  • Teori metabolik menyatakan bahwa kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan mual dan muntah pada kehamilan.
- Teori Alergi
  • Adanya histamin sebagai pemicu dari mual dan muntah mendukung ditegakkannya teori alergi sebagai etiologi hiperemesis gravidarum. Mual dan muntah berlebihan juga dapat terjadi pada ibu hamil yang sangat sensitif terhadap sekresi dari korpus luteum.
- Teori Infeksi
  • Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara infeksi Helicobacter pylori dengan terjadinya hiperemesis gravidarum, sehingga dijadikan dasar dikemukakannya teori infeksi sebagai penyebab hiperemesis gravidarum.
- Teori Psikomatik
  • Menurut teori psikomatik, hiperemesis gravidarummerupakan keadaan gangguan psikologis yang dirubah dalam bentuk gejala fisik. Kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan serta tekanan pekerjaan dan pendapatan menyebabkan terjadinya perasaan berduka, ambivalen, serta konflik dan hal tersebut dapat menjadi faktor psikologis penyebab hiperemesis gravidarum.
Gejala mual dan muntah dapat juga disebabkan oleh gangguan traktus digestif seperti pada penderita diabetes mellitus (gastroparesis diabeticorum). Hal ini disebabkan oleh gangguan motilitas usus atau keadaan pasca operasi vagotomi. Selain merupakan reflesi gangguan intrinsik dari lambung, gejala mual dan muntah dapat disebabkan oleh gangguan yang bersifat sentral pada pusat muntah (chemoreceptor trigger zone). Perubahan metabolisme hati juga dapat menjadi penyebab penyakit ini, oleh karena itu pada kasus yang berat harus dipikirkan kemungkinan akibat gangguan fungsi hati, kantung empedu, pankreatitis, atau ulkus peptikum (Runiari, 2010).

Mitayani (2009 hal 57) menyebutkan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hiperemesis gravidarum meliputi :
  1. Faktor predisposisi terdiri dari primigravida, molahidatidosa dan kehamilan ganda.
  2. Faktor organik seperti alergi masuknya vilikohirialis sirkulasi, perubahan metabolik akibat kehamilan dan resistensi ibu yang menurun. 
  3. Faktor psikologis, meliputi pengetahuan, sikap, umur, paritas, pekerjaan, stress, peningkatan hormon progesteron, estrogen dan HCG, alergi, infeksi dan diabetes melitus
Gejala Mual Muntah Pada Kehamilan
Hyperemesis gravidarum, menurut berat ringannya gejala dapat dibagi dalam 3 (tiga) tingkatan yaitu :
  • Tingkat I - Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100 kali per menit, tekanan darah sistol menurun turgor kulit berkurang, lidah mengering dan mata cekung.
  • Tingkat II - Penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit lebih berkurang, lidah mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikterus. Berat badan menurun dan mata menjadi cekung, tensi rendah, hemokonsentrasi, oliguri dan konstipasi.
  • Tingkat III - Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dan somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu badan meningkat dan tensi menurun. Komplikasi fatal dapat terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai ensefalopati Wernicke, dengan gejala : nistagmus dan diplopia. Keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks. Timbulnya ikterus adalah tanda adanya payah hati.
Penanganan

Pencegahan terhadap Hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan pcnerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang flsiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, mengajurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat. Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan. Makanan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.
  • Obat- obatan - Sedativa yang sering digunakan adalah Phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan Vitamin B1 dan B6. Keadaan yang lebih berat diberikan antiemetik seperti Disiklomin hidrokhloride atau Khlorpromasin. Anti histamin ini juga dianjurkan seperti Dramamin, Avomin.
  • Isolasi - Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang tetapi cerah dan peredaran udara yang baik. Tidak diberikan makan/minuman setama 24 -28 jam. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejaia-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
  • Terapi Psikologik - Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan yang serta menghilangkan masalah dan konflik, yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
  • Cairan Parenteral - Berikan cairan- parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan dan protein dengan Glukosa 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter perhari. Bila perlu dapat ditambah Kalium dan vitamin, khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C. Bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino secara intra vena.
  • Terminasi Kehamilan - Pada sebagian kecil kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatri bila keadaan memburuk. Delirium, kebutaan, tachycardi, ikterus anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena di satu pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat, tetapi dilain pihak tak boleh menunggu sampai terjadi gejala ireversibel pada organ vital.
  • Diet : Ciri khas diet hiperemesis adalah penekanan karbohidrat kompleks terutama pada pagi hari, serta menghindari makanan yang berlemak dan goreng-gorengan untuk menekan rasa mual dan muntah, sebaiknya diberi jarak dalam pemberian makan dan minum. Diet pada hiperemesis bertujuan untuk mengganti persediaan glikogen tubuh dan mengontrol asidosis secara berangsur memberikan makanan berenergi dan zat gizi yang cukup. Diet hiperemesis gravidarum memiliki beberapa syarat, diantaranya adalah karbohidrat tinggi, yaitu 75-80% dari kebutuhan energi total, lemak rendah, yaitu <10 10-15="" 7-10="" bentuk="" berangsur="" bila="" cairan="" dalam="" dan="" dari="" dengan="" di="" diberikan="" dicerna="" dioptimalkan="" diterima="" energi="" gelas="" gizi="" hari="" keadaan="" kebutuhan="" kecil="" kering="" makan="" makanan="" malam="" merangsang="" mudah="" nilai="" pada="" pagi="" pasien="" pemberian="" pencernaan="" per="" porsi="" protein="" saluran="" secara="" sedang="" selingan="" sering="" sesuai="" sesuaikan="" span="" sulit="" tidak="" tingkatkan="" total="" yaitu="">.
    • Diet hiperemesis I - Diberikan pada hiperemesis tingkat III. Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1 — 2 jam sesudahnya. Makanan ini kurang dalam semua zat – zat gizi, kecuali vitamin C, karena itu hanya diberikan selama beberapa hari.
    • Diet hiperemesis II - Diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara berangsur mulai diberikan makanan yang bernilai gizi linggi. Minuman tidak diberikan bersama makanan . Makanan ini rendah dalam semua zat-zal gizi kecuali vitamin A dan D.
    • Diet hiperemesis III - Diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali Kalsium.
Hyperemesis Gravidarum dan Puasa Ramadhan
Sarita Bajaj dkk dalam Indian Journal of Endocrinology & Metabolism yang di-release pada 1 Juli 2012, dalam artikelnya yang berjudul:  “South Asian Consensus Statement on Women’s Health and Ramadhan” menyampaikan resume dari banyak penelitian. Mereka menyarankan agar wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa, terutama apabila puasa menyebabkan mereka dalam kondisi yang berbahaya bagi mereka dan terutama bagi janinnya. Beberapa efek puasa dalam penelitian yang disitir oleh mereka adalah: meningkatnya resiko hiperemesis gravidarum (muntah berlebihan pada kehamilan) terutama pada kehamilan trimester pertama, meningkatnya prevalensi infeksi saluran kencing, penurunan gerakan nafas janin (fetal breathing movement), gangguan/stress pada janin, kondisi kesehatan yang lebih buruk ketika bayi sudah lahir. Selain itu, disebutkan pula adanya gangguan anemia (kurang darah) pada ibu hamil yang berpuasa, sehingga menimbulkan komplikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, Sarita dkk menyarankan jika Ibu hamil tersebut tetap memaksakan diri untuk berpuasa maka untuk menghindari efek lebih buruk maka sebaiknya: puasa berselang-seling, sewaktu-waktu jika berbahaya maka puasa harus dibatalkan, pengaturan gizi harus dilakukan (misalnya karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka puasa).
Selain dari dua artikel diatas, beberapa hasil penelitian yang saya dapatkan antara lain sebagai berikut :
  1. Ebru Dikensoy dkk, dalam Journal of Obstetric Gynecology volume 34, no. 4: 494-498, Agustus 2008, judul: “Effect of Fasting during Ramadhan on Fetal Development and Maternal Health” menyimpulkan bahwa: Puasa Ramadhan tidak menyebabkan ketonemia maupun ketonuria pada Ibu hamil, oleh karena itu tidak memiliki efek yang signifikan pada pertumbuhan dan kesehatan janin. 
  2. Deniz Hizli dkk, dalam Journal of Maternal and Neonatal Medicine, bulan Juli 2012 dengan judul: “Impact of Maternal Fasting during Ramadhan on Fetal Doppler Parameters, Maternal Lipid Levels and Neonatal Outcomes”, menghasilkan kesimpulan bahwa pada perempuan hamil yang berpuasa tidak memiliki efek samping pada pengukuran indeks cairan amnion, fetal Doppler dan parameter persalinan. 
  3. Vahid Ziaee dkk, dalam Iran Journal of Pediatric pada Juni 2010 dengan judul: “The Effect of Ramadhan Fasting on Outcome of Pregnancy” menyimpulkan bahwa pada wanita yang sehat dengan intake nutrisi yang layak, puasa tidak memiliki efek negative pada pertumbuhan janin dan persalinan, akan tetapi pada kelompok Ibu hamil trimester pertama yang puasa terdapat sedikit resiko bayi terlahir dengan berat badan rendah 1,5 kali dibanding kelompok yang tidak puasa. 
  4. Maryam Moradi, dalam Journal of Research in Medical Sciences Februari 2011 dengan judul: “The Effect of Ramadhan Fasting on Fetal Growth and Doppler Indices of Pregnancy” menyimpulkan bahwa puasa Ramadhan tidak memiliki efek samping terhadap pertumbuhan janin, volume cairan amnion dan sirkulasi fetomaternal (Ibu ke janin). 
  5. Azizi F dkk dengan artikelnya berjudul: “Intellectual Development of Children Born of Mother who Fasted in Ramadhan during Pregnancy” dalam International Journal for Vitamin and Nutritional Research pada September 2004, menunjukkan dari dua kelompok yang diobservasi (anak dari ibu yang berpuasa dan tidak berpuasa), tidak ada perbedaan yang signifikan pada IQ kedua kelompok tersebut. Sehingga disimpulkan bahwa puasa pada saat kehamilan tidak mempengaruhi kecerdasan (IQ) dari anak yang dilahirkan.
Fiona Cross-Sudworth yang ditampilkan oleh British Journal of Midwifery pada Februari 2007, Bahwa puasa tidak berdampak buruk (baik pada diri maupun janin) pada perempuan hamil dengan status gizi yang baik dan kehamilan resiko rendah, namun akan memiliki efek buruk yang nyata jika dilakukan oleh perempuan hamil yang kurang gizi dan memiliki riwayat kesehatan/kehamilan yang buruk. 

Prognosis Hyperemesis
Dengan penanganan yang baik prognosis Hiperemesis gravidarum sangat memuaskan. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri, namun demikian pada tingkatan yang berat, penyakit ini dapat mengancam jiwa ibu dan janin.

Pengobatan Alternatif Naturopathy Atasi Penyakit Komplikasi Kehamilan Hyperemesis Gravidarum (Mual Muntah Berlebihan)
 
  • Meningkatkan dan merevitalisasi sistem kerja tubuh (self healing), bekerja melindungi, memperbaiki, mengaktifkan, meremajakan dan meregenerasi sel secara optimal.
  • Memberikan efek manfaat yang optimal serta aman dikonsumsi baik oleh wanita hamil, menyusui, bayi, anak-anak hinggak orang dewasa, yang mencakup segala kondisi kesehatan.
Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) mengandung vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Berikut patent terapy Tahitian Noni Bioactive Beverage yang berhubungan dengan kehamilan :
  • Preventive and Treatment Effects of Morinda Citrifolia as an Aromatase Inhibitor. United States Patent Application Ser. No. 10/396,868. Palu, Afa, et al. USPTO 2004; p.1-48
Menghambat pembentukan enzim aromatase terkait penyakit yang berhubungan dengan hormone estrogen.
  • Mereduksi Kerusakan Seluler didlam tubuh manusia : TNBB dapat merefungsionalisasi sel yang positif (absorbs sel terhadap nutrisi yang bermanfaat dan regenerasi seluler), mestimulasi produksi sel limfosit T dapat meningkatkan respon immune untuk mencegah infeksi, membersihkan radikal bebas. Meningkatkan pertahanan stress oksidatif (kerusakan protein, karbohidrat, lipid dan DNA tubuh) sehingga dapat mereduksi kerusakan struktur dan fungsi seluler (mencegah inisiasi/ implikasi terjadinya penyakit). WO 02.43664A2.
  • Diet serat Morinda Citrifolia L : produk olahan Morinda Citrifolia L dalam TNBB selain lebih dari 230 kandungan nutrisi dan bioactive juga sangat kaya akan serat, protein, vitamin dan mineral, sehingga sangat potensial untuk keluhan metabolisme dan fungsi cerna. WO/2001/015551


  

  

http://khasiattahitiannonijuice.blogspot.com/search/label/Join%20Bisnis%20And%20Member

Pengobatan Alternatif Kehamilan Lewat Waktu (Pregnancy Late Delivery)

Kelahiran Terlambat - Kehamilan Serotinus - Prolonged Pregnancy 
  1.  Suatu kondisi di mana perempuan hamil melebihi 42 minggu sejak saat terjadinya pembuahan di dalam rahimnya. Usia kehamilan dianggap normal jika persalinan terjadi dalam usia kehamilan 38-42 minggu. Jika lebih, maka kehamilan dianggap melewati waktu dan dapat membahayakan baik ibu maupun janin.
  2. Kehamilan yang melewati 294 hari atau 42 minggu lengkap dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Neagle dengan siklus haid rata-rata 28 hari dan belum terjadi persalinan. Kehamilan lewat waktu merupakan salah satu kehamilan yang beresiko tinggi, di mana dapat terjadi komplikasi pada ibu dan janin. Diagnosis usia kehamilan lebih dari 42 minggu didapatkan dari perhitungan usia kehamilan, seperti rumus Neagle atau dengan tinggi fundus uteri serial.
  • Seronitus/postterm adalah kehamilan lebih dari 42 minggu dengan berdasarkan perhitungan kehamilan dengan HPHT dan belum terjadi persalinan.
  • Aterm adalah kehamilan 38-42 minggu (periode persalina normal).
  • Postmatur adalah penggambaran janin yang memperlihatkan adanya kelainan akibat kehamilan yang berlangsung lebih dari yang seharusnya (seronitus)
Insidensi Kelahiran Terlambat

Angka kejadian kehamilan lewat waktu kira-kira 10%, bervariasi antara 3,5-145. Data statistic menunjukkan, angka kematian dalam kehamilan lewat waktu lebih tinggi ketimbang dalam kehamilan cukup bulan, di mana angka kematian kehamilan lewat waktu

Penyebab Kelahiran Lewat Waktu

Etiologi belum diketahui secara pasti namun faktor yang dikemukaan adalah hormonal, yaitu kadar progesterone tidak cepat turun walaupun kehamilan telah cukup bulan sehingga kepekaan uterus terhadap oksitosin berkurang. Factor lain seperti herediter, karena postmaturitas sering dijumpai pada suatu keluarga tertentu.

Menjelang persalinan terdapat penurunan progesterone, peningkatan oksitosin tubuh dan reseptor terhadap oksitosin sehingga otot rahim semakin sensitive terhadap rangsangan. Pada kehamilan lewat waktu terjadi sebaliknya, otot rahim tidak sensitive terhadap rangsangan, karena ketegangan psikologis atau kelainan pada rahim.
Factor hormonal yaitu kadar progesterone tidak cepat turun walaupun kehamilan telah cukup bulan, sehingga kepekaan uterus terhadap oksitosin berkurang. Factor lain adalah hereditas, karena post matur sering dijumpai pada suatu keluarga tertentu.
Fungsi plasenta memuncak pada usia kehamilan 38-42 minggu, kemudain menurun setelah 42 minggu, terlihat dari menurunnya kadar estrogen dan laktogen plasenta. Terjadi juga spasma arteri spiralis plasenta. Akibatnya dapat terjadi gangguan suplai oksigen dan nutrisi untuk hidup dan tumbuh kembang janinintrauterin. Sirkulasi uteroplasenta berkurang sampai 50%. Volume air ketuban juga berkurang karena mulai terjadi absorpsi. Keadaan-keadaan ini merupakan kondisi ini merupakan kondisi yang tidak baik untuk janin. Risiko kematian perinatal pada bayi postmatur cukup tinggi, yaitu 30% prepartum, 55% intrapartum, dan 15% postpartum.

Beberapa faktor penyebab kehamilan lewat waktu adalah sebagai berikut :
  • Kesalahan dalam penanggalan, merupakan penyebab yang paling sering.
  • Tidak diketahui.
  • Primigravida (ibu hamil yang pertama kali) dan riwayat kehamilan lewat bulan.
  • Defisiensi sulfatase plasenta atau anensefalus (cacat bawaan : tidak ada kubah tengkorak kepala bayi), merupakan penyebab yang jarang terjadi.
  • Jenis kelamin janin laki-laki juga merupakan predisposisi.
  • Faktor genetik juga dapat memainkan peran. 
Sebab Terjadinya Kehamilan Post Term : 
 
Seperti halnya teori bagaimana terjadinya persalinan, sampai saat ini sebab terjadinya kehamilan postterm sebagai akibat gangguan terhadap timbulnya persalinan. Beberapa teori diajukan antara lain sebagai berikut :
  1. Pengaruh Hormon Progesteron - Penurunan hormon progesteron dalam kehamilan dipercaya merupakan kejadian perubahan endokrin yang penting dalam memacu proses biomolekuler pada persalinan dan meningkatkan sensitivitas uterus terhadap oksitosin, sehingga beberapa penulis menduga bahwa terjadinya postterm adalah karena masih berlangsungnya pengaruh progesterone.
  2. Teori Oxitocyn - Pemakaian oksitosin untuk induksi persalinan pada kehamilan postterm member kesan atau dipercaya bahwa oksitosin secara fsikologis memegang peranan penting dalam menimbulkan persalinan dan pelepasan oksitosin dari neurohipofisis ibu hamil yang kurang pada usia kehamilan lanjut diduga sebagai salah satu faktor penyebab kehamilan possterm.
  3. Teori Kortisol/ ACTH Janin - Dalam teori ini diajukan bahwa “pemberi tanda” untuk dimulainya persalinan adalah janin, diduga akibat peningkatan tiba-tiba kadar kortisol plasma janin. Kortisol janin akan mempengaruhi plasenta sehingga produksi progesterone berkurang dan memperbesar sekresi estrogen, selanjutnya berpengaruh terhadap meningkatnya produksi prostaglandin. Pada cacat bawaan janin seperti anensefalus, hipoplasia adrenal janin, dan tidak adanyakelenjar hipofisis pada janin akan menyebabkan kortisol janin tidak diproduksi dengan baik sehingga kehamilan dapat berlangsung lewat bulan.
  4. Syaraf Uterus (Rahim) - Tekanan pada ganglion servikalis pada pleksus Frankenhauser akan membangkitkan kontraksi uterus. Pada keadaan di mana tidak ada tekanan pada pleksus ini, seperti pada kelainan letak, tali pusat pendek dan bagian bawah masih tinggi kesemuanya diduga sebagai penyebab terjadinya kehamilan postterm.
  5. Herediter (Riwayat Keturunan) - Beberapa penulis menyatakan bahwa seorang ibu yang mengalami kehamilan postterm mempunyai kecendrungan untuk melahirkan lewat bulan pada kehamilan berikutnya. Bilamana seorang ibu mengalami kehamilan postterm saat melahirkan anak perempuan, maka besar kemungkinan anak perempuannya akan mengalami kehamilan postterm.
Resiko Kehamilan Post Term

Kehamilan posterm mempunyai resiko lebih tinggi daripada kehamilan aterm, terutama terhadap kematian perinatal (antepartum, intrapartum, dan post partum) berkaitan dengan aspirasi mekonium dan asfiksia.

Resiko kehamilan lewat waktu antara lain adalah gangguan pertumbuhan janin, gawat janin, sampai kematian janin dalam rahim. Resiko gawat janin dapat terjadi 3 kali dari pada kehamilan aterm. Kulit janin akan menjadi keriput, lemak di bawah kulit menipis bahkan sampai hilang, lama-lama kulit janin dapat mengelupas dan mongering seperti kertas perkamen. Rambut dan kuku memanjang dan cairan ketuban berkurang sampai habis. Akibat kekurangan oksigen akan terjadi gawat janin yang menyebabkan janin buang air besar dalam rahim yang akan mewarnai cairan ketuban menjadi hijau pekat.

Pada saat janin lahirdapat terjadi aspirasi (cairan terisap ke dalam saluran napas) air ketuban yang dapat menimbulkan kumpulan gejala MAS (Meconeum Aspiration Syndrome). Keadaan ini dapat menyebabkan kematian janin. Komplikasi yang dapat mungkin terjadi pada bayi ialah suhu yang tidak stabil, hipoglikemia, polisitemia, dan kelainan neurologic. Oleh karena itu kehamilan posterm pada bayi mempunyai hubungan erat dengan :
  • Mortalitas.
  • Morbiditas perinatal.
  • Makrosomia.
Kehamilan lewat bulan dapat juga menyebabkan resiko pada ibu, antara lain distosia karena aksi uterus tidak terkoordinir, janin besar, dan moulding (moulage) kepala kurang. Sehingga sering dijumpai partus lama, kesalahan letak, inersia uteri, distosia bahu, dan pendarahan postpartum. Akibat kondisi tersebut mengakibatkan peningkaan tindakan obstetric seperti sectio caesaria (operasi).
Berbeda dengan angka kematian ibu yang cenderung menurun, kematian perinatal tampaknya masih menunjukkan angka yang cukup tingi, sehingga pemahaman dan penatalaksanaan yang tepat terhadap kehamilan postterm akan memberikan sumbangan besar dalam upaya menurunkan angka kematian, terutama kematian perinatal

Gejala Kehamilan Lewat Waktu (Manifestasi Klinis)
  1. Keadaan klinis yang dapat ditemukan ialah gerakan janin yang jarang, yaitu secara subyektif kurang dari 7kali/20 menit atau secara obyektif dengan KTG kurang dari 10 kali/20 menit.
  2. Air ketuban berkurang dengan atau tanpa pengapuran (klasifikasi) plasenta diketahui dengan pemeriksaan USG.
  3. Pada bayi akan ditemukan tanda-tanda lewat waktu yang terbagi menjadi :
    • Stadium I : Kulit kehilangan verniks kaseosa dan terjadi maserasi sehingga kulit kering, rapuh, dan mudah mengelupas.
    • Stadium II : Seperti stadium I disertai pewarnaan meconium (kehijauan) di kulit.
    • Stadium III : Seperti stadium I disertai pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit dan tali pusat.
Diagnosis Kehamilan Post Term

Tidak jarang seorang dokter mengalami kesulitan dalam menentukan diagnosis kehamilan postterm karena diagnosis ini ditegakkan berdasarkan umur kehamilan, bukan terhadap kondisi kehamilan. Beberapa kasus yang dinyatakan sebagai kehamilan postterm merupakan kesalahan dalam menentukan umur kehamilan. Kasus kehamilan postterm tidak dapat ditegakkan secara pasti diperkirakan sebesar 22%

Diagnosis kehamilan lewat waktu biasanya dari perhitungan rumus Naegele setelah mempertimbangkan siklus haid dan keadaan klinis. Bila ada keraguan, maka pengukuran tinggi fundus uterus serial dengan sentimeter akan memberikan informasi mengenai usia gestasi lebih tepat. Keadaan klinis yang mungkin ditemukan ialah air ketuban yang berkurang dan gerakan janin yang jarang.

Dalam menentukan diagnosis kehamilan postterm di samping riwayat haid, sebaiknya dilihat pula hasil pemeriksaan antenatal. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam mendiagnosis kehamilan lewat waktu, antara lain :
  • HPHT jelas.
  • Dirasakan gerakan janin pada umur kehamilan 16-18 minggu.
  • Terdengar denyut jantung janin (normal 10-12 minggu dengan Doppler, dan 19-20 minggu dengan fetoskop).
  • Umur kehamilan yang sudah ditetapkan dengan USG pada umur kehamilan kurang dari atau sama dengan 20 minggu.
  • Tes kehamilan (urin) sudah positif dalam 6 minggu pertama telat haid.
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang yaitu USG untuk menilai usia kehamilan, oligohidramnion, derajat maturitas plasenta. KTG untuk menilai ada atau tidaknya gawat janin. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan, seperti pemeriksaan berat badan ibu, diikuti kapan berkurangnya berat badan, lingkaran perut dan jumlahair ketuban. Pemeriksaan yang dilakukan seperti :
  1. Bila wanita hamil tidak tahu atau lupa dengan haid terakhir setelah persalinan yang lalu, dan ibu menjadi hamil maka ibu harus memeriksakan kehamilannya dengan teratur, dapat diikuti fundus uteri, mulainya gerakan janin dan besarnya janin dapat membantu diagnosis.
  2. Pemeriksaan Ultrasonografi dilakukan untuk memeriksa ukuran diameter biparietal, gerakan janin dan jumlah air ketuban. Bila telah dilakukan pemeriksaan USG serial terutama sejak trimester pertama, maka hamper dapat dipastikan usia kehamilan. Sebaliknya pemeriksaan yang sesaat setelah trimester III sukar untuk memastikan usia kehamilan. Pemeriksaan Ultrasonografi pada kehamilan postterm tidak akurat untuk menentukan umur kehamilan. Tetapi untuk menentukan volume cairan amnion (AFI), ukuran janin, malformasi janin dan tingkat kematangan plasenta.
  3. Pemeriksaan berat badan ibu, dengan memantau kenaikan berat badan setiap kali periksa, terjadi penurunan atau kenaikan berat badan ibu.
  4. Pemeriksaan Amnioskopi dilakukan untuk melihat derajat kekeruhan air ketuban menurut warnanya yaitu bila keruh dan kehitaman berarti air ketuban bercampur meconium dan mengakibatkan gawat janin.
Kematangan serviks tidak bias dipakai untuk menentukan usia kehamilan.

Yang penting dalam menngani kehamilan lewat waktu yaitu menentukan keadaan janin, karena setiap keterlambatan akan menimbulkan seriko kegawatan. Penentuan keadaan janin yang dilakukan :
  • Tes Tekanan (Non Stress Test) - Bila memperoleh hasil non reaktif maka dilanjutkandengan tes tekanan oksitosin. Bila diperoleh hasil reaktif maka nilai spesifitas 98,8% menunjukkan kemungkinan besar janin baik.
  • Gerakan Janin - Gerakan janin dapat ditentukan secara subjektif \9normal rata-rata 7 kali/20 menit) atau secara objektif dengan tokografi (normal rata-rata 10 kali/20 menit), dapat juga ditentukan dengan USG. Penilaian banyaknya air ketuban secara kualitatif dengan USG (normal > 1cm/bidang) memberikan gambaran banyaknya air ketuban, bila ternyata oligohidramnion, maka kemungkinan telah terjadi kehamilan lewat waktu.
  • Amnioskopi - Bila ditemukan air ketuban yang banyak dan jernih mungkin keadaan masih baik. Sebaliknya air ketuban sedikit dan mengandung meconium akan mengalami resiko 33% asfiksia.
Tata Laksana Obstetrik (Medis)

Perlu kita sadari bahwa persalinan adalah saat paling berbahaya bagi janin postterm sehingga setiap persalinan kehamilan posterm harus dilakukan pengamatan ketat dan sebaiknya dilaksanakan di rumah sakit dengan pelayanan operatif dan perawatan neonatal yang memadai.

Prinsip dari tata laksana kehamilan lewat waktu ialah merencanakan pengakhiran keahmilan. Cara pengakhiran kehamilan tergantung dari hasil pemeriksaan kesejahteraan janin dan penilaian skor pelvik (pelvic score). Ada bebarapa cara untuk pengakhiran kehamilan, antara lain :
  • Induksi Partus dengan Mesoprostol.
  • Induksi Partus dengan Oxytocin.
  • Sectio Caesaria
The American College of Obstetricians and Gynecologist mempertimbangkan bahwa kehamilan postterm (42 minggu) adalah indikasi induksi persalinan. Penelitian menyarankan induksi persalinan antara umur kehamilan 41-42 minggu menurunkan angka kematian janin dan biaya monitoring janin lebih rendah.

Dalam mengakhiri kehamilan dengan induksi oksitosin, pasien harus memenuhi beberapa syarat, antara lain kehamilan aterm, ada kemunduran his, ukuran punggung normal, tidak ada disproporsi sefalopelvik, janin presentasi kepala, serviks sudah matang (porsio teraba lunak, mulai mendatar, dan mulai membuka). Selain itu, pengukuran pelvik juga harus dilakukan sebelumnya.

Tatalaksana yang biasa dilakukan ialah induksi denganOksitosin 5 IU. Sebelum dilakukan induksi, pasien dinilai terlebih dahulu kesejahteraan janinnya dengan alat KTG, serta diukur skor pelvisnya. Jika keadaan janin baik dan skor pelvis >5, maka induksi persalinan dapat dilakukan. Induksi persalinan dilakukan dengan Oksitosin 5 IU dalam infus Dextrose 5%. Tetesan infus dimulai dengan 8 tetes/menit, lalu dinaikkan tiap 30 menit sebanyak 4 tetes/menit hingga timbul his yang adekuat. Selama pemberian infus kesejahteraan janin tetap diperhatikan karena dikhawatirkan dapat timbul gawat janin. Setelah timbul his adekuat, tetesan infus dipertahankan hingga persalinan. Namun, jika infus pertama habis dan his adekuat belum muncul, dapat diberikan infus drip Oksitosin 5 IU ulangan. Jika his adekuat yang diharapkan tidak muncul, dapat dipertimbangkan terminasi dengan seksio sesaria.

Tindakan operasi seksio sesarea dapat dipertimbangkan pada :
  • Insufisiensi placenta dengan keadaan cervix belum matang.
  • Pembukaan yang belum lengkap, persalinan lama dan gawat janin.
  • Pada primigravida tua, kematian janin dalam kandungan (KJDK), pre- eklampsia, hypertensi kronis, anak berharga (riwayat infertilitas), dan kesalahan letak janin
Pada kehamilan yang telah melewati 40 minggu dan belum menunjukkan tanda-tanda inpartu, biasanya langsung segera diterminasi agar resiko kehamilan dapat diminimalis.

Komplikasi Yang Terjadi Selama Kehamilan Serotinus 
 
- Komplikasi Pada Placenta :
  • Kalsifikasi placenta (pengapuran ari- ari) : pengapuran pada plasenta merupakan tanda menuanya plasenta yang bisa dilihat saat pemeriksaan USG. Akan tampak seperti bintik putih yang tersebar dari dasar plasenta hingga permukaannya. Pengapuran plasenta sebenarnya deposit kalsium, akibat pecahnya pembuluh darah kecil yang pecah sehingga terjadi penimbunan kalsium. Bila terjadi pada trimester ketiga usia kehamilan, pengapuran plasenta masih dianggap normal. Dapat berbahaya jika terjadi pengapuran pada awal kehamilan. Deposit ini bisa menyebabkan jaringan plasenta yang ditempatinya menjadi jaringan ikat. Deposit ini juga bisa menyumbat pembuluh darah di plasenta. Bukan tidak mungkin, malfungsi plasenta ke janin menjadi buruk. Asupan nutrisi dan oksigen yang seharusnya diterima janin menjadi terhambat.
  • Selaput vaskulosinsisial menebal dan jumlahnya berkurang.
  • Degenerasi jaringan plasenta.
  • Perubahan biokimia
- Komplikasi Pada Ibu :
  • Komplikasi yang terjadi pada ibu dapat menyebabkan partus lama, inersia uteri, atonia uteri dan perdarahan postpartum.
- Komplikasi Pada Janin
  • Komplikasi yang terjadi pada bayi seperti gawat janin, gerakan janin berkurang, kematian janin, asfiksia neonaturum dan kelainan letak, sindroma aspirasi meconium, gawat janin dalam persalinan, bayi besar (makrosomia) atau pertumbuhan janin terlambat, kelainan jangka panjang pada bayi.
Obat Alternatif Pada Kehamilan Post Term Aman Dan Alami

  • Meningkatkan dan merevitalisasi sistem kerja tubuh (self healing), bekerja melindungi, memperbaiki, mengaktifkan, meremajakan dan meregenerasi sel secara optimal.
  • Memberikan efek manfaat yang optimal serta aman dikonsumsi baik oleh wanita hamil, menyusui, bayi, anak-anak hinggak orang dewasa, yang mencakup segala kondisi kesehatan.
Dr. Neil Solomon

Noni juice berasal dari makanan alami yang telah dilaporkan 100% aman. Ribuan orang di seluruh dunia telah menggunakannya selama ribuan tahun. Saya tidak pemah melihat adanya laporan negatif yang didokumentasikan karena menggunakan noni juice dari Tahiti baik pada ibu hamil serta menyusui, anak-anak dan lanjut usia.
Beberapa orang melaporkan adanya alergi, hiper sensitif dan beberapa masalah kecil. Seperti dinyatakan sebelumnya, periksalah terlebih dahulu dengan profesional medis. Bagi mereka yang perlu mengawasi asupan potasium secara ketat, noni juice memiliki kurang dari setengah tingkat potasium yang ditemukan dalam 30 cc jus jeruk atau jus tomat, seperti yang didokumentasikan oleh Department of Agriculture Nutrient Data Laboratory Amerika Serikat.

Banyak manfaat kesehatan noni yang dihubungkan dengan kemampuannya dalam meningkatkan nitriks oksida dan juga kandungan-kandungan dalam noni seperti scopoletin, anti oksidan, dan juga campuran. Berbagai nutra setikal dalam noni yang unik. Teori Enzim Perbaikan-DNA saya juga dapat menjelaskan mengapa noni sepertinya membantu berbagai masalah kesehatan. Kerusakan DNA dapat mengarah pada ketidak normalan gen yang memiliki kontribusi pada kondisi kesehatan bagi keseluruhan sistem dalam tubuh kita. Saya percaya campuran nutra setikal yang ampuh dalam noni mampu meningkatkan fungsi dari enzim perbaikan DNA, dan memungkinkan memutar balikkan kerusakan yang terjadi pada DNA dan mencegah timbulnya ketidak normalan gen

Treatment Tahitian Noni Juice yang BERHUBUNGAN dengan KEHAMILAN

TNBB dapat meningkatkan imunitas tubuh karena TNBB banyak mengandung polisakarida sebagai sumber energy sel dan banyak mengandung 18 asam amino esensial, terutama:melatonin yang dapat menginduksi sellimfositT untuk system pertahanan tubuh. TNBB merupakan super anti oksidan karena mengandung Selenium, Ferrum, Magnesium dan kaya akan vitamin C, E dan A.

TNBB kaya akan zat bioaktif sebagai anti mikroba (anti bakteri) karena TNBB mengandung iridoid, etanol, metanol, etilasetat, antraquinon, terpenoid dan asam ursolic yang dapat mengatasi Sifilis dan Gonnorrhea yang ditimbulkan oleh bakteri. TNBB juga menstimulasi hormon Nitric Oxide (NO) yang dapat memperlancar sirkulasi aliran darah sehingga penyembuhan luka dapat berangsur-angsur membaik.

Berdasarkan pengalaman tim terhadap pasien dengan kehamilan lewat waktu dengan kalsifikasi (pengapuran) placenta dan tidak kontraksi rahim.

Tim melakukan loading TAHITIAN NONI BIOACTIVE BEVERAGE 50 ml x 4 sehari, Hari ke-4 terjadi kontraksi rahim, hari ke- 5 pembukaan cerviks 2 cm...5 jam kemudian bukaan serviks menjadi 9 cm dan pada hari ke- 5 itu terjadi persalinan pervaginam.



  

  

http://khasiattahitiannonijuice.blogspot.com/search/label/Join%20Bisnis%20And%20Member

Thursday, 29 May 2014

Pengobatan Alternatif Kanker Vagina

Kejadian kanker vagina primer sangatlah jarang terlihat. Terhitung sekitar keganasan alat kelamin perempuan adalah 1% karsinoma sel skuamosa, rambut kanker epitel seperti adenokarsinoma, sarkoma dan tumor melanoma. Kanker vagina sekunder lebih umum terlihat. Jadi setiap adanya kasus kanker vagina, harus dipertimbangkan apa yang menjadi kanker primernya.

Tingkat kekerapan kanker vagina primer sangat jarang, tapi kanker vagina yang disebabkan oleh adanya penyebaran dari kanker lain. Kanker vagina biasanya terjadi pada 1/3 dari dinding vagina. Pengobatan menggunakan radioterapi sangatlah sulit.

Di Amerika Serikat, kanker vagina dua kali lebih sering terjadi pada wanita kulit hitam dibandingkan dengan wanita kulit putih. Meskipun tidak ada data kuat selain dari AS, diperkirakan bahwa angka kejadian kanker vagina di negara berkembang jauh lebih tinggi daripada di AS.

Kanker vagina primer jarang terjadi, kira-kira 1-2 % dari seluruh kanker ginekologi. kontinuitas jaringan antara vagina dan serviks menyebabkan insiden kanker vagina sulit dikenali. Insiden yang dilaporkan sangat sedikit. Antara tahun 1985-1994 terjadi 4.885 kasus kanker vagina yang dilaporkan. Sebanyak 2.100 kasus dilaporkan ACS untuk tahun 2001.

Kanker vagina adalah keganasan berupa kanker yang timbul di vagina, tidak meliputi serviks dan vulva. Vagina terletak antara vulva sampai awal serviks uteri. Kasus harus diklasifikasikan sebagai karsinoma vagina bila lokasi primer pertumbuhannya adalah vagina.

Vagina adalah saluran yang berhubungan langsung dengan bagian terendah dari rahim, yaitu leher rahim. Dinding vagina yang dilapisi oleh epithelium yang terbentuk dari sel-sel skuamosa memiliki banyak lipatan yang membantu agar vagina tetap terbuka selama hubungan seksual atau proses persalinan berlangsung.

Vagina merupakan lokasi tersering terjadinya metastatis dari keganasan serviks dan endometrium sehingga semakin sulit untuk menentukan lokasi utama keganasannya.

Kanker atau tumor ganas biasanya ditemukan di dalam saluran menuju leher rahim atau pada dinding vagina. Kanker ini tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang selama bertahun-tahun. Kanker yang muncul pada vagina akan menyebabkan kerusakan atau luka pada lapisan vagina yang bisa menimbulkan pendarahan dan infeksi.

Penyebab Kanker Vagina
  1. Meningkatnya usia : Risiko kanker vagina meningkat seiring usia. Kebanyakan wanita yang didiagnosis dengan kanker vagina yang lebih tua dari 50 tahun. Sel atipikal dalam vagina disebut neoplasia intraepitel vagina. Wanita dengan intraepithelial neoplasia vagina memiliki peningkatan risiko kanker vagina. Sejumlah kecil wanita dengan neoplasia intraepitel vagina akhirnya akan mengembangkan kanker vagina, meskipun dokter tidak yakin apa yang menyebabkan beberapa kasus untuk berkembang menjadi kanker. Wanita yang berusia diatas 60 tahun umumnya menderita kanker vagina dengan jenis karsinoma skuamosa dan kanker vagina itu sendiri menyerang wanita yang berusia sekitar 50-70 tahun.
  2. DES : Suatu jenis obat hormonal yang dahulu banyak digunakan untuk mencegah keguguran pada wanita hamil. Apabila DES ini dikonsumsi oleh wanita hamil ketika masa kehamilan memasuki usia 16 minggu akan beresiko tinggi pada keguguran. Untuk mengkonsumsi DES ini harus melalui petunjuk dokter. Selain itu dari kasus yang terjadi 1 diantara 1000 wanita yang mengkonsumsi DES adalah mereka yang menderita adenokarsinoma yang menyerang sel bersih pada vagina maupun serviks.
  3. Adenosis vagina : Sekitar 40 % wanita yang telah mengalami merasa menstruasi, umumnya pada vagina akan ditemukan daerah-daerah tertentu yang dilapisi dengan sel gepeng yang disebut dengan sel skuamosa. Sel ini hampir ditemukan di dalam kelenjar rahim bagian bawah dan lapisan rahim. Umumnya terjadi pada wanita yang terpapar oleh DES selama perkembangan janin.
  4. Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) : Infeksi virus ini merupakan infeksi yang banyak terjadi dan merupakan virus penyebab yang banyak ditularkan melalui hubungan intim. HPV ini juga disebut sebagai virus penyebab kutil pada kelamin.
  5. Hubungan intim yang dilakukan saat usia dini.
  6. Sering melakukan hubungan intim dengan pasangan berbeda.
  7. Menderita kanker serviks sebelumnya : Hal ini disebabkan kaitan antara kanker vagina dengan HPV yang juga sangat berkaitan dengan kanker serviks. Sebanyak 85% dari kanker vagina prekursor VAIN berkaitan dengan HPV. Lesi prakanker yang berdiferensiasi baik atau VAIN dapat ditemukan pada kanker serviks. Secara histologi, VAIN digradasi dengan cara yang sama dengan serviks dan vulva yang dibagi ke dalam kategori I, II, dan III mengikuti derajat lesinya. VAIN III juga disebut CIS, VAIN I adalah ringan, dan VAIN II adalah sedang. Meskipun kanker invasif vagina lebih banyak terjadi pada wanita usia 60-an, VAIN berlangsung lebih awal antar 20-50 tahun.
  8. Vagina yang terinfeksi atau teriritasi.
  9. Merokok
Jenis Kanker Vagina

Kanker vagina dibagi menjadi berbagai jenis berdasarkan jenis sel di mana kanker dimulai. Jenis kanker vagina meliputi :
  1. Skuamosa vagina karsinoma sel, yang dimulai di sel skuamosa tipis. Sel datar yang melapisi permukaan vagina dan merupakan jenis yang paling umum. Ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 60 atau lebih. 
  2. Vaginal adenocarcinoma, yang dimulai dalam sel-sel kelenjar di permukaan vagina : Adenocarcinoma ini lebih mungkin daripada kanker sel skuamosa menyebar ke paru-paru dan getah bening. Ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia 30 atau lebih muda. Juga terdapat dalam persen kecil dari wanita yang lahir antara tahun 1938 dan 1971 yang terkena obat dietilstilbestrol (DES). DES diresepkan untuk 5-10 juta ibu di waktu itu untuk mencegah kemungkinan keguguran dan kelahiran prematur. Biasanya, pasien hadir dengan adenocarcinoma sebelum usia 30, tetapi meningkatkan bukti menunjukkan efek di tahun-tahun juga. Terkena DES pasien juga mungkin menderita berbagai Kemandulan dan komplikasi kehamilan juga.
  3. Vaginal melanoma, yang berkembang dalam sel yang memproduksi pigmen (melanosit) dari vagina.
  4. Vaginal sarcoma, yang berkembang pada sel atau jaringan ikat halus otot sel di dinding vagina.
Gejala Kanker Vagina 
Organ reproduksi wanita rentan sekali dengan berbagai resiko penyakit. Vagina merupakan salah satu organ yang mudah terinfeksi oleh suatu mikroorganisme yang ditimbulkan oleh diri sendiri atau oleh pasangannya. Kanker vagina menyebabkan kerusakan pada lapisan vagina dan menyebabkan terbentuknya luka terbuka yang dapat mengakibatkan perdarahan dan vagina terinfeksi.

Seseorang yang menderita kanker vagina mungkin akan mengalami perdarahan melalui vagina atau keluar cairan encer dari vagina yang umumnya timbul usai melakukan hubungan intim. Jika ukuran kanker vagina memasuki stadium lanjut dengan ukuran kanker yang besar dapat mempengaruhi fungsi dari kandung kemih dan rektum, kemudian mengalami urgensi atau kesulitan untuk berkemih dan ketika berkemih terasa sakit dan nyeri.

- Gejala Primer
  • Pendarahan abnormal, pendarahan setelah berhubungan., pendarahan setelah menopause, keputihan dan keluar cairan dari vagina, pendarahan yang berbau. Bila kankernya sudah menyebar, gejala-gejala seperti nyeri pinggang dan abdominal dan gangguan pada sfinkter (seperti sering kencing, hematuria, disuria, darah dalam tinja, sembelit, dll); Di stadium lanjut, kondisi pasien bertambah parah, gejala-gejala seperti vesico-vaginal fistula atau rectovaginal fistula, disfungsi ginjal, anemia dapat terlihat.
- Gejala sekunder
  • Seperti batuk, batuk darah (bila sudah menyebar ke paru-paru), pembengkakan kelenjar getah bening. Bentuk kanker vagina biasanya menyerupai kembang kol, dan lama kelamaan bisa menjadi berbisul.
Gejala lainnya yang mungkin timbul dan dirasakan adalah :
  • Dari vagina keluar cairan dalam jumlah banyak seperti keputihan atau terkadang seperti darah (bukan darah menstruasi).
  • Merasakan seperti adanya benjolan atau ada sesuatu yang menganjal di dalam vagina.
  • Rasa nyeri ketika melakukan hubungan intim.
  • Jika sudah memasuki stadium lanjut, akan mengalami kesulitan dalam berkemih, rasa sembelit dan nyeri panggul yang tertahankan.
Penanganan Kanker Vagina

Sama seperti kanker serviks, mengubah perilaku seks dapat menurunkan resiko paparan terhadap HPV sekaligus menurunkan insiden kanker vagina. Karena adanya kaitan antara HPV dan kanker vagina, maka diharapkan dapat dicegah dengan memberikan vaksin profilaktik HPV.

Pencegahan kanker vagina meliputi diagnosis dan terapi yang tepat pada lesi prematur atau VAIN. Pasien dengan hasil tes Pap yang abnormal harus menjalankan pemeriksaan vagina secara keseluruhan (selain dari pemeriksaan serviks dan vulva). Seperti pada kanker serviks, lesi displasia vagina berubah menjadi putih dengan pemberian asam asetat 4%.

Lesi yang mencurigakan akan diperiksa dengan kolposkopi dan selanjutnya dilakukan biopsi. Secara kebetulan, kelainan hanya dapat ditemukan pada vagina, tetapi biasanya multifokal. Karena kurang adanya petunjuk yang jelas mengenai pengobatan untuk keadaan di atas, terapi harus dilakukan per individu.

Stadium Kanker Vagina
Tahapan berikut digunakan untuk kanker vagina :
  • Stadium 0 (karsinoma in situ) : Pada tahap 0, kanker sel skuamosa ditemukan dalam jaringan yang melapisi bagian dalam vagina. Stadium 0 kanker juga disebut karsinoma in situ.
  • Stadium I : Pada stadium I, kanker hanya ditemukan di vagina.
  • Stadium II : Pada stadium II, kanker telah menyebar dari vagina ke jaringan sekitar vagina.
  • Tahap III : Pada stadium III, kanker telah menyebar dari vagina ke kelenjar getah bening di panggul atau pangkal paha, atau panggul, atau keduanya.
  • Tahap IV : Stadium IV dibagi menjadi tahap IVA dan stadium IVB :
  1. Tahap IVA: kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul atau pangkal paha dan telah menyebar ke satu atau kedua bidang berikut : Lapisan kandung kemih atau rektum. Melewati batas panggul.
  2. Tahap IVB: kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang tidak dekat vagina, seperti paru-paru. Kanker juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening. kanker vagina Berulang
Kanker vagina berulang adalah kanker yang telah terulang (kembali) setelah telah diobati. Kanker mungkin datang kembali di vagina atau di bagian lain dari tubuh.
Prognosis Kanker Vagina
  • Para stadium kanker (apakah itu di vagina saja atau telah menyebar ke daerah lain).
  • Ukuran tumor.
  • Nilai dari sel tumor (betapa berbedanya mereka dari sel normal).
  • Dimana kanker berada dalam vagina.
  • Apakah ada gejala.
  • Pasien usia dan kesehatan umum.
  • Apakah kanker baru saja didiagnosis atau sudah berulang (kembali).
Pilihan pengobatan tergantung pada berikut :
  • Tahap, ukuran, dan lokasi kanker.
  • Apakah sel tumor sel skuamosa atau adenokarsinoma.
  • Apakah pasien memiliki rahim atau telah menjalani histerektomi.
  • Apakah pasien memiliki pengobatan radiasi masa lalu untuk panggul.
Angka five years survival rate (rata-rata kemampuan hidup dalam 5 tahun setelah terdeteksi adanya kanker adalah 50 % sama dengan kanker serviks).
Terapi Alami Penyembuhan Kanker Vagina Kanker

Baik tindakan operasi maupun terapi radiasi tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk dilakukan. Lagipula, resiko dari terapi tersebut cukup besar, apalagi untuk terapi radiasi, karena dapat menimbulkan berbagai macam efek samping yang malah sangat menyakitkan bagi penderitanya. Perlu para pembaca sekalian ketahui bahwasanya terapi kanker serviks juga dapat dilakukan dengan cara yang lebih aman dan murah, yakni dengan melakukan cara terapi alternatif. Hari ini mode terapi alternatif menjadi trend yang selalu dicari para penderita penyakit berbahaya, termasuk kanker serviks. Meski terapi alternatif kadang-kadang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat, terutama oleh mereka yang berasal dari kalangan atas. Namun jika Anda tahu, sebenarnya dengan terapi alternatif yang tepat, berbagai macam penyakit berbahaya bisa disembuhkan dengan cara yang lebih nyaman dan murah.

Dari riset seorang pakar DR. R.M Heinicke pada tahun 1972 an, yang menemukan kandungan yang mampu meregenerasi sel-sel tubuh manusia yang sudah rusak sekaligus membangun kemampuan melawan pertumbuhan sel-sel kanker, termasuk kanker serviks. Kandungan yang lebih bersifat enzime tersebut adalah Xeronine.

“Xeronine memiliki kemampuan untuk memodifikasi struktur molekul protein dan ini memang merupakan mekanisme sangat penting untuk mayoritas kegiatan biologi. Pengikatan senyawa protein dalam tubuh kita membutuhkan kekhususan supaya bisa bekerja secara efisien. Peran xeronine adalah untuk mendorong protein dalam tubuh kita membentuk formasi yang tepat sehingga bekerja dengan benar. Hal ini bisa didapat dengan meningkatkan asupan buah mengkudu Tahiti yang mengandung pro-xeronine, yang terbukti memberi banyak manfaat kesehatan dan membantu memperbaiki protein yang memiliki formasi yang bermasalah (Wang et al., 2002)

Sejak saat itu dimulailah perburuan mendapatkan zat Xeronine. Namun karena ukurannya yang begitu kecil, menjadi kendala menjadikannya feasible /layak dalam skala pengembangan.

Kabar baik itu datang dari sebuah pulau kecil ditengah Samudra Atlantic, Hawai. Telah ditemukan precursor Xeronine, yaitu ProXeronine didalam tubuh manusia Proxeronine diproses menghasilkan xeronine, riset selanjutnya proxeronine luar biasa banyak ditemukan didalam buah Noni alias mengkudu dan hanya mengkudu dari Hawai (Tahitian Noni). Belum ada kandungan pernah ditemukan kandungan ProXeronine didalam tumbuhan lain, sebanyak yang ditemukan didalam Tahitian Noni (mengkudu dari pulau Hawai).

Inilah yang menjadi alasan kenapa terapi kanker serviks alternatif dengan menggunakan Jus Tahitian Noni terbukti sangat efektif. Efektifitas jus Tahitian Noni sebagai obat herbal yang mujarap dalam terapi kanker serviks telah dibuktikan oleh banyak sekali orang yang berhasil sembuh dengan menikmati saripati dalam bentuk jus buah secara tepat dan teratur.

Sebenarnya Apakah Jus Tahitian Noni itu?

Jus Tahitian Noni adalah saripati yang terbuat seutuhnya dari bahan-bahan herbal alami yang berkhasiat tinggi. Telah dibuktikan secara medis bahwa buah Noni Tahiti, yang merupakan bahan utama pembuatan obat herbal Tahitian Noni, mengandung nutrisi-nutrisi penting yang dapat menyehatkan tubuh sekaligus melawan sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh. Dengan fakta tersebut, terapi kanker serviks menggunakan obat herbal Tahitian Noni adalah sebuah tindakan yang sangat tepat. Selain itu terapi dengan Tahitian Noni tidak akan menimbulkan efek samping apapun karena memang ramuan ini terbuat dari 100% bahan-bahan alami, tanpa campuran obat kimia.

Telah ditemukan “ProXeronine” dalam buah noni tahiti, mampu menghentikan penyebaran kanker serviks, serta menyembuhkannya tanpa operasi dan akan membuat hidup anda menjadi lebih panjang.

Ratusan riset ilmiah telah di lakukan para saintis bidang kesehatan untuk mendapatkan kandungan Proxeronine dan mereka menemukannya dalam buah Noni Tahiti, Zat tersebut berhasil merevitalisasi & meregenerasi Sel yang telah mati hingga berfungsi lagi, secara alami mampu meningkatkan sistim kekebalan tubuh seseorang, meningkatkan fungsi dari sel dan memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh, baik yang diakibatkan berbagai penyakit atau proses penuaan. Mampu melawan kanker ganas dan berfungsi sangat baik dalam penyembuhannya termasuk dalam terapi kanker serviks.

Tahitian Noni Juice bermanfaat untuk kanker karena Tahitian Noni Juice bekerja ditingkat selular. Lebih jauh lagi dipercaya bahwa Tahitian Noni Juice meningkatkan struktur selular yang di hancurkan oleh kanker.

Beberapa penelitian lain telah dilakukan di laboratorium-laboratorium untuk menegaskan kemampuan Tahitian Noni Juice untuk melawan kanker serviks. Mengulang informasi penelitian saripati tahitian noni melawan sel kanker pada tikus, dimana empat orang ilmuwan dari Jepang menyuntikkan sel ras (sel yang menjadi pemicu bagi pertumbuhan yang merusak) dengan substansi yang disebut damnacanthal yang ditemukan dalam Tahitian Noni Juice.

Damnachantal adalah salah satu kandungan didalam Tahitian Noni Juice yang di percaya sebagai agen anti kanker. Dipercaya juga bahwa Tahitian Noni Juice mempunyai fungsi pencegahan dan perlindungan terhadap kanker pada tahap inisisasi, yang merupakan fase pertama pada pembentukan kanker. Tikus yang diberi Tahitian Noni Juice mempunyai 50% bercak DNA lebih sedikit di paru-paru, 60% lebih sedikit di jantung, 70% lebih sedikit di lever, dan 90% lebih sedikit di ginjal. Tahitian Noni Juice telah terbukti memiliki kemampuan anti oksidan. Radikal bebas dapat merusak sel dan membentuk sel kanker.


  

  

http://khasiattahitiannonijuice.blogspot.com/search/label/Join%20Bisnis%20And%20Member